Serie A Pekan ke-25, Derby Turin dan Persaingan Inter, Roma dan Lazio

Persaingan pentas Serie A Italia akan kembali tersaji pada akhir pekan ini. Tidak hanya kejar-kejaran antara Napoli dan Juventus dalam memperebutkan posisi puncak, persaingan tak kalah sengit juga terjadi antara peringkat tiga hingga lima klasemen.Peluang Napoli menjauh dari kejaran Juventus terbuka lebar. Tim besutan Maurizio Sarri itu hanya akan kedatangan SPAL. Meski bermain di San Paolo, Napoli tetap harus waspadai mengingat mereka baru saja kalah di tempat yang sama oleh RB Leipzig. Kemenangan atas SPAL akan mendongkrak psikologi tim untuk terus bersaing dengan Juventus.Sementara, Si Nyonya Tua justru melakoni laga sulit kontra Torino di Stadio Olimpico Grande, Sabtu 17 Februari 2018, pukul 18.30 WIB atau dua jam setengah lebih awal dari jadwal Napoli lawan SPAL. Bukan pekerjaan mudah bagi Juventus menjalani Derby della Mole.[suggestedarticle=3]Sama seperti Napoli, kemenangan akan mengkatrol mental anak asuh Massimiliano Allegri setelah ditahan imbang Tottenham Hotspur 2-2 di babak 16 besar Liga Champions. Jika ingin mengulang hasil positif pada pertemuan pertama di Allianz Stadium, Juve tidak boleh melakukan kesalahan sedikit pun.Persaingan antara Inter Milan, AS Roma dan Lazio untuk menjaga posisi di klasemen juga tidak kalah seru. Ketiganya masing-masing hanya berjarak stau poin saja.[suggestedarticle]Persaingan ketiganya pada pekan ini bisa dikatakan Lazio memiliki peluang menang lebih besar dibanding dua pesaingnya. Pasalnya, Biancoceleste akan menjamu Hellas Verona di Olimpico Selasa 20 Februari 2018 dini hari WIB. Mengingat pasukan Simeone Inzaghi paling akhir menggelar giornata ke 25, jelas akan membuat tim tertekan seumpama dua pesaing mampu mengemas kemenangan. Perlu dicatat, kekalahan telak 4-1 atas Napoli pekan sebelumnya dan kalah atas Steaua Bucureşti di Piala Europa pekerjaan rumah bagi Inzaghi untuk membangkitkan motivasi anak buahnya kontra Verona.Sementara, AS Roma yang akan bertandang ke Udinese harus mampu menjaga kondisi fisik jelang laga kontra Shakhtar Donetsk di babak 16 besar Liga Champions lima hari berselang. Jika merujuk pada pertemuan pertama di Olimpico, maka besar kemungkinan Roma akan sukses meraih kemenangan yang saat itu berkesudahan 1-3. Laga di Dacia Arena akan menjadi pembuka Serie A pekan ke 25 yang digelar Sabtu, 17 Februari 2018 pukul 21.00 WIB.[suggestedarticle=3]Adapun Inter akan bertandang ke Luigi Ferraris untuk menghadapi Genoa, Minggu (18/2) dini hari WIB. Tentu Nerazzurri berharap bisa melanjutkan rangkaian kemenangannya, setelah bisa memutus laju buruk dengan mengalahkan Bologna akhir pekan lalu.Partai menarik lain yang tidak boleh terlewat adalah laga AC Milan kontra Sampdoria. Dua gol Sampdoria melalui Duvan Zapata dan Ricardo Gabriel Álvarez di Luigi Ferraris dipertemuan pertama harus bisa dibalas skuat Gennaro Gattuso.[suggestedarticle]Setidaknya AC Milan telah melalui sembilan laga tanpa kekalahan di kompetisi lokal (Serie A dan Coppa Italia) termasuk saat menggilas Ludogorets 0-3 di Piala Europa tengah pekan kemarin. Meski Begitu, Leonardo Bonucci dan kolega wajib mewaspadai permaianan Il Samp yang juga belum menderita kekalahan di lima laga sebelumnya. Laga di san Siro sendiri akan dimainkan Senin (19 Februari 2018) dini hari WIB.

