(Foto: fifa)

Jersey Apa Yang Dipakai Prancis dan Kroasia di Piala Dunia 2018?

Prancis akan berhadapan dengan Kroasia di partai puncak Piala Dunia 2018 pada hari Minggu (15/7) yang akan digelar di Stadion Luzhniki, Moskow.

Kedua tim tak memiliki isu bentrokan warna dalam jersey utama mereka dab bisa dipastikan Prancis akan mengenakan seragam kebesarannya biru sementara Kroasia dengan merah-putih.



Tambahan detil untuk keterangan laga akan ada dibawa logo kedua tim, atau yang sering disebut dengan 'commemorative match'.



Les Bleus akan mencari kemenangan Piala Dunia kedua mereka setelah terakhir kali mereka dapatkan 20 tahun lalu. Bagi Kroasia, ini adalah penampilan pertamanya di final dalam partisipasi kelima mereka.

Hasil akhir terbaik Kroasia di Piala Dunia adalah tempat ketiga pada tahun 1998, tahun di mana mereka kalah dari Prancis di semifinal.

Penjaga gawang Prancis, Hugo Lloris akan mengenakan jersey berwarna kuning emas, sedangkan kiper Kroasia Danijel Subasic akan tampil hijau.

Wasit dalam laga ini akan mengenakan seragam berwarna biru kehijauan.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Penerobos Lapangan Saat Final Piala Dunia Dipenjara 15 Hari
Anggota Pussy Riot yang sempat menerobos ke dalam lapangan di partai final Piala Dunia 2018 diberikan hukuman selama 15 hari kurungan oleh pengadilan Moskow. Mereka juga dihukum tidak boleh menghadiri acara olahraga selama tiga tahun.Empat orang anggota band punk Pussy Riot, Veronika Nikulshina, Olga Pakhtusova, Olga Kurachyova dan Pyotr Verzilov nekat menerobos ke dalam lapangan saat Prancis menghadapi Kroasia di partai final Piala Dunia 2018. Aksi tersebut sempat membuat pertandingan dihentikan sesaat.[suggestedarticle=3]Setelah disidang, pengadilan Moskow memutuskan empat orang tersebut akan menjalani hukuman selama 15 hari karena tindakannya tersebut. Selain hukuman penjara, empat orang itu juga dilarang hadir dalam acara olahraga selama tiga tahun.[pagebreak]Selengkapnya[/pagebreak]Meski sempat terganggu, laga final Piala Dunia 2018 tetap berlangsung hingga laga usai. Pada laga tersebut Prancis sukses memenangkan pertandingan dengan skor akhir 4-2.   Menjadi pesepakbola benar-benar menyemangati Saddil untuk tak pernah menyerah, di lapangan maupun dalam kesehariannya. Semoga bisa tambah gol lagi saat menghadapi Vietnam hari ini! Semangat Saddil 🇮🇩💪 #BolalobFootball A post shared by Bolalob.com (@bolalobfootball) on Jul 6, 2018 at 9:03pm PDT
  432 kali
Thierry Henry Lepaskan Pekerjaan Pengamat, Ingin Fokus Jadi Pelatih
Mantan bintang timnas Prancis dan klub Arsenal, Thiery Henry menolak memparpanjang kontraknya dengan Sky Sports sebagai pengamat sepak bola. Ia kini ingin fokus menjadi pelatih.Henry, yang telah bekerja untuk Sky sejak 2015, juga menjadi asisten manajer Belgia Roberto Martinez sejak 2016 dan membantu membawa tim Belgia finis di posisi ketiga pada Piala Dunia 2018."Selama empat tahun terakhir saya mendapatkan pengalaman melatih yang sangat berharga dalam sepak bola," tulis Henry di Instagram dan Twitter.[suggestedarticle=3]"Pengalaman ini membuat saya lebih tekun lagi untuk memenuhi ambisi jangka panjang saya menjadi manajer sepak bola," sambung Henry yang juga pernah memperkuat klub Spanyol, Barcelona."Saya telah memutuskan bahwa saya harus meninggalkan Sky Sports untuk memungkinkan saya menghabiskan lebih banyak waktu di lapangan dan berkonsentrasi pada perjalanan saya untuk mencapai tujuan itu."Henry mendapatkan lisensi kepelatihannya saat bekerja dengan tim muda Arsenal, tetapi pada 2016 memilih untuk fokus pada pekerjaannya di Sky daripada bekerja di klub.
