Uniba Batam Tunggu Kongres Futsal PSSI

Dualisme kepengurusan futsal Nasional yang terjadi di awal 2014 ini membuat tim-tim futsal seperti bingung untuk memilih jalan. Tim ini pun akhirnya seperti ikut terbelah karena dualisme. Salah satu tim futsal amatir yang bermain untuk Nusantara Futsal League (NFL) Uniba FT Batam mengaku, tetap ingin berada di bawah PSSI meski sempat ragu. Uniba Batam sendiri merupakan juara NFL Serie A dan berhak promos ke Indonesia Futsal League 2014 (IFL). "Uniba hanya memilih organisasi yang resmi, bukan yang ilegal yang ibaratnya akan menyaingi BFN dan PSSI," kata Jamal, pelatih Uniba. BACA JUGA: Ini 7 Peran Kerja Untuk Futsal Indonesia Yang Perlu Dijalankan AKFI Diungkapkan Jamal, timnya saat ini sudah mempersiapkan diri untuk berlaga di IFL dari awal Januari. "Kami saat ini sedang persiapan menuju Liga Pro saja. Latihan rutin dan kompetisi antar Mahasiswa kami juga kami programkan." Saat ini, Uniba lebih memilih menunggu hasil kongres futsal yang akan diadakan PSSI sambil persiapan menghadapi IFL. "Kami menunggu hasil dari kongres futsal yang akan dijalankan PSSI saja. Kami juga tunggu kejelasan kelanjutan kompetisi yang diadakan BFN dan PSSI," ujar Jamal. "Kami berharap kedepannya PSSI dan BFN mau lebih turun ke daerah-daerah untuk menyaring pemain-pemain potensial dari daerah. Bukan hanya pemain dari pulau Jawa saja yang diperhatikan. Promosi dan publikasi kompetisi yang diadakan juga sangat perlu untuk menaikkan demam futsal di Indonesia," pungkas Jamal.

Futsal Indonesia Harus Punya Kalender dan Program Jangka Panjang

Futsal Indonesia yang tiga tahun belakangan terlihat tak terlalu menanjak prestasinya disinyalir akibat kegagalan Badan Futsal Nasional (BFN) yang tak membuat program jelas untuk olahraga yang semakin berkembang ini. Menurut Ikhlas Bahar, sekjen Asosiasi Klub Futsal Indonesia (AKFI), ketidakbecusan BFN untuk menangani masalah program ini mengakibatkan klub-klub menjadi tak jelas arah setelah bermain di Indonesia Futsal League yang hanya berlangsung 4-5 bulan. "Kalau alasannya hanya mentok di dana berarti mereka tak mengerti manajemen komunikasi yang baik. Masalahnya hanya komunikasi para petinggi BFN ini terhadap industri-industri yang mau menginvestasikan keuntungan atau CSR-nya di futsal. Banyak perusahaan yang mau mendanai kegiatan futsal Indonesia hanya dengan dana CSR," ucap Ikhlas. BACA JUGA: PSSI Larang Asprov Hadir di Kongres Futsal AKFI? Untuk itu Ikhlas bersama AKFI yang akan menyelenggarakan Kongres Futsal Nasional pada 19-20 Januari nanti sudah membawa cetak biru rencana mereka untuk kemajuan olahraga ini kedepannya. "Di kongres nanti kami akan paparkan blueprint dan rencana jangka panjang AKFI. Kami sudah siapkan program dan rencananya. Kami sudah punya pemikiran untuk jangka panjang. Program ini memang sangat dibutuhkan untuk futsal Indonesia saat ini," tambah pemilik klub Brilyan Sport ini. Selain membuat kalender kegiatan selama setahun dan untuk jangka panjang, AKFI juga sudah membuat standarisasi penilaian profesionalitas klub-klub futsal yang ada. "Saya pikir banyak orang yang melihat kegiatan yang kami buat ini dari sisi positifnya untuk futsal nasional," pungkasnya. Kongres AKFI sendiri akan rencananya akan digelar pada 19-20 Januari di Hotel Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta Utara dengan mengagendakan pembentukan kepengurusan Asosiasi Futsal Indonesia dan program futsal kedepannya.

Kendati Hanya Raih Perunggu, BFN Cukup Puas dengan Performa Timnas Futsal Putra

Tim nasional futsal putra Indonesia kembali meraih medali perunggu pada ajang SEA Games, kali ini pada SEA Games 2013 setelah sebelumnya meraih medali yang sama pada SEA Games 2011. Timnas sendiri pada awalnya ditargetkan minimal melaju hingga partai fnal, atau setidaknya meraih medali perak. Artinya, Timnas tidak mencapai target yang diinginkan oleh pemerintah. BACA JUGA : Justinus Lhaksana Mengajukan Pengunduran Diri dari BFN Meskipun demikian, Badan Futsal Nasional (BFN) melalui Justinus Lhaksana selaku Wakabid Teknis BFN menyatakan jika mereka cukup puas dengan performa Timnas. Hal ini dikarenakan berbagai kendala yang menerpa Timnas selama persiapan jelang terjun pada ajang SEA Games ini. "Terkait masalah target memang harus diakui jika hal tersebut meleset dari yang ditargetkan, namun tetap harus dianalisa kenapa melesetnya," ujar Justinus atau biasa disapa Coach Justin kepada Bolalob. "Harus dilihat situasi dan kondisinya. Tim ini semuanya banyak diisi pemain baru dan kurang memiliki jam terbang, ditambah absennya pemain Pelindo. Jadi, raihan medali perunggu sudah cukup bagus," lanjutnya. "Selain itu, tim ini juga tidak mendapat sokongan dana untuk melakukan try out ke luar negeri. Berbeda dengan negara lain yang mampu melakukan ujicoba keluar negeri ataupun mengadakan turnamen internasional di dalam negeri." "Semoga saja untuk persiapan selanjutnya dapat lebih matang lagi, dan mendapat bantuan dana dari pihak terkait. Penetapan target juga harus realistis dengan persiapan yang ada," pungkasnya. (Foto: Bolalob) TRIVIA Indonesia meraih peringkat keempat futsal putri AIMAG 2013. Indonesia meraih peringkat keempat futsal putri SEA Games 2013.
1387703280000 false