Gasak Lazio 4-1, Napoli Rebut Kembali Puncak Klasemen Serie A

Napoli sukses mengandaskan perlawanan tim tamu Lazio dengan skor cukup telak, 4-1. Hasil ini memberikan kekalahan keenam tim asuhan Simone Inzaghi ini.Bermain di kandang sendiri, Napoli justru tertinggal oleh gol Stefan de Vrij pada menit ke-3. Bek asal Belanda ini dengan mudah menceploskan bola ke gawang Pepe Reina setelah memanfaatkan umpan Ciro Immobile.Napoli memiliki peluang melalu kaki Lorenzo Insigne. Namun, tendangan lob pemain Italia ini nyatanya masih melebar dari gawang Lazio.[suggestedarticle]Tuan rumah baru bisa membalas gol pada menit ke-43 melalui Jose Maria Callejon. Mantan pemain Real Madrid ini sukses mengelabuhi Strakosha setelah berhadapan satu lawan satu.Hingga peluit babak pertama dibunyikan, skor imbang 1-1 tetap bertahan.Memasuki interval paruh kedua, Napoli terus tampil menekan. Insigne memiliki kans keduanya pada menit ke-50. Tapi, tendangannya lagi-lagi melebar dari gawang Lazio.[suggestedarticle]Empat menit berselang, tuan rumah mampu unggul setelah bek Lazio Wallace melakukan gol bunuh diri. Wallace salah mengantisipasi umpan Callejon yang berujung masuknya bola ke gawang sendiri.Gol tersebut rupanya melecutkan semangat Partenopei. Terbukti, Mario Rui mampu menjauhkan skor menjadi 3-1 dua menit kemudian. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti meluncur deras tanpa bisa dijangkau Strakosha.Dries Mertens menutup pesta kemenangan Napoli pada menit ke-73. Pemain Belgia ini memanfaatkan assist Piotr Zielinski untuk dikonversikannya menjadi gol keempat.[suggestedarticle]Sampai wasit memberikan tiga waktu tambahan, tidak ada gol tambahan tercipta. Kemenangan ini membawa tim asuhan Maurizio Sarri sukses merebut kembali puncak klasemen yang sebelumnya ditempati Juventus.Susunan PemainNapoli: Reina, Tonelli, Koulibaly, Hysaj, Rui, Jorginho, Allan (Rog '81), Hamsik (Zielinski '46), Callejon (Maggio '85), Insigne, Mertens.Lazio: Strakosha, Wallace, de Vrij, Radu, Marusic, Parolo, Leiva (Nani '67), Milinkovic, Lulic (Lukaku '60), Alberto (Caicedo '61), Immobile.

Alessandro Nesta Bermimpi Latih Lazio atau Milan

Mantan bek timnas Italia Alessandro Nesta tak sungkan untuk memuji kiprah Gennaro Gattuso dan Simone Inzaghi di kursi kepelatihan. Nesta juga bermimpi suatu hari nanti bisa menukangi Lazio atau Milan.Nesta mengawali karirnya sebagai pesepakbola akademi Lazio pada tahun 1985. Delapan tahun berselang, ia kemudian dipromosikan gabung ke skuad senior dan mencatatkan 193 penampilan. Pada 2002, Lazio terkendala masalah keuangan dan terpaksa menjual Nesta ke Milan dengan biaya 30 juta pounds yang menjadikannya bek termahal dunia saat itu.Satu dekade bersama Rossoneri, Nesta berhasil mencatatkan 224 penampilan dan meraih banyak gelar di San Siro, termasuk beberapa trofi Liga Champions. Setelah itu, ia memutuskan untuk hijrah ke Liga Amerika untuk bergabung bersama Miami Fc dan pensiun di Chennaiyin FC pada 2014 silam.[suggestedarticle]Melihat mantan rekan setimnya yakni Gattuso dan Simone di kursi kepelatihan kedua klub, pria 41 tahun ini mengatakan bahwa mereka akan sanggup untuk mengemban tugas berat sebagai pelatih di masing-masing klubnya saat ini."Saya masih melihat Gennaro Gattuso dan Simone Inzaghi sebagai rekan tim dan saya kira mereka bisa melakukannya. Saya penasaran untuk melihat bagaimana kiprah mereka di manajemen untuk menularkan gagasan sepak bola yang mereka punya," ujarnya kepada La Gazzetta dello Sport.[suggestedarticle]"Lazio sangat beruntung memiliki Inzaghi karena dia telah membuat keputusan yang berani sejauh ini. Dan saya juga berharap Rino bisa menjadi pemberani untuk membawa Milan kembali ke performa terbaiknya karena tidak ada yang memiliki tongkat ajaib untuk tiba-tiba memperbaiki semuanya," lanjutnya.Disisi lain, Nesta juga turut mengakui bahwa dirinya akan senang jika suatu hari nanti mendapat kesempatan untuk melatih Lazio atau Milan."Saya menyukai kedua tim dan terus terang akan senang menjadi pelatih dari kedua belah pihak. Saya punya proposal dari Belgia, Prancis dan Turki. Saya juga telah berbicara dengan Crotone, tapi mereka harus memastikan statusnya di Serie A," cetusnya.[suggestedarticle]"Saya akan berada di Italia pada bulan Maret dan akan bertemu Gian Piero Gasperini di Atalanta. Saya menganggap Gasperini sebagai salah satu inspirator saya sebagai Pelatih, bersama Maurizio Sarri dan Antonio Conte," pungkasnya.