  272 kali
Merangkak dari Klub Amatir, Kini Pemain Mungil Prancis Jadi Juara Dunia
Gelar juara Piala Dunia 2018 sukses disabet Timnas Prancis, usai pada partai final menundukkan Kroasia dengan skor 4-2.Keberhasilan dari Prancis ini tidak terlepas dari daya juang serta kegigihan dari para pemain Prancis, salah satunya N'Golo Kante.Dalam penampilannya bersama timnas Prancis, Kante selalu menjadi starter dalam skuat Didier Deschamps.Hanya sekali ia digantikan oleh Deschamps di laga final melawan Kroasia.Dan, kehadiran Kante membuat tim berjuluk Les Bleus tersebut tak pernah terkalahkan selama gelaran Piala Dunia 2018.[suggestedarticle=3]Namun, siapa sangka kecermelangan Kante lahir saat ia meniti karirnya dari klub amatir di divisi 9 Liga Prancis.JS Suresnes merupakan klub divisi 9 Liga Prancis yang pertama kali dibela oleh Kante.Cukup lama Kante membela Suresnes dari tahun 1999 sampai 2010.Usai dari klub Suresne, Kante pun ingin menambah pengalamannya dengan mencoba mencicipi klub-klub besar yang ada di Prancis.Namun, ketika usianya menginjak 19 tahun, ia mendapatkan beberapa penolakan dari klub-klub besar Prancis.Dilansir dari GFFN, klub-klub besar Prancis seperti Paris Saint-Germain, Sochaux, Rennes, Lorient, dan Clairefontaine, semua menolak bergabungnya Kante ke klub mereka.[pagebreak]Terlalu Kecil[/pagebreak]Faktor postur tubuh Kante yang terlalu kecil membuat klub-klub besar tersebut tak mau menggunakan jasa Kante.Bahkan, sekertaris dari klub Suresnes, Pierre Ville, sampai turun tangan membantu Kante dalam proses kepindahannya."Kami mengatakan padanya bahwa belum waktunya ia untuk pindah. Dia tentunya sangat sedih, namun kami tak menyerah. Kami terus berusahan untuk meyakinkan dia jika waktunya tepat maka ia akan pindah," kata Ville dilansir dari Bleacher Report.Kesabaran Kante akhirnya berbuah hasil. Setelah menunggu dua tahun lamanya, tiba-tiba ada tawaran dari klub yang baru saja terdegradasi dari Ligue 1 kala itu, US Boulogne.Langsung saja Kante dikontrak oleh Boulogne, kemudian dimasukkan dalam tim cadangan mereka.Namun, cobaan masih harus dilalui Kante setelah pelatih Boulogne belum mempercayai Kante dalam posisi di skuat utama.[suggestedarticle]Rekan setim Kante di Boulogne, Maxime Colin juga mengungkapkan hal yang sama."Saat itu, pelatih meminta dia (Kante) bermain sebagai bek kanan. Saya menjadi pilihan pertama di posisi itu (bek kanan), dia jadi pilihan kedua," ujar Colin dilansir dari ESPN."Itu bukan posisi aslinya. Dia tak pernah dimainkan. Pelatih tak pernah benar-benar percaya padanya," tuturnya.Nasib Kante berubah setelah kedatangan pelatih baru Georges Tournay dalam tim Boulogne.Georges Tournay melihat bahwa Kante memiliki sesuatu yang spesial dibandingkan dengan pemain lainnya."Ketika saya tiba (di Boulogne), saya menlatih para pemain muda, termasuk Kante," kata Tournay."Dia sangat mengejutkan di dalam mata saya. Pergerakannya, tekniknya, kesimpelan permainannya dan staminanya membuat saya kagum. Saya tak mengerti kenapa dia masih di sana. Lalu, saya memberinya kontrak profesional," ujarnya.[suggestedarticle]Kecemerlangannya Kante kemudian dilirik oleh klub Cane pada tahun 2013.Kehdairan Kante di Cane pun membawa berkah. Pasalnya, Cane berhasil melaju sebagai tim promosi ke Ligue 1 musim 2014-2015.Usai sukses membawa Cane ke liga teratas Prancis, Kante melanjutkan petualangannya ke klub Liga Premier Inggris, Leicester City pada tahun 2015.Tak disangka, Kante sanggup membawa Leicester City menjadi juara Liga Premier Inggris musim 2015-2016.Pemain berdarah Mali itu pun terpilih menjadi pemain terbaik Leicester tahun 2016.[suggestedarticle]Tiba lah Kante di puncak karirnya usai mendapat pinangna dari klub yang saat ini ia bela, Chelsea.Di musim pertama Kante berseragam The Blues, Kante membawa Chelsea menjadi juara Liga Inggris 2016/2017.Kesuksesannya itu pun menjadikan Kante sabet gelar pemain terbaik Liga Inggris versi PFA pada musim tersebut.[suggestedarticle]Hingga prestasi tertingginya ditorehkan saat Kante dipanggil oleh pelatih Didier Deschamps untuk membela timnas Prancis di turnamen Piala Dunia 2018.Pemain mungil yang dulu sempat diremehkan saat berada di klub amatir itu, kini sanggup membawa Prancis menjadi kampiun di ajang paling bergengsi se-antero dunia itu.
