(Foto: antvklik)

Negaranya Masuk Final, Sederet Menteri Kroasia Kompak Gunakan Jersey Timnas Saat Sedang Rapat

Hal unik terjadi saat dilakukannya rapat kabinet yang dihadiri oleh para menteri Kroasia di Zagreb.

Terlihat sejumlah menteri Kroasia dengan kompak menggunakan jersey kebanggaan dari Timnas Kroasia.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk kegembiraan atas lolosnya Timnas Kroasia ke babak Final Piala Dunia 2018 setelah melibas Inggris di semifinal.



Dilansir dari media Rusia, Russia Today (RT), sederet menteri kabinet Kroasia dengan kompak menggunakan jersey timnas kebanggaan mereka saat diadakannya rapat kabinet.





Rapat kabinet itu sendiri berlangsung satu hari setelah Timnas Kroasia berhasil menaklukkan Inggris di Semifinal.

Atas rasa bangga tim nasional mereka masuk final Piala Dunia untuk pertama kalinya, digunakanlah jersey Timnas Kroasia saat sedang rapat kabinet.



Kroasia sendiri akan bertemu Prancis pada Final Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, Minggu (15/7).

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Tim Cahill Akhirnya Pensiun dari Timnas Australia
Tim Cahill yang mantan pemain Everton, akhirnya memutuskan pensiun dari Timnas Australia setelah memperkuat negara itu dalam empat Piala Dunia. Cahill yang berusia 38 kini masih terdaftar sebagai pemain klub Millwall.Cahill tampil mengecewakan di Piala Dunia 2018 Rusia. Namun sepanjang karier internasionalnya, ia telah mencetak 50 gol dalam 107 pertandingan. Dia hanya menjadi pemain pengganti bagi Socceroos di pertandingan terakhir grup mereka di Piala Dunia Rusia yang berakhir dengan kekalahan 2-0 dari Peru.[suggestedarticle=3]"Hari ini adalah saat dimana saya secara resmi menggantung sepatu saya dari karir internasional bersama Socceroos," kata Cahill di akun twitter-nya. "Tidak ada lagi kata yang bisa menggambarkan apa yang dimaksudkan untuk mewakili negara saya," tambahnya."Terima kasih banyak kepada semua orang atas dukungan selama bertahun-tahun saat memakai kostum Australia."
DIARY: Cerita Haru Pahlawan Kroasia di Piala Dunia, N'Golo Kante Si Pemalu Yang Bisa Diandalkan di Lapangan
Luka Modric kini dikenal sebagai salah satu pemain terbaik di dunia terlebih setelah berhasil meraih Golden Ball di Piala Dunia 2018. Siapa yang menyangka sebelum sukses menjadi pemain sepak bola, Modric sempat menjalani kehidupan yang begitu menakutkan.Sebelum Raih Golden Ball, Luka Modric Jadi Pengungsi Perang dan Rumahnya DibakarGelar juara Piala Dunia 2018 sukses disabet Timnas Prancis, usai pada partai final menundukkan Kroasia dengan skor 4-2.Merangkak dari Klub Amatir, Kini Pemain Mungil Prancis Jadi Juara DuniaTimnas Indonesia U-19 akan tampil di Piala Asia U-19 2018 yang dihelat pada bulan Oktober mendatang. Sebagai bagian dari persiapan, PSSI akan mencarikan lawan tangguh untuk Garuda Nusantara.PSSI Cari Lawan Tangguh untuk Timnas Indonesia U-19Bintang Tottenham Hotspur, Son Heung-min dipastikan menjadi bagian tim Korea Selatan U-23 di Asian Games 2018. Pelatih, Kim Hak-bum memastikan bahwa Son akan bermain.Bintang Tottenham Butuh Adaptasi dengan Cuaca di Indonesia
Penerobos Lapangan Saat Final Piala Dunia Dipenjara 15 Hari
