Futsal Jadi Cabor Resmi SEA Games 2019, Begini Syaratnya

Dalam Rapat South East Asean Games Federation (SEAGF) pada 15-16 Mei di Hotel Shangrilla, Manilla, Fiipina, tuan rumah SEA Games 2019 tersebut tidak memasukan Futsal ke dalam cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Minat negara tersebut untuk memainkan futsal di SEA Games rupanya hampir tidak ada.Bahkan dalam daftar waiting list cabor yang berencana dimasukan, futsal kalah pamor dengan Netball, Obstacle Course, Sambo, Skateboarding, Shuttlecock, Surging, Water Skiing, Rock Climbing, Aero Sports dan bahkan e-sports.Meski begitu masih ada harapan untuk Futsal masuk ke SEA Games edisi ke-30 tersebut. Negara peserta lain hanya harus mengirimkan surat pengajuan paling lambat 13 Juni mendatang. Penentuan daftar cabor akhir SEA Games 2019 diumumkan pada November mendatang.[suggestedarticle=3]Bukan hanya itu, menurut ketua Komite Olimpiade Indonesia, Erick Tohir, minimal olahraga yang diajukan tersebut mendapat dukungan dari 4 negara peserta."Ya, kita akan segera koordinasikan dengan PB IPSI apalagi usulan memasukkan cabor tambahan minimal didukung 4 negara peserta sesuai ketentuan yang berlaku. Dan, usulan penambahan cabor sudah harus disampaikan 13 Juni 2018," jawabnya saat ditanya pengajuan pencak silat ke SEA Games 2019 seperti dilansir Bolasport.Selain itu pengajuan ini juga masih akan diverifikasi dan ditentukan lagi sebelum akhirnya diumumkan pada November 2018 mendatang.Ajang ini sendiri bakal digelar pada 30 November hingga 10 Desember di Clark City, kota baru yang akan dibangun oleh Filipina, serta dua kota penopang yaitu Metro Manila dan Subic Freeport.

Ini 30 Cabang Olahraga yang Bakal Dipertandingkan di SEA Games 2019 Filipina

Rapat South East Asean Games Federation (SEAGF) pada 15-16 Mei di Hotel Shangrilla, Manilla, Filipina, menghasilkan beberapa keputusan, salah satunya pengajuan Cabang Olahraga yang akan dipertandingkan di SEA Games ke-30 pada 2019.Tuan rumah Filipina mendapatkan kekuasaan untuk menentukan cabang olahraga mana yang akan dimainkan. Filipina akhirnya memilih 30 cabor yang akan dipertandingkan di SEA Games pada 2019 mendatang.Awalnya Bulu Tangkis tidak dimasukan Filipina dalam daftar awal. Namun pihak Indonesia yang diwakili ketua Komite Olimpiade (KOI) Erick Tohir, mengajukan keberatan atas tidak dimasukannya salah satu cabor unggulan tersebut.Atas dukungan negara lainnya, Bulu Tangkis akhirnya termasuk dalam 30 cabor yang akan dipertandingkan. Untuk cabang olahraga lain.[suggestedarticle=3]"Sama seperti di Malaysia saat tuan rumah SEA Games ke-29, Philipina yang menjadi tuan rumah SEA Games ke-30 juga punya full power dalam menentukan cabor yang dipertandingkan. Di pertemuan awal SEAGF, kita menyampaikan keberatan dan baru sukses meloloskan cabor bulutangkis dari 30 cabor usulan," kata Tohir.Olahraga unggulan lainnya seperti Pencak Silat baru akan diusulkan setelah rapat ini dengan bantuan dukungan dari negara Asean lainnya. Pengajuan Cabor yang tidak termasuk dalam daftar bisa diajukan paling lambat 13 Juni mendatang.Penentuan Cabor dalam SEA Games 2019 tersebut bakal digelar pada rapat akhir SEAGF November mendatang.Ajang ini sendiri bakal digelar pada 30 November hingga 10 Desember di Clark City, kota baru yang akan dibangun oleh Filipina, serta dua kota penopang yaitu Metro Manila dan Subic Freeport.Berikut daftar 30 Cabor awal di SEA Games 2019:1. Atletik2. Akuatik3. Memanah4. Bulu Tangkis5. Bisebol/Sofbol6. Bola Basket7. Billiar8. Boling (ten-pin)9. Tinju10. Sepeda11. Berkuda/Polo12. Anggar13. Sepakbola14. Golf15. Senam[suggestedarticle=3]16. Judo/Jujitsu17. Karatedo18. Berlayar19. Sepak Takraw/Chinlone20. Menembak21. Squash22. Taekwondo23. Triathlon24. Bola Voli25. Angkat Besi26. Gulat/Kurash27. Wushu28. Arnis29. Dancesport30. Muay

