Menunggu Aksi Nyata, setelah Haringga Sirila Tiada...


  •    Gerry Putra
  •    25/09/18 - 17:10
  •    1134

(Ilustrasi Sepak Bola Indonesia Berduka (Terus?). /Bolalob)

Seorang suporter Liverpool, Sean Cox, ditusuk ketika diserang sejumlah besar pendukung AS Roma, di dekat Anfield, menjelang pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions antara kedua kubu, pada 24 April 2018, yang dimenangi Liverpool 5-2.

Atas insiden itu, pada 5 Juni 2018, UEFA menjatuhkan sanksi kepada AS Roma berupa:
1. Denda 50.000 euro atau sekitar Rp 877 juta.
2. Melarang AS Roma menjual tiket kepada suporter mereka untuk dua laga UEFA berikutnya, di mana AS Roma bermain sebagai tim tamu. Pertandingan tandang kedua di mana AS Roma akan menjalani sanksi larangan menjual tiket kepada suporternya akan diperhitungkan dalam masa probasi dua tahun.

"Otak penyerangan keji ini tidak punya tempat di dunia sepak bola dan kami akan memastikan bahwa mereka akan mendapatkan ganjaran dengan tingkat keseriusan maksimal," demikian pernyataan UEFA, seperti dilansir ANSA.




Selain itu, menghadapi leg kedua semifinal Liga Champions antara AS Roma dan Liverpool, di Olimpico, pada 2 Mei 2018, pemerintah Italia meningkatkan keamanan untuk menjaga ketertiban dan keselamatan, terutama suporter Liverpool.

Hal yang dilakukan pemerintah Italia antara menyiapkan lebih dari 1200 polisi untuk mengamankan Olimpico dan area sekitarnya mulai sebelum pertandingan. Polisi Italia juga memberlakukan larangan minum alkohol di jalan dan memasang atribut sepak bola di tempat umum.

Sementara itu, terduga pelaku penusukan dan pengeroyokan terhadap Cox, yaitu Filipo Lombardi (20 tahun) dan Daniele Sciusco (29 tahun) menjalani proses hukum di Merseyside.

Respons UEFA, AS Roma, pemerintah Inggris, dan pemerintah Italia berkaitan dengan keselamatan penonton barangkali bisa menjadi contoh bagi PSSI dan semua pihak yang punya wewenang dan kepentingan berkaitan dengan sepak bola Indonesia dalam menghadapi insiden tewasnya pendukung Persija Jakarta, Haringga Sirila.

Haringga meninggal dunia akibat dikeroyok sejumlah oknum yang diduga suporter Persib Bandung. Peristiwa itu terjadi sebelum pertandingan pekan ke-23 Liga 1 antara Persib dan Persija, di Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9/2018), sekitar pukul 13:00 WIB.

Asosiasi Pemain Profesional Indonesia sudah mengambil tindakan, yaitu menolak bermain pada Liga 1 pekan ke-23, hingga suporter membuat Nota Perdamaian.

"Ada kesan yang merasakan hukuman itu bukan suporter tapi klub, denda uang yang membayar adalah klub dan bukan suporternya. Selain itu, dalam partai usiran, suporter di dalam stadion bisa kosong, tetapi di luar bisa tawuran," ujar General Manajer APPI Ponaryo Astaman, Selasa (25/9/2018).

"Hal ini bisa diantisipasi dengan memberikan hukuman yang lebih berat dari sebelumnya. kalau suporter merasakan dampak hukuman itu, niscaya mereka tidak akan melakukan pelanggaran, tidak merugikan klub," lanjut Ponaryo.

Apa pun, sepak bola tak pernah sebanding dengan nyawa... halaman 2 dari 2


Pulau Dewata Kecanduan Sepakbola! | City Of Football: Bali United








Berita Terkait


1545107402151

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?