Anggota Pussy Riot yang sempat menerobos ke dalam lapangan di partai final Piala Dunia 2018 diberikan hukuman selama 15 hari kurungan oleh pengadilan Moskow. Mereka juga dihukum tidak boleh menghadiri acara olahraga selama tiga tahun.Empat orang anggota band punk Pussy Riot, Veronika Nikulshina, Olga Pakhtusova, Olga Kurachyova dan Pyotr Verzilov nekat menerobos ke dalam lapangan saat Prancis menghadapi Kroasia di partai final Piala Dunia 2018. Aksi tersebut sempat membuat pertandingan dihentikan sesaat.[suggestedarticle=3]Setelah disidang, pengadilan Moskow memutuskan empat orang tersebut akan menjalani hukuman selama 15 hari karena tindakannya tersebut. Selain hukuman penjara, empat orang itu juga dilarang hadir dalam acara olahraga selama tiga tahun.[pagebreak]Selengkapnya[/pagebreak]Meski sempat terganggu, laga final Piala Dunia 2018 tetap berlangsung hingga laga usai. Pada laga tersebut Prancis sukses memenangkan pertandingan dengan skor akhir 4-2.   Menjadi pesepakbola benar-benar menyemangati Saddil untuk tak pernah menyerah, di lapangan maupun dalam kesehariannya. Semoga bisa tambah gol lagi saat menghadapi Vietnam hari ini! Semangat Saddil 🇮🇩💪 #BolalobFootball A post shared by Bolalob.com (@bolalobfootball) on Jul 6, 2018 at 9:03pm PDT
  528 kali
Thierry Henry Lepaskan Pekerjaan Pengamat, Ingin Fokus Jadi Pelatih
Mantan bintang timnas Prancis dan klub Arsenal, Thiery Henry menolak memparpanjang kontraknya dengan Sky Sports sebagai pengamat sepak bola. Ia kini ingin fokus menjadi pelatih.Henry, yang telah bekerja untuk Sky sejak 2015, juga menjadi asisten manajer Belgia Roberto Martinez sejak 2016 dan membantu membawa tim Belgia finis di posisi ketiga pada Piala Dunia 2018."Selama empat tahun terakhir saya mendapatkan pengalaman melatih yang sangat berharga dalam sepak bola," tulis Henry di Instagram dan Twitter.[suggestedarticle=3]"Pengalaman ini membuat saya lebih tekun lagi untuk memenuhi ambisi jangka panjang saya menjadi manajer sepak bola," sambung Henry yang juga pernah memperkuat klub Spanyol, Barcelona."Saya telah memutuskan bahwa saya harus meninggalkan Sky Sports untuk memungkinkan saya menghabiskan lebih banyak waktu di lapangan dan berkonsentrasi pada perjalanan saya untuk mencapai tujuan itu."Henry mendapatkan lisensi kepelatihannya saat bekerja dengan tim muda Arsenal, tetapi pada 2016 memilih untuk fokus pada pekerjaannya di Sky daripada bekerja di klub.
  328 kali
Merangkak dari Klub Amatir, Kini Pemain Mungil Prancis Jadi Juara Dunia
Gelar juara Piala Dunia 2018 sukses disabet Timnas Prancis, usai pada partai final menundukkan Kroasia dengan skor 4-2.Keberhasilan dari Prancis ini tidak terlepas dari daya juang serta kegigihan dari para pemain Prancis, salah satunya N'Golo Kante.Dalam penampilannya bersama timnas Prancis, Kante selalu menjadi starter dalam skuat Didier Deschamps.Hanya sekali ia digantikan oleh Deschamps di laga final melawan Kroasia.Dan, kehadiran Kante membuat tim berjuluk Les Bleus tersebut tak pernah terkalahkan selama gelaran Piala Dunia 2018.[suggestedarticle=3]Namun, siapa sangka kecermelangan Kante lahir saat ia meniti karirnya dari klub amatir di divisi 9 Liga Prancis.JS Suresnes merupakan klub divisi 9 Liga Prancis yang pertama kali dibela oleh Kante.Cukup lama Kante membela Suresnes dari tahun 1999 sampai 2010.Usai dari klub Suresne, Kante pun ingin menambah pengalamannya dengan mencoba mencicipi klub-klub besar yang ada di Prancis.Namun, ketika usianya menginjak 19 tahun, ia mendapatkan beberapa penolakan dari klub-klub besar Prancis.Dilansir dari GFFN, klub-klub besar Prancis seperti Paris Saint-Germain, Sochaux, Rennes, Lorient, dan Clairefontaine, semua menolak bergabungnya Kante ke klub mereka.