Empat Klub Antri Dapatkan Tanda Tangan Adam Alis

Gelandang Arema FC, Adam Alis dipastikan tak akan lagi berada di kota Malang untuk musim 2018 mendatang.Kontrak Adam bersama Singo Edan akan habis pada akhir tahun ini, dirinya pun sudah menyampaikan salam perpisahan melalui akun Isntagram. Bersama tim berjuluk Singo Edan tersebut, mantan pemain Martapura FC itu berhasil menggondol dua gelar yang mana Piala Bhayangkara pada 2016 lalu, dan disusul oleh Piala Presiden awal tahun ini."Semusim sudah saya memakai jersey Arema FC. Suka duka dilalui bersama-sama teman-teman, pemain, suporter, dan manajemen. Tim yang luar biasa buat saya," tulis Adam di akun Instagram pribadinya, @adamalis93.   Semusim sudah sya memakai jersey arema fc..suka duka dilalui bersama bersama teman-teman, pemain,suporter maupun managemant..tim yg luar biasa buat saya..dengan menjadi juara piala bhayangkara cup,piala presiden dan menjadi pemain terbaik,pengalaman perjalanan saya yang tidak akan pernah saya lupakkan ketika berseragam arema fc..terimakasih nawak2 aremania umak mbois ilakes 😊 ..tidak ada 1 nama pun yg lebih besar dari sebuah lambang didada,siapapun pemain nya arema fc akan slalu menjadi tim besar..sukses buat aremafc tahun 2018,semoga suatu saat saya bisa kembali ke kota ngalam lagi aminnn 😇 Sebuah kiriman dibagikan oleh adam alis (@adamalis93) pada Nov 21, 2017 pada 4:23 PST "Sukses buat Arema FC tahun 2018. Semoga suatu saat saya bisa kembali ke Kota Malang lagi. Amin," katanya menambahkan.[suggestedarticle]Beberapa klub menurut Adam sudah mulai menghubungi dirinya untuk main di Liga 1 musim depan."Soal klub baru untuk musim depan, dalam 2-3 hari ke depan saya baru bisa memastikan. Saya masih belum berani memberi tahu," ujar Adam seperti dikutip dari Indosport."Sejauh ini sudah ada tawaran dari empat klub terhadap saya," pungkas Adam.Sebelumnya manajemen Arema FC menghormati keputusan Adam Alis meninggalkan Singo Edan untuk bergabung dengan klub lain di musim 2018. Rumor berembus belakangan ini menyebutkan Adam sedang didekati Persija Jakarta, Bhayangkara FC, dan Sriwijaya FC.

Stok Penjaga Gawang Timnas Indonesia Melimpah

Pelatih kiper Borneo FC yakni Luizinho Passos memiliki pernyataan positif untuk tim nasional Indonesia di masa mendatang.Meski baru memulai debutnya di Liga Indonesia musim ini, pelatih asal Brasil ini menilai tim-tim Liga 1 memiliki penjaga gawang yang berkualitas.Untuk itu Luizinho menilai timnas Indonesia tak akan kekurangan stok untuk posisi ini di masa mendatang."Tidak mungkin timnas Indonesia kekurangan kiper. Karena setiap klub punya kiper bagus. Banyak sekali yang saya lihat punya potensi menjadi kiper hebat, asal mendapatkan kesempatan yang bagus, mereka bisa menunjukkan kualitasnya," kata Luizinho di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/11/2017).[suggestedarticle]Setidaknya Luizinho menilai ada lima nama yang layak menjadi penajga gawang timnas saat ini. Mereka antara lain Andritany (Persija), Muhammad Ridho (Borneo FC), Aditya Harlan (Barito Putra), Satria Tama (Persegres), dan Teja Paku Al (Sriwijaya FC).Khusus untuk Andritany, ia menilai kiper Persija itu punya kemampuan yang bagus dalam mengantisipasi bola diagonal."Andritany, dia bagus. Saya sudah lihat dia bermain. Saya pikir dia salah satu kiper terbaik di Indonesia. Dia masih bisa berkembang lebih baik lagi," kata Luizinho.Pelatih yang baru mendapatkan kontrak tambahan ini tak lupa menyanjung penampilan anak asuhnya Muhammad Ridho pada musim 2017."Saya bersyukur bisa melatih kiper-kiper hebat milik Borneo FC, Ridho salah satunya. Dia sudah 11 kali cleansheet di liga, ini pencapaian yang bagus untuknya semoga dia bisa berseragam timnas Indonesia," ungkapnya.