  618 kali
Sebelum Raih Golden Ball, Luka Modric Jadi Pengungsi Perang dan Rumahnya Dibakar
Luka Modric kini dikenal sebagai salah satu pemain terbaik di dunia terlebih setelah berhasil meraih Golden Ball di Piala Dunia 2018. Siapa yang menyangka sebelum sukses menjadi pemain sepak bola, Modric sempat menjalani kehidupan yang begitu menakutkan.Penampilan apik Modric sukses membawa Kroasia melaju ke partai puncak Piala Dunia untuk pertama kali dalam sejarah. Sayangnya Kroasia harus menyerah di tangan Prancis dengan skor akhir 2-4.Modric menjadi jenderal dan jiwa di lini tengah Kroasia selama Piala Dunia 2018 bergulir. Pencapaian bersejarah Kroasia di Piala Dunia 2018 juga tidak lepas dari peran besar Modric.[suggestedarticle=3]Pemain Real Madrid tersebut memang dikenal sebagai pemain yang sukses sebagai pemain sepak bola, namun sebelumnya ia pernah menjalani kehidupan yang sulit di usia belia. Pada saat Modric usia 6 tahun, Perang Balkan pecah dan milisi Serbia menyerbu Modrici yang merupakan desa kecil di Dalmatia Utara.Salah satu yang menjadi korban keganasan tentara Serbia adalah Luka Modric Snr yang merupakan kakek Modric. Luka Modric Snr ditembaki oleh milisi Serbia bersama lima warga lokal lainnya untuk mengirimkan pesan agar semua warga Modrici meninggalkan daerahnya. Pada saat yang sama, rumah kake Modric juga dibumihanguskan oleh para milisi.[pagebreak]Perang Balkan[/pagebreak]"Saat perang dimulai, kami menjadi pengungsi, dan itu adalah saat yang sulit. Saya berusia enam tahun. Itu saat yang sangat berat. Saya mengingatnya dengan jelas, tapi ini bukan sesuatu yang kamu ingin ingat," ujar Modric dilansir dari The Sun.Orang tua Modric akhirnya memutuskan untuk pergi ke Zadar dan tinggal sementara menjadi pengungsi di Hotel Iz. Namun kesulitan dalam hal keuangan tidak membuat Modric berhenti mencintai sepak bola."Kami tinggal di hotel dalam beberapa tahun karena kami kesulitan finansial, tapi kami selalu mencintai sepak bola. Saya ingat pelindung kaki pertama saya ada gambar Ronaldo dari Brasil, dan saya menyukainya," ujar Modric.[suggestedarticle=2]"Peperangan membuat saya lebih kuat, itu adalah masa yang sulit untuk saya dan keluarga. Saya tidak ingin itu membawa saya selamanya, tapi saya juga tidak ingin melupakannya," ucap Modric.Kini pada usia 32 tahun, Modric sukses menjadi salah satu pemain paling sukses dari Kroasia. Tidak hanya di pentas dunia, di level klub Modric juga berhasil mengantar Real Madrid meraih empat gelar Liga Champions.