[pagebreak]Terlalu Kecil[/pagebreak]Faktor postur tubuh Kante yang terlalu kecil membuat klub-klub besar tersebut tak mau menggunakan jasa Kante.Bahkan, sekertaris dari klub Suresnes, Pierre Ville, sampai turun tangan membantu Kante dalam proses kepindahannya."Kami mengatakan padanya bahwa belum waktunya ia untuk pindah. Dia tentunya sangat sedih, namun kami tak menyerah. Kami terus berusahan untuk meyakinkan dia jika waktunya tepat maka ia akan pindah," kata Ville dilansir dari Bleacher Report.Kesabaran Kante akhirnya berbuah hasil. Setelah menunggu dua tahun lamanya, tiba-tiba ada tawaran dari klub yang baru saja terdegradasi dari Ligue 1 kala itu, US Boulogne.Langsung saja Kante dikontrak oleh Boulogne, kemudian dimasukkan dalam tim cadangan mereka.Namun, cobaan masih harus dilalui Kante setelah pelatih Boulogne belum mempercayai Kante dalam posisi di skuat utama.[suggestedarticle]Rekan setim Kante di Boulogne, Maxime Colin juga mengungkapkan hal yang sama."Saat itu, pelatih meminta dia (Kante) bermain sebagai bek kanan. Saya menjadi pilihan pertama di posisi itu (bek kanan), dia jadi pilihan kedua," ujar Colin dilansir dari ESPN."Itu bukan posisi aslinya. Dia tak pernah dimainkan. Pelatih tak pernah benar-benar percaya padanya," tuturnya.Nasib Kante berubah setelah kedatangan pelatih baru Georges Tournay dalam tim Boulogne.Georges Tournay melihat bahwa Kante memiliki sesuatu yang spesial dibandingkan dengan pemain lainnya."Ketika saya tiba (di Boulogne), saya menlatih para pemain muda, termasuk Kante," kata Tournay."Dia sangat mengejutkan di dalam mata saya. Pergerakannya, tekniknya, kesimpelan permainannya dan staminanya membuat saya kagum. Saya tak mengerti kenapa dia masih di sana. Lalu, saya memberinya kontrak profesional," ujarnya.[suggestedarticle]Kecemerlangannya Kante kemudian dilirik oleh klub Cane pada tahun 2013.Kehdairan Kante di Cane pun membawa berkah. Pasalnya, Cane berhasil melaju sebagai tim promosi ke Ligue 1 musim 2014-2015.Usai sukses membawa Cane ke liga teratas Prancis, Kante melanjutkan petualangannya ke klub Liga Premier Inggris, Leicester City pada tahun 2015.Tak disangka, Kante sanggup membawa Leicester City menjadi juara Liga Premier Inggris musim 2015-2016.Pemain berdarah Mali itu pun terpilih menjadi pemain terbaik Leicester tahun 2016.[suggestedarticle]Tiba lah Kante di puncak karirnya usai mendapat pinangna dari klub yang saat ini ia bela, Chelsea.Di musim pertama Kante berseragam The Blues, Kante membawa Chelsea menjadi juara Liga Inggris 2016/2017.Kesuksesannya itu pun menjadikan Kante sabet gelar pemain terbaik Liga Inggris versi PFA pada musim tersebut.[suggestedarticle]Hingga prestasi tertingginya ditorehkan saat Kante dipanggil oleh pelatih Didier Deschamps untuk membela timnas Prancis di turnamen Piala Dunia 2018.Pemain mungil yang dulu sempat diremehkan saat berada di klub amatir itu, kini sanggup membawa Prancis menjadi kampiun di ajang paling bergengsi se-antero dunia itu.
