Weekend Review

Pelatih Indonesia Ini Digaji Lebih Besar dari Arsitek Kontestan Piala Dunia 2018

Luis Milla resmi menangani Tim Nasional Indonesia pada 20 Januari 2017. Mengacu gaji pelatih Timnas Indonesia sebelumnya, yaitu Peter Withe (Maret 2004-November 2007) dan Alfred Riedl pada 2016 (Piala AFF 2016), Milla merupakan pelatih termahal dalam sejarah Timnas Indonesia.Menurut berita Kompas.com pada 26 Januari 2017, Withe menerima gaji sebesar 11.000 dollar AS per bulan, yang setiap tahunnya naik 1.000 dollar AS. Dengan kata lain, gaji terakhir Withe adalah 14.000 dollar AS atau sekitar Rp 195 juta per bulan. Adapun Riedl disebut menerima gaji sekitar Rp 150 juta sampai Rp 200 juta per bulan pada 2016. [suggestedarticle=3]Pada Rabu (11/1/2017), Iwan Budianto yang saat itu menjabat Wakil Ketua Umum PSSI menyebutkan bahwa nilai kontrak Milla mencapai tiga kali lipat dibanding yang diterima Riedl atau sekitar Rp 600 juta per bulan jika diambil angka maksimal dari gaji yang diterima Riedl."Nilai kontrak pelatih baru tiga kali lipat daripada Riedl," ujar Iwan Budianto kala itu.Nilai gaji Milla bukan saja memecahkan rekor gaji tertinggi dalam sejarah Timnas Indonesia, tetapi juga mengalahkan sejumlah pelatih tim nasional peserta Piala Dunia 2018 Rusia. [pagebreak]Daftar Gaji Pelatih Asal Afrika di Piala Dunia 2018[/pagebreak]Berikut ini adalah data gaji sejumlah pelatih timnas peserta Piala Dunia 2018, seperti dilansir Sportlineng, pada 12 Maret 2018.1. Herve Renard (Maroko) - 89.760 dollar AS - Sekitar Rp 1,25 miliar per bulan (belum termasuk bonus)2. Gernot Rohr (Nigeria) - 43.010 dollar AS - Sekitar Rp 600 juta per bulan3. Hector Cuper (Mesir) - 37.400 dollar AS - Sekitar Rp 521,7 juta per bulan (belum termasuk bonus)4. Nabil Maaloul (Tunisia) - 28.050 dollar AS - Sekitar Rp 391,2 juta per bulan5. Aliou Cisse (Senegal) - 16.830 dollar AS - Sekitar Rp 234,7 juta per bulan

Jawaban Luis Milla Mengenai Masa Depannya di Timnas

Asian Games 2018 akan menjadi fokus utama pelatih Luis Milla bersama dengan Tim Nasional Indonesia U-23.Pencapaian timnas di ajang itu akan menjadi tolak ukur masa depan Milla di skuat Garuda. Dimana kontrak pelatih asal Spanyol itu akan habis pada tahun ini.Dalam wawancara bersama sejumlah media nasional, mantan pemain Valencia yakni Gaizka Mendieta menyebut Milla sebagai pelatih cerdas dan ia menantikannya untuk kembali berkarier di Spanyol."Dari pernyataan itu terlihat betapa Mendieta adalah teman baik buat saya," ujar Milla, dikutip dari Kompas."Namun, untuk saat ini, saya ingin fokus saja 4 bulan ke depan. Setelah itu, kita lihat nanti," ucap mantan pemain Real Madrid dan Barcelona itu.[suggestedarticle=3]Timnas sendiri baru saja menyelesaikan ajang Anniversary Cup 2018 pekan lalu. Dimana Indonesia finis di posisi ketiga dibawah Bahrain dan juga Uzbekistan. Mereka hanya bisa meraih dua hasil imbang dan satu kekalahan tanpa mencetak satu gol pun.Tentu permasalah di lini depan itu menjadi tugas utama Milla sebelum tampil di Asian Games 2018. Plt Ketua Umum PSSI yakn Joko Driyono meminta media untuk tak selalu membahas kontrak Milla, agar penampilan timnas bisa maksimal di Asian Games nanti."PSSI putuskan masalah ini setelah jeda kompetisi, atau selambat-lambatnya usai Asian Games. Jangan ditanya terus menerus soal Piala AFF, itu jadi beban tersendiri bagi Milla. Sekarang, fokus Milla dan Timnas ada di Asian Games," kata Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, dikutip dari Viva."Jadi, setop bicara perpanjangan kontrak karena Piala AFF juga prioritas bagi PSSI," lanjut dia
1525478402174 false