Gattuso Akui Gol Tangan Patrick Cutrone Tidak Sah

AC Milan sukses menahan laju impresif Lazio di pentas Serie A. Bermain di San Siro, Senin (29/1/2018) dini hari WIB, anak asuh Gennaro Gattuso unggul 2-1.Namun, ada yang mengganjal dari kemenangan tersebut. Gol pertama Milan yang dicetak Patrick Cutrone belakangan diketahui diciptakan bukan melalui sundulan. Gol pada menit ke-15 itu ternyata menggunakan tangan.Gattuso yang melihat tayangan ulang tersebut sontak menganggapnya tidak sah. Namun, kemenangan kadung jadi bubur yang dianggap tidak sah oleh Lazio.[suggestedarticle=3]Gol itu diawali umpan tendangan bebas Hakan Calhanoglu dari sisi kanan pertahanan Lazio. Sambil terbang Cutrone menyongsong umpan tersebut untuk mencetak gol.Usai laga, Gattuso sempat mengira gol dicetak Cutrone menggunakan kepala. Akan tetapi setelah melihat tayangan ulang dari sudut lain, ia mengaku bahwa gol itu memang tak sah."Saya akan jujur, saya pikir itu adalah sebuah sundulan pada pandangan pertama. Melihatnya lagi dari sudut itu, itu adalah gol yang seharusnya dianulir," ucap Gattuso kepada Mediaset Premium dan Sky Sport Italia."Karena itu, reduktif untuk berbicara tentang satu insiden. Ada banyak peluang dan kami sering mendapatkan keberuntungan," katanya menambahkan.Gol 'tangan tuhan' Cutrone itu pun membawa Milan mencatat rekor bagus untuk pertama kalinya. Rossoneri sukses mendulang tiga kemenangan beruntun di Serie A. Sebelumnya Leonardo Bonnuci dan kolega sukses menggasak Cagliari 2-1 dan Crotone 1-0. Namun, Milan tak boleh lengah atas pencapaian itu karena harus tandnag ke markas Udinese di pertandingan berikutnya.

Ac Milan Hempaskan Lazio di San Siro

Pada pertandingan Liga Italia Serie A pekan ke-22 lainnya, Ac Milan sukses mengalahkan tim yang sedang naik daun Lazio dengan skor tipis 2-1. Patrick Cutrone dan Giacomo Bonaventura menjadi pencetak gol Rossoneri.Milan langsung memperoleh peluang pertamanya pada menit ke-10 melalui kaki Hakan Calhanoglu. Namun, penetrasinya dari lini tengah diteruskan dengan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti masih mampu digagalkan Strakosha.Tuan rumah langsung memecah kebuntuan setelah penyerang muda Patrick Cutrone membuat seisi San Siro bergemuruh pada menit ke-15. Tendangan bebas Calhanoglu ke dalam kotak penalti Lazio langsung disambar Cutrone dengan sundulan yang tak mampu dibendung Strakosha. Milan unggul 1-0.[suggestedarticle]Lazio langsung merespon cepat atas gol Milan tersebut lima menit kemudian melalui Adam Marusic. Lucas Leiva memberikan bola kepada Marusic yang tak terkawal di sisi kanan dan nama terakhir sukses menyarangkan bola di pojok gawang Donnarumma.Calhanoglu mendapat peluang keduanya menit ke-40. Tapi, tendangan kerasnya dari luar kotak penalti lagi-lagi masih mampu digagalkan dengan baik oleh Strakosha.Empat menit kemudian, Bonaventura membuat publik San Siro kembali bersorak setelah sundulan kerasnya memanfaatkan umpan terukur Calabria tak mampu dihalau Strakosha. Milan unggul 2-1 hingga turun minum.[suggestedarticle]Memasuki paruh kedua, Milan sedikit bermain lebih santai. Sedangkan Lazio memainkan Felipe Anderson menggantikan Lucas Leiva untuk lebih menghidupkan serangan.Milinkovic mendapat peluang pada menit ke-66. Namun, tendangan kerasnya mampu digagalkan dengan sempurna oleh Donnarumma.Memasuki 15 menit terakhir, para pemain Lazio terlihat frustasi tak bisa menciptakan gol balasan. Ini terlihat setelah wasit mengeluarkan enam kartu kuning untuk kubu Biancoceleste.[suggestedarticle]Hingga lima menit waktu tambahan diberikan wasit Massimiliano Irrati, skor 2-1 tidak mengalami perubahan. Dengan kemenangan ini, Milan naik satu peringkat ke posisi tujuh menggeser Atalanta dengan selisih poin.Susunan PemainAc Milan: Donnarumma, Bonucci, Romagnoli, Calabria, Antonelli (Abate '71), Kessie, Biglia, Bonaventura, Suso (Borini '81), Calhanoglu, Cutrone (Silva '71).Lazio: Strakosha, Bastos, de vrij (Felipe '74), Radu, Marusic (Nani '82), Parolo, Leiva (Anderson '52), Milinkovic, Lulic, Alberto, Caicedo.
1517167183181 false