  665 kali
Sebelum Raih Golden Ball, Luka Modric Jadi Pengungsi Perang dan Rumahnya Dibakar
Luka Modric kini dikenal sebagai salah satu pemain terbaik di dunia terlebih setelah berhasil meraih Golden Ball di Piala Dunia 2018. Siapa yang menyangka sebelum sukses menjadi pemain sepak bola, Modric sempat menjalani kehidupan yang begitu menakutkan.Penampilan apik Modric sukses membawa Kroasia melaju ke partai puncak Piala Dunia untuk pertama kali dalam sejarah. Sayangnya Kroasia harus menyerah di tangan Prancis dengan skor akhir 2-4.Modric menjadi jenderal dan jiwa di lini tengah Kroasia selama Piala Dunia 2018 bergulir. Pencapaian bersejarah Kroasia di Piala Dunia 2018 juga tidak lepas dari peran besar Modric.[suggestedarticle=3]Pemain Real Madrid tersebut memang dikenal sebagai pemain yang sukses sebagai pemain sepak bola, namun sebelumnya ia pernah menjalani kehidupan yang sulit di usia belia. Pada saat Modric usia 6 tahun, Perang Balkan pecah dan milisi Serbia menyerbu Modrici yang merupakan desa kecil di Dalmatia Utara.Salah satu yang menjadi korban keganasan tentara Serbia adalah Luka Modric Snr yang merupakan kakek Modric. Luka Modric Snr ditembaki oleh milisi Serbia bersama lima warga lokal lainnya untuk mengirimkan pesan agar semua warga Modrici meninggalkan daerahnya. Pada saat yang sama, rumah kake Modric juga dibumihanguskan oleh para milisi.[pagebreak]Perang Balkan[/pagebreak]"Saat perang dimulai, kami menjadi pengungsi, dan itu adalah saat yang sulit. Saya berusia enam tahun. Itu saat yang sangat berat. Saya mengingatnya dengan jelas, tapi ini bukan sesuatu yang kamu ingin ingat," ujar Modric dilansir dari The Sun.Orang tua Modric akhirnya memutuskan untuk pergi ke Zadar dan tinggal sementara menjadi pengungsi di Hotel Iz. Namun kesulitan dalam hal keuangan tidak membuat Modric berhenti mencintai sepak bola."Kami tinggal di hotel dalam beberapa tahun karena kami kesulitan finansial, tapi kami selalu mencintai sepak bola. Saya ingat pelindung kaki pertama saya ada gambar Ronaldo dari Brasil, dan saya menyukainya," ujar Modric.[suggestedarticle=2]"Peperangan membuat saya lebih kuat, itu adalah masa yang sulit untuk saya dan keluarga. Saya tidak ingin itu membawa saya selamanya, tapi saya juga tidak ingin melupakannya," ucap Modric.Kini pada usia 32 tahun, Modric sukses menjadi salah satu pemain paling sukses dari Kroasia. Tidak hanya di pentas dunia, di level klub Modric juga berhasil mengantar Real Madrid meraih empat gelar Liga Champions.
  767 kali
Sambutan Bak Pahlawan Didapat Para Pemain Kroasia di Zagreb
Kroasia memang tidak memenangkan Piala Dunia 2018 namun sambutan luar biasa di Zagreb, menggambarkan para pemain telah memenangi hati warga Kroasia.Para pemain tiba dan diarak dengan bus terbuka di jalanan ibukota Zagreb. A heroes' welcome. ??#BeProud #WorldCup pic.twitter.com/HFW50of2Jy — HNS | CFF (@HNS_CFF) July 16, 2018 Ribuan pendukung berada di jalanan Zagreb dan memadati lapangan Ban Jelenic untuk menunjukkan penghargaan mereka bagi tim terbaik yang pernah mengenakan jersey papan catur merah dan putih Kroasia. [suggestedarticle=3]Penggemar bersemangat menyalakan flare dan meneriakkan “Champion! Juara! ”Hanya satu hari setelah pertandingan Piala Dunia tim yang luar biasa berakhir dengan kekalahan 2-4 dari Prancis di final.Kekalahan hari Minggu mengakhiri kesempatan terbesar mereka untuk meraih sebuah trofi dunia. Namun perjalanan Luka Modric dkk. dihargai di ibukota Kroasia. Penggemar melambai-lambaikan bendera dan spanduk saat mereka memutar jalan-jalan kota menjadi lautan merah, putih, dan biru.Kerumunan diperkirakan lebih dari 200.000 orang - lebih dari lima persen dari total populasi bangsa - bernyanyi dan meneriakkan jalan mereka melalui perayaan, yang melihat tim nasional tiba dari Moskow. ???????????????? pic.twitter.com/4zkvObONq2 — Ivan Rakitic (@ivanrakitic) July 16, 2018 Scenes. ????#BeProud #Croatia #Vatreni?? pic.twitter.com/8lTZUyHVgB — HNS | CFF (@HNS_CFF) July 16, 2018
  721 kali
Kylian Mbappe: Juara Dunia Jadi Paspor untuk Tampil Lebih Baik
Kylian Mbappe meski sudah berpretasi tinggi, namun ia tetap rendah hati. Menurutnya, ikut membawa Prancis sebagai juara Piala Dunia 2018, sebagai paspor bahwa dia harus bisa tampil lebih baik lagi.Pemain remaja berusia 19 ini juga mengungkapkan, tidur adalah hal terakhir yang dia pikirkan setelah kemenangan di final Piala Dunia, Minggu (15/07).Mbappe dianugerahi penghargaan pemain muda terbaik turnamen itu, setelah penampilan memukaunya di Rusia.[suggestedarticle=3]"Saya mudah terlelap, tapi saya tidak akan tidur, kami akan merayakan ini," katanya kepada stasiun TV Prancis TF1."Kami akan kembali bekerja dalam beberapa pekan," tambahnya.Penyerang Paris Saint-Germain tersebut mengatakan dia dan rekan setimnya 'bangga membuat Prancis bahagia.'"Kami sadar bahwa kami juga memiliki peran ini. Kami dapat melihat bahwa mengesampingkan seluruh masalah mereka," ujar Mbappe. “Kami bermain untuk hal semacam ini," tambahnya.Dia menambahkan bahwa menjadi juara dunia merupakan "paspor untuk terus bermain dan tampil lebih baik lagi,".
