2 Wonderkid Timnas U-22 yang Layak Jadi Starter di SEA Games

Timnas Indonesia U-22 gagal total di kualifikasi Piala Asia U-23. Namun, kegagagalan tersebut malah memunculkan mutiara bari Garuda Muda.Pelatih Luis Milla masih menerka dan mencoba-coba kekuatan timnas U-22. Pada laga perdana, Indonesia takluk 0-3 dari Malaysia. Kekalahan tersebut membuat langkah Garuda Muda berat untuk melangkah ke Piala Asia.Milla dikritik karena tak memainkan Evan Dimas dan Hansamu Yama Pranata. Keputusan tersebut membuat sejumlah pihak menganggap Milla tak paham rivalitas dengan Malaysia. Selain itu Milla juga dihantam dengan cibiran tak mengetahui potensi pemain.Setidaknya ada dua pemain, selain Evan Dimas yang pantas mendapatkan menit bermain lebih. Gavin Kwat Adsit dan Osvaldo Haay terbukti bermain apik saat diberi kesempatan oleh Luis Milla.Gavin Kwan AdsitGavin bukan pilihan utama saat laga perdana Grup H melawan Malaysia. Namun saat dirinya dipercaya menjadi starter, kemampuannya langsung terlihat saat kontra Mongolia.Berperan sebagai bek sayap kanan, pemain 21 tahun itu membuat dua gol. Sebelumnya, Gavin merupakan gelandang bertahan dan striker.Ia dilatih oleh Milla untuk punya kemampuan bertahan dan hasilnya mampu dijalankan dengan baik. Gavin menjaga dengan baik pertahanan Indonesia di dua laga terakhir.Kemampuan Gavin tersebut membuatnya menjadi pemain yang multifungsi. Tak mengherankan ia pun bakal jadi pemain muda yang meroket karena bisa memainkan beberapa posisi dengan baikOsvaldo HaaySatu pemain lagi adalah Osvaldo Haay dari Persipura Jayapura. Haay baru menampilkan kemampuannya di laga kedua saat mengalahkan Mongolia 7-0.Torehan satu gol dan assist ke gawang Mongolia membuatnya patut menjadi wonderkid timnas U-22. Haay punya kemampuan bertahan dan menyerang sama baiknya. Sebagai sayap ia pun berani duel dan tanggung jawab jika kehilangan bola.Haay bisa bertransformasi sebagai gelandang menjadi pemain sayap. Sama seperti Gavin, ia dilatih Milla untuk berani bermain di luar posisi aslinya. Haay akhirnya terpilih menggantikan Febri Hariyadi saat melawan Thailand di laga terakhir. Tapi sayangnya pemain 19 tahun itu tak mampu menunjukkan kualitasnya karena lapangan yang buruk.Dua pemain tersebut layak mendapat kesempatan lebih. Keduanya sudah cukup fasih memainkan dua posisi berbeda dan itu tentu menjadi keuntungan untuk Luis Milla. Semakin banyak pilihan tentu semakin memudahkan Milla meramu tim untuk menuai medali emas di SEA Games.

