Demi Lewati Play-off, CISC Banjarmasin rekrut Pelatih Berlisensi Nasional


  •    Tjatur Wiharyo
  •    14/10/18 - 07:20
  •    484

(CISC Banjarmasin pada Euro Futsal Championship 2018 Banjarmasin, Sabtu (13/10/2018). /Bolalob)

Euro Futsal Championship 2018 menjadi gairah baru bagi komunitas suporter klub elit Eropa di Indonesia. Begitu juga sederet basis suporter di Pulau Borneo. Berbagai hal mereka lakukan demi lolos dari babak play-off.

Tahun ini menjadi kali pertama Euro Futsal Championship series Kalimantan digelar. Sederet tim pun berambisi menembus babak play off demi mengangkat reputasi sekaligus mempererat kekerabatan.

CISC Banjarmasin, basis suporter tim sepak bola Chelsea, adalah salah satunya. Meski secara komposisi pemain, tak sedalam sejumlah tim lainnya, mereka bertekad menunjukkan permainan terbaik.

"Bagi kami, loyalitas penting. Beberapa pemain tim ini, memang bagian dari muka-muka lama," ucap manajer, Whisnu Wardhana.




Pada tahun 2015, Super Soccer juga menggelar turnamen di kalangan suporter. Beruntung memang saat itu, tim yang diasuh Fazriadi saat itu sukses finis di peringkat keempat. Mungkin hal tersebut yang mendasari kepercayaan petinggi kepada pemain.

Setidaknya hampir 50 persen muka lama dipertahankan. Namum, tahun ini perubahan coba mereka lakukan dengan mendaratkan pelatih berlisensi nasional. Wahyu Ramadhan, pelatih futsal muda yang telah mengantongi lisensi one nasional ini menjadi pilihan.

Harapan realistisnya tentu menembus putaran final Euro Futsal Championsip regional Kalimantan. Hasilnya pun terbukti. Berada di Grup B bersama JCI Banjarmasin, Juventini Banjarbaru, dan Indobarca Banjarmasin, CISC berhasil lolos ke putaran final setelah mengantongi 6 poin.

Unggul atas Juventini Banjarbaru 6-4, mereka harus mengakui keunggulan dari JCI Banjarmasin dengan skor telak 10-4. Semangat skuat asuhan Wahyu Ramadhan masih terjaga. Mereka bangkit pada laga pamungkas dengan membungkam Indobarca Banjarmasin 7-4 sekaligus memastikan satu tiket ke putaran final sebagai runner up grup B.

"Suatu kebanggaan luar biasa bagi kami. Ini menjadi sejarah bagi kami," terang Whisnu.

Kebahagiaan juga terucap dari pemain CISC Banjarmasin, M Ridho. Ia bahkan sempat tak menyangka mampu lolos ke putaran final.

"Tim ini memang luar biasa. Semangat kami tentu tidak boleh turun begitu saja. Seperti halnya Chelsea yang sempat mengalami masa sulitnya," ucap Ridho.

Sedangkan bagi Wahyu Ramadhan, Ia menilai tim asuhannya memang memiliki potensi bagus dalam kompetisi ini. Akan tetapi minimnya jam terbang juga menjadi kendala yang mereka hadapi.

"Memang tak semua, namun untuk melangkah lebih jauh atau menjadi juara, semua pemain harus memiliki rasa yang sama dalam bermain," terang Wahyu.

Pada putaran final Euro Futsal Championship regional Kalimantan. Langkah CISC Banjarmasin harus terhenti setelah menelan dua kekalahan dari Indobarca Samarinda 8-4 dan PRMI Sampit 6-2 di Borneo Indoor Futsal Banjarmasin.


Wheelchair Basketball Indonesia Bikin Terharu! - Edisi Spesial Asian Para Games

Terakhir diubah:  16/10/18 - 13:24







Berita Terkait


1539444001608

End of content

No more pages to load