Lupakan Kontroversi, Ini 3 Catatan Positif dari Kompetisi Liga 1

Gelaran Liga 1 musim 2017 sudah berakhir dengan memunculkan Bhayangkara FC sebagai kampiunnya. Perjalanan Liga 1 musim ini bisa dibilang menimbulkan banyak cerita, baik kontroversi hingga hal tak terduga lainnya.Liga 1 menjadi kompetisi resmi PSSI usai lepas dari jeratan sanksi FIFA tahun lalu. PT Liga Indonesia Baru (LIB) selalu operator kompetisi mengemas kompetisi tersebut dengan semenarik mungkin.Meski demikian Liga 1 tetap menyimpan kontroversi di dalamnya. Wasit dan kericuhan suporter masih terjadi walau intensitasnya mulai berkurang. Bahkan di akhir kompetisi polemik penggunaan pemain tidak sah Mitra Kukar, yakni Mohamed Sissoko saat melawan Bhayangkara FC menimbulkan rentetan ‘permusuhan’ baru antara klub-klub papan atas.Tapi, jika berbicara hal negatif memang tidak ada habisnya. Liga 1 pun juga menimbulkan beberapa hal positif untuk kemajuan sepak bola Indonesia.Apa saja torehan menarik dari Liga 1 sepanjang tahun 2017,Dapat Sponsor Kelas KakapLiga 1 kali ini disokong oleh sponsor-sponsor besar. Tak kurang ada dua sponsor besar yang bekerja sama dengan PT LIB untuk Liga 1, yakni Go-Jek dan Traveloka.Meski tidak disebutkan beberapa nilai kerja sama PT LIB dengan perusahaan transportasi online dan Traveloka, subsidi dari operator kepada klub pesetar Liga 1 tergolong besar. Setiap klub Liga 1 mendapat 7,5 miliar rupiah untuk operasional selama semusim.Jumlah tersebut memang tak seberapa. Tapi sponsopr besar yang masuk ke Liga 1 membuat klub-klub peserta punya nilai jual lebih ke sponsor yang ingin brandnya menempel di jersey. Setidaknya Go-Jek dan Tranveloka menjadi pembuka jalan bagi sponsor lainnya untuk berinvestasi di klub-klub Liga 1.Reguasi Pemain Muda untuk TimnasRegulasi yang mengharuskan setiap klub menurunkan tiga pemain U-23 awalnya mendapat pertentangan dari beberapa klub. Memang regulasi tersebut cukup aneh bagi kompetisi profesional kasta atas. Tapi ada tujuan untuk kepentingan yang lebih jauh, alias Timnas Indonesia.Perlahan klub mulai beradaptasi dengan regulasi tersebut. Klub-klub pun mulai memunculkan pemain muda dari tim juniornya atau mencari ke pelosok daerah. Di lain sisi, pemain muda pun mendapat panggung lebih untuk tunjukkan kemampuannya di level atas.Selama ini memang sulit pemain muda bersaing di level atas dengan para pemain senior. Panggung level atas selalu dikuasai oleh pemain senior yang menutup peluang pemain junior, jika si junior tidak jago-jago amat.Terbukti regulasi tersebut memudahkan pelatih Luis Milla mengambil pemain muda untuk timnas U-22 di SEA Games 2017. Pencapaian Skuat Garuda Muda pun terbilang baik untuk tim yang melakukan persiapan selama enam bulan. Medali perunggu menjadi sisa-sisa keikhlasan regulasi U-23 yang mendadak dihapus oleh PT LIB. Kini semua kembali berjalan normal dan pemain senior pun kembali berjaya. Lahirnya Peta Persaingan BaruBertahun-tahun lamanya peta persaingan berkutat pada klub-klub tradisional seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya, Persipura Jayapura, PSM Makassar, Arema FC, ataupun Sriwijaya FC, kini klub-klub baru sudah mampu unjuk gigi.Tak ada yang menyangka Bali United dan Bhayangkara FC mampu mendobrak papan atas. Kedua tim memiliki skuat yang sempurna.Bali United memiliki pasukan yang wah seperti Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, Sylvano Comavalius, Marcos Flores, dan Nick Van der Velden.Kekuatan tersebut berpadu dengan bintang lokal seperti I Wahyu Ngurah Nanak, Kadek Wardana, I Made Andhika, dan I Gede Sukadana. Hasilnya Serdadu Tridatu berhasil bersaing untuk gelar juara musim ini.Bali finish di peringkat kedua Liga 1. Pasukan Widodo Cahyono Putro itu bersaing dengan klub lawas seperti Persipura Jayapura dan PSM Makassar. Materi komplit membuat Bali United tumbuh sebagai klub baru yang berbahaya di Liga 1.Begitu juga dengan Bhayangkara FC. Di bawah kendali pelatih Simon McMenemy, The Guardian tanpa tedeng aling-aling malah meroket menjadi tim yang sulit dikalahkan. Terkait kontroversi di akhir musim, Bhyangkara FC memang punya rekor bagus di laga kandang dan tandang.
1511269201543 false