Inilah Sederatan Kritik yang Ditujukan untuk Luis Milla

Gagalnya Timnas Indonesia U-22 lolos ke Piala Asia U-23 2018 di China menimbulkan tanda tanya, terlebih kepada pelatih Luis Milla.Publik sepak bola melihat Luis Milla belum paham dengan kultur sepak bola di Tanah Air. Persaingan dengan Malaysia harusnya jadi momentum terbaik untuk menang. Namun Milla melakukan strategi yang tak populer dengan mencadangkan Evan Dimas, Hansamu Yama, dan Saddil Ramdani.Hasilnya pun terlihat. Garuda Muda tak berkutik di babak pertama dari Malaysia. Mereka harus takluk dengan jumlah kebobolan yang cukup besar, yakni 0-3. Hasil itu jelas saja membuat publik mulai ragukan kejeniusan Milla.[suggestedarticle]Milla dianggap coba-coba saat melawan Malaysia. Eksperimen tanpa Evan berakhir di laga kedua melawan Mongolia. Garuda Muda menang besar 7-0 dari tim yang sebelumnya menahan imbang Thailand 1-1.Jauh dari itu, Milla sepertinya masih mencari metode untuk menjaring atau bahkan menggunakan kurikulum sepak bola yang saklek untuk timnas U-22.Berikut kritikan yang pernah dilontarkan untuk Luis Milla:Ivan Kolev, pelatih PS TNIIvan Kolev mengeluhkan pemanggilan pemainnya, Ravi Murdianto dan Andy Setyo untuk ikuti TC timnas U-22. Kolev menilai pemain yang ikut TC di tengah kompetisi bakal tertinggal dengan program latihan dari klub."Saya itu tak paham, sewaktu kompetisi mereka buat TC. (Apalagi) itu bukan dari FIFA, karena contoh, Andi itu pemain bagus sekali. Dia tidak bisa ikut latihan bersama kami," ungkap Kolev, beberapa waktu lalu.[suggestedarticle]"Kalau ada jadwal FIFA, oke, tidak apa-apa. Sekarang, mereka kumpul untuk latihan. Sementara pemainnya bisa latihan di sini juga. Ini saya tidak paham itu, mereka tidak bantu, mereka ganggu, karena kalau kembali, dia (pemain) tidak tahu apa-apa," lanjutnya.Widodo C Putro, pelatih Bali UnitedPelatih asal Cilacap itu mengeluhkan waktu uji coba yang tak tepat dari Luis Milla. Pasalnya saat itu pemain sedang libur jelang bulan puasa.”Sejujurnya, uji coba ini saya nilai kurang ideal. Lantaran Liga 1 sedang libur dan beberapa pemain ada yang pulang ke kampung halamannya menjelang bulan Ramadhan,” kata Widodo.”Namun, kami tetap menatap laga ini sebagai hal yang sangat penting buat pemain,” tutur WCP, sebutan akrab Widodo menambahkan.Edy Rahmayadi, Ketua Umum PSSIKetua Umum PSSI periode saat ini belum puas dengan penampilan timnas U-22 setelah menang 2-0 atas Kamboja di kandangnya.“Saat lawan Kamboja, timnas tidak menunjukkan permainan aslinya. Bisa menang kemarin itu karena Kamboja lemah," ujar Edy Rahmayadi di sela-sela laga melawan Puerto Rico beberapa waktu lalu.Imam Nahrawi, Menteri Negara Pemuda dan OlahragaImam Nahrawi, juga berkomentar tentang Luis Milla. Imam ingin Milla tegas jika menghadapi pemain yang membangkang. “Milla harus tegas, tega, dan berani dalam menghadapi pemain yang tidak mematuhinya. Di situlah kesempatan menjadi pelatih diuji," ujar Imam kepada para awak media di sela ajang Invitasi Sepak Bola Antar Forum Wartawan 2017 lalu.Wajar kritikan datang ke Luis Milla. Selama uji coba memang timnas U-22 belum memuaskan. Meski terus berproses, seperti ada komunikasi yang belum terbentuk secara baik dari Milla dengan pemain.Sederet kritik kepada Luis Milla bukan untuk menjatuhan atau melemahkan semangatnya membentuk timnas U-22. Namun, kritikan tersebut menjadi sebuah lecutan bagi pelatih asal Spanyol itu untuk bisa membentuk Garuda Muda yang kuat di SEA Games.

Sinyal Bahaya Dikirim Calon Lawan Indonesia di SEA Games 2017

Timnas U-22 bisa dikatakan gagal total di Kualifikasi Piala Asia U-23 2018. Berangkat dengan harapan melambung dan target juara grup, tim asuhan Luis Milla pulang dengan kepala tertunduk. Meski mampu menahan imbang Thailand 1-1 di partai terakhir dan menang besar 7-0 atas Mongolia, kekalahan 0-3 dari Malaysia di partai pertama menjadi catatan buruk yang sulit diterima. Apapun alasannya, hasil tak memuaskan hanya menduduki peringkat 3 Grup H jelas menghadirkan kekhawatiran tersebdiri bagi publik pencinta sepakbola.SEA Games 2017 sudah di depan mata. Tak banyak waktu lagi tersisa waktu untuk berbenah. Di sisi lain, calon lawan Indonesia di Malaysia menunjukkan prestasi cukup mengesankan. [suggestedarticle]Thailand, Vietnam, Timor Leste dan Kamboja tampil tak mengecewakan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2018 di grup masing-masing.Thailand terbukti masih sulit dikalahkan dan mengakhiri turnamen sebagai runner up Grup H. Dalam perjalanannya, Tim Gajah Putih juga menunjukkan kebolehannya dengan menang 3-0 atas Malaysia.Vietnam lebih menjanjikan. Tampil di Grup I, mereka menjadi runner up grup dan hanya tertinggal 1 poin dari sang juara grup, Korea Selatan. Dalam duel melawan raksasa Asia itu, Vietnam juga hanya kalah 1-2.Meski gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2018, Kamboja dan Timor Leste tak bisa dipandang sebelah mata. Kedua negara ini mencatat hasil lumayan dalam kapasitas mereka sebagai tim non-unggulan.[suggestedarticle]Timor Leste, tim yang mungkin dipandang sebagai terlemah, sanggup mengimbangi Korea Selatan, 0-0. Sementara Kamboja juga sanggup menahan imbang tim kuat lainnya, Tiongkok, tanpa gol.Hati-hati, Luis Milla!
1500956102212 false