  712 kali
Sambutan Bak Pahlawan Didapat Para Pemain Kroasia di Zagreb
Kroasia memang tidak memenangkan Piala Dunia 2018 namun sambutan luar biasa di Zagreb, menggambarkan para pemain telah memenangi hati warga Kroasia.Para pemain tiba dan diarak dengan bus terbuka di jalanan ibukota Zagreb. A heroes' welcome. ??#BeProud #WorldCup pic.twitter.com/HFW50of2Jy — HNS | CFF (@HNS_CFF) July 16, 2018 Ribuan pendukung berada di jalanan Zagreb dan memadati lapangan Ban Jelenic untuk menunjukkan penghargaan mereka bagi tim terbaik yang pernah mengenakan jersey papan catur merah dan putih Kroasia. [suggestedarticle=3]Penggemar bersemangat menyalakan flare dan meneriakkan “Champion! Juara! ”Hanya satu hari setelah pertandingan Piala Dunia tim yang luar biasa berakhir dengan kekalahan 2-4 dari Prancis di final.Kekalahan hari Minggu mengakhiri kesempatan terbesar mereka untuk meraih sebuah trofi dunia. Namun perjalanan Luka Modric dkk. dihargai di ibukota Kroasia. Penggemar melambai-lambaikan bendera dan spanduk saat mereka memutar jalan-jalan kota menjadi lautan merah, putih, dan biru.Kerumunan diperkirakan lebih dari 200.000 orang - lebih dari lima persen dari total populasi bangsa - bernyanyi dan meneriakkan jalan mereka melalui perayaan, yang melihat tim nasional tiba dari Moskow. ???????????????? pic.twitter.com/4zkvObONq2 — Ivan Rakitic (@ivanrakitic) July 16, 2018 Scenes. ????#BeProud #Croatia #Vatreni?? pic.twitter.com/8lTZUyHVgB — HNS | CFF (@HNS_CFF) July 16, 2018
  682 kali
Kylian Mbappe: Juara Dunia Jadi Paspor untuk Tampil Lebih Baik
Kylian Mbappe meski sudah berpretasi tinggi, namun ia tetap rendah hati. Menurutnya, ikut membawa Prancis sebagai juara Piala Dunia 2018, sebagai paspor bahwa dia harus bisa tampil lebih baik lagi.Pemain remaja berusia 19 ini juga mengungkapkan, tidur adalah hal terakhir yang dia pikirkan setelah kemenangan di final Piala Dunia, Minggu (15/07).Mbappe dianugerahi penghargaan pemain muda terbaik turnamen itu, setelah penampilan memukaunya di Rusia.[suggestedarticle=3]"Saya mudah terlelap, tapi saya tidak akan tidur, kami akan merayakan ini," katanya kepada stasiun TV Prancis TF1."Kami akan kembali bekerja dalam beberapa pekan," tambahnya.Penyerang Paris Saint-Germain tersebut mengatakan dia dan rekan setimnya 'bangga membuat Prancis bahagia.'"Kami sadar bahwa kami juga memiliki peran ini. Kami dapat melihat bahwa mengesampingkan seluruh masalah mereka," ujar Mbappe. “Kami bermain untuk hal semacam ini," tambahnya.Dia menambahkan bahwa menjadi juara dunia merupakan "paspor untuk terus bermain dan tampil lebih baik lagi,".
  249 kali
TOP NEWS: Timnas U-16 Siap Tampil di Piala AFF, Griezmann Hormati Negara Uruguay
AFF resmi menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Piala AFF U-16 2018. Dua kota telah dipilih sebagai tuan rumah yakni Sidoarjo dan Gresik.Indonesia Tuan Rumah, Ini Dua Kota Penyelenggara Piala AFF U-16 2018Antoine Griezmann menjadi salah satu figur kemenangan Prancis di final Piaal Dunia 2018 melawan Kroasia.Apa Maksud Griezmann Bawa Bendera Uruguay Saat Rayakan JuaraPrancis menahbiskan diri sebagai yang terbaik di jagat raya sepakbola usai meraih gelar Piala Dunia 2018. Mereka sukses mengalahkan Kroasia di laga final dengan skor 4-2, dalam laga yang berlangsung di Stadion Luzhniki, Moskow pada Minggu (15/7) malam.5 Alasan Piala Dunia 2018 Jadi Yang Terbaik Sepanjang SejarahPelatih Tim Nasional U-19, Indra Sjafri tidak ingin membandingkan Timnas U-19 era sekarang dengan skuad yang dimiliki pada era Evan Dimas. Indra berharap Timnas U-19 sekarang bisa lebih hebat dibanding saat era Evan Dimas.Indra Sjafri Tak Ingin Timnas U-19 Sekarang Disamakan Dengan Era Evan Dimas
  1361 kali
Pawai Kemenangan Prancis, Ciptakan Rasa Persatuan