  259 kali
TOP NEWS: Timnas U-16 Siap Tampil di Piala AFF, Griezmann Hormati Negara Uruguay
AFF resmi menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Piala AFF U-16 2018. Dua kota telah dipilih sebagai tuan rumah yakni Sidoarjo dan Gresik.Indonesia Tuan Rumah, Ini Dua Kota Penyelenggara Piala AFF U-16 2018Antoine Griezmann menjadi salah satu figur kemenangan Prancis di final Piaal Dunia 2018 melawan Kroasia.Apa Maksud Griezmann Bawa Bendera Uruguay Saat Rayakan JuaraPrancis menahbiskan diri sebagai yang terbaik di jagat raya sepakbola usai meraih gelar Piala Dunia 2018. Mereka sukses mengalahkan Kroasia di laga final dengan skor 4-2, dalam laga yang berlangsung di Stadion Luzhniki, Moskow pada Minggu (15/7) malam.5 Alasan Piala Dunia 2018 Jadi Yang Terbaik Sepanjang SejarahPelatih Tim Nasional U-19, Indra Sjafri tidak ingin membandingkan Timnas U-19 era sekarang dengan skuad yang dimiliki pada era Evan Dimas. Indra berharap Timnas U-19 sekarang bisa lebih hebat dibanding saat era Evan Dimas.Indra Sjafri Tak Ingin Timnas U-19 Sekarang Disamakan Dengan Era Evan Dimas
  1407 kali
TERPOPULER: Griezmann dan Bendera Uruguay, Timnas Indonesia U-16 Siap Beraksi
Tim futsal SKN FC Kebumen gagal mempertahankan keunggulan di laga melawan Bangkok BTS, pada laga keduanya di AFF Futsal Club Championship 2018. Pelatih Deny Handoyo mengatakan, faktor non teknis menjadi penyebab kegagalan ini.Gagal Raih Kemenangan Atas Bangkok BTS, SKN FC Kebumen Kurang BeruntungTimnas Indonesia U-16 akan berlaga di Piala AFF U-16 mulai tanggal 29 Juli mendatang. Kabar baik untuk penikmat sepak bola di tanah air dimana turnamen akan disiarkan secara langsung.Hore! Pertandingan Timnas Indonesia U-16 di Piala AFF 2018 Disiarkan LangsungTimnas Indonesia U-16 akan bertanding di Piala AFF U-16 2018 yang akan dihelat di Sidoarjo dan Gresik. Ajang ini akan dihelat pada tanggal 29 Juli-11 Agustus.Jadwal Lengkap Timnas Indonesia U-16 di Fase Grup Piala AFF U-16 2018Antoine Griezmann menjadi salah satu figur kemenangan Prancis di final Piala Dunia 2018 melawan Kroasia. Saat jumpa pers usai laga, Griezmann membawa bendera Uruguay kehadapan media yang ia minta dari salah seorang jurnalis asal UruguayApa Maksud Griezmann Bawa Bendera Uruguay Saat Rayakan JuaraSaat momen seremoni gelar juara Piala Dunia 2018, N'Golo Kante harus mendapat bantuan dari Steven N'Zonzi untuk foto bersama trofi Piala Dunia. Kante terlalu malu untuk meminta kepada rekan-rekan lainnya untuk meminta trofi untuk berfoto.[VIDEO] N'Golo Kante Terlalu Malu Untuk Foto Dengan Trofi Piala Dunia
  689 kali
1531785601898 tag