GOR Djarum Magelang Gairahkan Bulutangkis di Kota Militer


  •    Gerry Putra
  •    16/10/18 - 17:00
  •    987

Gerry Putra/Bolalob

Di sudut jalanan Kota Magelang, tepatnya di Jalan Beringin VI/78 berdiri Gedung Olah Raga (GOR) yang megah. GOR itu dikenal dengan nama GOR Djarum.

GOR itu didirkan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation yang merambah ke luar kota Kudus dan Jakarta. Tentu saja, tujuannya untuk mencari sekaligus melahirkan bibit muda pebulutangkis nasional.

GOR Djarum diresmikan pada tahun 2015. GOR tersebut jadi yang pertama dibangun Djarum Foudantion di luar kota Kudus dan Jakarta. Dua kota tersebut merupakan pusat pembinaan Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum.




Pembangunan GOR Djarum bermula dari banyaknya permintaan sejumlah klub bulutangkis di Magelang. Klub-klub tersebut merasa kekurangan fasilitas untuk berlatih dan melakukan pembinaan. 

Aspirasi itu akhirnya terdengar oleh Djarum melalui seorang dokter bernama Oei Hing Dijen. Dokter Oi punya kedekatan dengan Djarum dan ia merasa bulutangkis usia muda harus berkembang pesat di Magelang.

Animo Bulutangkis kota yang akrab disebut Kota Militer, karena identik dengan Akademi Militer TNI, terbilang tinggi. Sebelum ada GOR Djarum, para pebulutangkis muda bermain di GOR yang kurang memenuhi syarat. Bahkan, sampai ada yang berlatih dan bermain di Balai Desa. Tentu itu saja hal tersebut kurang layak untuk sistem pembinaan atlet muda.

Dibangun mulai 22 April 2014, GOR Djarum yang luasnya 2.210 meter persegi berdiri di atas lahan seluas 7.135 meter persegi. GOR ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas berstandar nasional.



GOR Djarum dilengkapi dengan lima buah lapangan, ruang ganti, toilet, tribune penonton, wall of fame, player lounge, kantin, dan juga fasilitas bagi penyandang disabilitas.

Klub-klub bulutangkis di Magelang mendapat keistimewaan memakai GOR Djarum. Klub bisa memakai lapangan pada pukul 08.00-17.00 setiap harinya. Masyarakat umum pun bisa memakai GOR tersebut.

"GOR Djarum karpetnya sudah standar nasional, lalu kapasitas tribune ini maksimal seribu penonton. Untuk pembinaan kita kasih gratis. Dari jam 6 sore sampai 10 pagi, kita buka untuk sewa masyarakat umum," ujar Edi Suprianto, pengelola GOR Djarum, kepada Bolalob.

Meski memakai nama Djarum, klub PB Djarum tak berlatih di GOR Magelang. Klub memilih berlatih di dua GOR sebelumnya, yakni GOR Djarum Kudus dan GOR Djarum Jakarta.

Tapi, pengelola bakal berikan prioritas kepada PB Djarum jika ingin memakai GOR Djarum Magelang. Klub tinggal mengirim surat ke pengelola dan lapangan di GOR sudah siap dipakai PB Djarum.

"Kalau PB Djarum memang tidak latihan rutin di sini. Kecuali jika mereka minta baru berkirim email. Kita kasih mereka terlebih dahulu, prirotas utama lapangan yang untuk PB Djarum," lanjut Edi.

GOR Djarum pun beberapa kali menggelar kejuaraan level nasional. Beberapa turnamen yang diselenggarakan di GOR Djarum adalah Sirkuit Nasional dan Superliga.

Bahkan animo penonton mengunjungi GOR Djarum selalu membludak saat final Superliga 2017. "Saya sampai mengalihkan parkir kendaraan ke mesjid di depan karena penontonya begitu banyak," tutur Edi. halaman 2 dari 2
Hanya digunakan untuk kegiatan Bulutangkis

Tidak seperti GOR lainnya yang kebanyakan ada di kota lainnya, GOR Djarum punya aturan khusus, termasuk di Magelang. Tujuan mengembangkan bibit muda bulutangkis membuat GOR tak bisa diperuntukan olahraga lain.

"Tidak ada kegiatan olahraga lainnya di GOR ini, selain bulutangkis. Karena memang GOR ini khusus kegiatan bulutangkis saja dan tidak bolah ada kegiatan lain," jelas Edi.

Djarum Foundation memang serius dalam mengelola bulutangkis. Terlebih kota Magelang sudah lama tak melahirkan atlet bulutangkis yang mampu menembus level nasional.



Terakhir kali Magelang melahirkan atlet bulutangkis yang menembus level nasional adalah atas nama Zelin Resiana. Zelin merupakan ganda putri yang diandakan Indonesia pada Piala Uber 1994 dan 1996.

Pada Piala Uber 1994 dan 1996, Zelin berhasil membawa Indonesia tampil sebagai juara. Tak hanya itu, pasangan Eliza Nathanael tersebut juga beberapa kali meraih gelar juara di Swiss Terbuka 1993, AS Terbuka 1996, Indonesia Terbuka 1996, hingga terakhir medali emas SEA Games 1997.

Selain Zelin, ada juga nama tunggal putra mantan penghuni pelatnas, Andre Kurniawan Tedjono. Prestasi Andrea Kurniawan juga terbilang baik, pria kelahiran Magelang 7 Desember 1986 itu pernah meraih gelar juara Austrian International Challange 2010 dan Juara Yonex Dutch International 2012.

Atas dasar pembinaan dan fokus pada bulutangkis, GOR Djarum secara khusus tak mengadakan kegiatan lain selain bulutangkis. Keberadaan GOR Djarum diharapkan bisa mendongkrak pembinaan bulutangkis di kota Magelang dan sekitarnya.

Terlebih dengan digelarnya kejuaraan Blibli.com Superliga Junior 2018, 16-21 Oktober ini, animo bulutangkis di Magelang dipastikan meningkat. Tak hanya disuguhkan dengan pertandingan seru, tapi juga ajang unjuk gigi Magelang sebagai kota bulutangkis nasional.
Terakhir diubah:  16/10/18 - 18:21







Berita Terkait


1553334585540

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?