Prancis juara Piala Dunia 2018, disambut dengan pawai meriah di Paris, Senin (16/7/2018). Sukses ini menciptakan rasa persatuan Prancis yang bermaterima lebih banyak pemain keturunan Afrika. Surat kabar dan stasiun TV memuji kemenangan Piala Dunia Prancis pada Senin, sementara pekerja kebersihan bekerja keras setelah pesta malam yang gila di Paris menjelang pawai kemenangan sampai ke Champs Elysees. Lalu pada saat parade dilakukan Champs Elysees dipadati tidak kurang dari 500.000 orang yang mengelu-elukan Kylian Mbappe dan kawan-kawan."Hari Kemenangan Kita Ada di Sini", kata Le Figaro, merujuk isi bait lagu kebangsaan Marseillaise."Sejarah Dibuat" harian olahraga L`Equipe menyebut, sementara jurnal bisnis Les Echos menuliskan "Champions of the World" dengan lebih lugas. Foto-foto superstar Kylian Mbappe, Antoine Griezmann dan Paul Pogba, serta foto-foto tim lainnya yang memegang tinggi-tinggi dan mencium trofi, mendominasi liputan.[suggestedarticle=3]Kemenangan itu telah menciptakan rasa persatuan nasional, dengan para komentator mengumbar fakta bahwa skuat, termuda kedua dalam kompetisi, termasuk banyak pemain yang nyaris keseluruhan berketurunan Afrika tengah dan utara, kecuali dua pemain saja yang lahir di Prancis.Ketika negara itu memenangkan Piala Dunia pertamanya pada tahun 1998, saat Zinedine Zidane menjadi andalan dan playmaker-nya, tim ini disebut sebagai "Black-Blanc-Beur" (Hitam-Putih-Arab), referensi positif untuk keberagaman etnisnya.Tetapi beberapa pihak ingin mendorong frasa itu ke satu sisi saja, melihat di dalamnya ada rasa keterpisahan bahkan jika itu dimaksudkan secara positif."Kami tidak pada tahun 1998," kata Mounir Mahjoubi, sekretaris negara untuk urusan digital, yang orang tuanya beremigrasi dari Maroko."Kami tidak merayakan `Black-Blanc-Beur`, kami merayakan persaudaraan," katanya tentang tim saat ini.Video-video yang diambil para pemain di ruang ganti yang penuh hingar bingar setelah kemenangan menunjukkan mereka bernyanyi, menari, dan bersulang bersama, sambil mengerumuni Presiden Emmanuel Macron yang nyaris tidak bisa menahan kegembiraannya.Untuk Macron, yang menjadi presiden tahun lalu pada usia 39 tahun dengan membawa gerakan politiknya menuju kemenangan melawan rintangan, Keberhasilan tim sepak bola itu kemungkinan akan memiliki dampak positif setelah kemerosotan popularitasnya dalam jajak pendapat.Sistem metro Paris pun memasuki suasana perayaan. Mereka mengumumkan nama sejumlah stasiun yang diubah secara singkat untuk menghormati para pemain dan pelatih, Didier Deschamps.[pagebreak]Stasiun KRL Diberi Nama Deschamps[/pagebreak]Stasiun Notre-Dame des Champs diberi label ulang "Notre Didier Deschamps", dan Victor Hugo dialihkan ke "Victor Hugo Lloris" selaku kapten tim dan penjaga gawang.Champs Elysees seluas 2 km persegi, Arc de Triomphe dan Place de la Concorde yang juga luas, berubah menjadi lautan manusia pada Minggu malam. Mereka melambaikan bendera merah, putih dan biru, menyalakan petasan dan meniup peluit sampai pagi.Pada Senin, efek-efeknya masih terlihat. Sejumlah jendela pecah, mobil terbalik dan grafiti tertulis di sana-sini, termasuk frasa "Liberte, Egalite, Mbappe", referensi untuk semboyan nasional "Liberte, Egalite, Fraternite".Di jagat twitter, legenda Brazil Pele memberi penghormatan pada Mbappe, pemain menonjol Prancis dan superstar berusia 19 tahun, dengan mengatakan bahwa jika pemain remaja itu tetap menyamai rekor golnya, Pele mungkin harus kembali mengikatkan sepatunya.Mbappe membalas tweet dalam bahasa Inggris yang mengatakan "Raja akan selalu menjadi raja" dan dengan cepat mendapatkan 15.000 retweet.Tim Prancis yang datang pada pukul 1400 GMT, disambut meriah di bandara Charles de Gaulle . Mereka dielu-elukan sepanjagn jalan menuju Champs Elysees, lalu dijamu kemenangan resmi bersama Macron di Istana Elysee.Bukan hanya di Paris bahwa negara telah diambil alih demam sepak bola. Dari selatan Nice dan Marseille ke Lille di utara, Nantes di barat dan sejumlah kota dan kota lain di antaranya, stasiun TV penuh dengan gambar penggemar berpakaian merah, putih dan biru bernyanyi di jalan dan alun-alun.