SEA Games 2017 Jadi Sebuah Pelajaran Berharga Timnas Indonesia

Ajang SEA Games 2017 bagi cabang sepak bola memang tak berpengaruh terhadap hitungan rangking FIFA, tapi gengsinya begitu besar bagi negara-negara kawasan Asia Tenggara. Medali emas cabang ini sangat tinggi nilainya, bahkan sampai ada ungkapan bagi Kontingen Indonesia, tak apa-apa jika gagal jadi juara umum SEA Games, tapi asal medali emas sepak bola kita bisa rebut atau bawa pulang.Ekspetasi bagi penggemar sepak bola tanah air, begitu tinggi terhadap keping emas sepak bola. Apalagi, sudah 26 tahun PSSI tak berhasil juga mempersembahkan medali emas SEA Games untuk Kontingen Indonesia. Kerinduan akan menjadi nomor satu pada cabang ini kian menggunung.Persiapan cukup rapi dijabarkan oleh pelatih baru timnas yang dikontrak PSSI, Luis Milla asal Spanyol. Tapi, program yang tersusun rapi itu tak jalan sebagaimana pelatih inginkan. Timnas U-22 yang disiapkan, tersendat hanya karena tarik ulur PSSI dengan Kemenpora soal pembiayaan mereka.[suggestedarticle=3]Sepak bola tak masuk hitungan cabang yang harus dibiayai Kemenpora karena digolongkan tak menghasilkan medali emas. Justru kalah dengan tim Futsal Putri yang segala persiapannya ditangani Kemenpora lewat Program Prima.PSSI memutuskan untuk berdikari, meski dengan dana yang terbatas. Evan Dimas dan kawan-kawan menjalani persiapan dengan tak sepenuhnya mengikuti program awal Luis Milla.Hasilnya, meski tak meraih medali emas yang diimpikan, Evan Dimas dan kawan-kawan sudah menunjukkan kemajuan dengan pola permainan yang diturunkan Luis Milla. Timnas U-22 sukses lolos ke Semifinal menjadi runner-up Grup B di bawah tim tangguh Thailand.Di semifinal, Timnas U-22 Indonesia menghadapi tuan rumah Malaysia yang dalam persiapannya sempat terkendala jumlah pemain. Namun, lagi-lagi diluar dugaan, Malaysia seperti macan yang siap menerkam jika menghadapi Indonesia.Semangat mereka begitu besar dalam menekan yang membuat Evan Dimas dan kawan-kawan juga harus kerja keras hanya untuk merebut bola. Peluang emas banyak tercipta baik dari Febri Hariadi, Yabes Roni dan Hanif Syahbandi, namun gol tak juga lahir untuk Indonesia.Sebuah situasi yang menyesakkan dada akhirnya muncul pada menit ke-87. Sundulan pemain Malaysia, Thanabalan masuk ke gawang Satria Tama, memanfaatkan sepak pojok. Kontan, Stadion Shah Alam seperti meledak dengan suara pendukung tuan rumah.Hasil itu bertahan hingga pluit panjang berbunyi. Malaysia ke final, sementara Timnas U-22 gagal dan semakin panjang penantian suporter Indonesia hanya untuk meraih keping medali emas sepak bola SEA Games.Beruntung, ya sekali lagi beruntung, Evan Dimas dan kawan-kawan masih bisa menyumbangkan medali perunggu setelah mengalahkan Myanmar 3-1, Selasa (29/8/2017). Medali emas diraih Thailand yang memang sebagai kekuatan tertinggi sepak bola Asia Tenggara, setelah mengalahkan Malaysia di final.Bagi Indonesia, kegagalan meraih emas di SEA Games 2017 ini memang menyakitkan, namun tak perlu terus disesali. Kegagalan ini menjadi pematangan bagi skuad muda Luis Milla untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.Tentunya, prestasi tinggi yang berpengaruh terhadap rangking FIFA dan usaha untuk meningkatkan diri guna melahirkan pemain-pemain besar di masa datang. Harapan harus tetap ada dan harus terus dihidupkan, karena kita masih punya sejumlah talenta, sebut saja Evan Dimas, Hanif Syahbani, Septian David Maulana, Febri Hariyadi dan kawan-kawan. Mereka masih bisa dipoles lagi dan ditingkatkan kemampuannya. Oleh karena itu, tetaplah dukung mereka. Dukung terus perjuangan mereka. Dan mari kita jadilah suporter terbaik dunia, yang menyambut timnya saat menang dan menjemput pemain kesayangannya saat merka kalah.
1504915201859