  803 kali
Keren! Stasiun KRL Prancis Akan Diberi Nama Deschamps
Sebagai penghargaan atas prestasi yang diraih pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, satu stasiun kereta api listrik (KRL) bawah tanah akan diberi nama dirinya, sementara penyair Victor Hugo bakal harus berbagi slot memorialnya di peta transportasi Paris dengan kiper sekaligus kapten tim nasional Prancis.Ketika Les Bleus pulang dengan trofi Piala Dunia pada Senin, otoritas transportasi ibukota Prancis RATP mengatakan, pihaknya telah mengganti nama enam stasiun KRL bawah tanah sebagai wujud penghormatan.Satu stasiun, Notre-Dame des Champs, sekarang akan disebut Notre Didier Deschamps, sebagai penghargaan kepada sang pelatih.[suggestedarticle=3]Didier Deschamps merupakan satu dari tiga orang sepanjang sejarah Piala Dunia, yang mampu memenangi trofi sebagai pelatih setelah memenanginya sebagai pemain, di mana ia membantu timnya memenangi gelar pertama di turnamen akbar ini pada 1998.Stasiun Victor Hugo kini akan dinamai Victor Hugo Lloris, mengacu kepada kapten merangkap kiper Hugo Lloris.Stasiun Bercy akan menjadi "Bercy Les Bleus," dekat dengan "Merci (terima kasih) Les Bleus."Les Bleus pulang pada Senin dari negara tuan rumah Piala Dunia Rusia untuk merayakan kemenangan mereka dengan parade di Champs Elysees.Pada salah satu sisi jalan itu, salah satu perhentian KRL lainnya yang bernama "Charles de Gaulle - Etoile" dinamai ulang menjadi "On a 2 a toiles," mengganti nama pemimpin masa perang dengan tulisan yang berarti "Kami memiliki dua bintang," masing-masing satu bintang untuk keberhasilan menjuarai Piala Dunia.Dengan permintaan untuk kaus tim Prancis melonjak drastis, polisi mendesak massa untuk menjauh dari depan toko Nike di Champs Elysees pada Senin pagi.Inggris, yang secara mengejutkan mampu mencapai semifinal, telah mengganti stasiun Southgate menjadi Stasiun Gareth Southgate, untuk menghormati sang pelatih tim nasional mereka.
  677 kali
Pemain Berdarah Filipina Ikut Jadi Bagian Juara Dunia Bersama Prancis
Alphonse Areola menjadi salah satu bagian dari skuad Prancis yang berhasil menjadi juara Piala Dunia 2018. Areola merupakan salah satu pemain yang memiliki garis keturunan dari Filipina.Prancis berhasil merebut gelar Piala Dunia 2018 bersama Prancis usai menaklukkan Kroasia di partai final. Prancis berhasil menang dengan skor 4-2 dari Kroasia untuk memenangkan gelar juara dunia kedua mereka.[suggestedarticle=3]Areola menjadi salah satu dari tiga kiper yang dibawa Prancis ke Piala Dunia 2018. Areola merupakan salah satu pemain yang memiliki silsilah keluarga dari luar Prancis.[pagebreak]Selengkapnya[/pagebreak]Kedua orang tua Areola berasal dari Filipina dan memilih untuk merantau ke Prancis. Pada 27 Februari 1993, Areola lahir di Paris, Prancis memiliki warga negara Prancis.Pemain yang kini berusia 25 tahun itu memiliki peluang untuk membela tim nasional Filipina, namun Areola lebih memilih untuk membela Les Blues.   KEEP CALM ! The World Cup is here ! CHAMPION DU MONDE ! 🏆⭐️⭐️ 🇫🇷 @equipedefrance #fiersdetrebleus #ChampionduMonde A post shared by Alphonse Areola (@areolaofficiel) on Jul 15, 2018 at 11:31am PDT
  1876 kali
1531749601889 tag