27 Feb 2017

Cerita Sigapnya Tim Luis Milla

Ada banyak cerita di balik Luis Milla, tim kepelatihannya, dan cara mereka mengelola timnas Indonesia. Kisah-kisah yang diakui atau tidak, menambah penasaran sekaligus meninggikan ekspektasi terhadap hasil kerja mereka.Salah satu kejadian menarik dilihat langsung oleh media dan masyarakat yang kebetulan menyaksikan seleksi tahap pertama, Selasa (21/2). Guyuran hujan deras sejak dini hari tak menghalangi sedikit pun persiapan sesi seleksi.[suggestedarticle]Eduardo Perez, salah satu asisten pelatih yang dibawa Luis Milla, terlihat datang paling pagi ke lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci. Jam masih menunjukkan pukul 6 pagi, Eduardo Perez Moran, nama lengkapnya, sudah terlihat sibuk memasang kamera kecil dan perangkat pendukung untuk merekam merekam gerak pemain di pinggir lapangan. Pelatih kiper dan sekaligus analis tim ini tampak mengatur letak semacam alat perekat untuk melihat reaksi pemain saat berada di ruang sempit. Berkali-kali dia mengecek kesiapan alat-alat tersebut sampai dia merasa puas dan sempurna.Kurang lebih satu jam asisten pelatih yang memutuskan meninggalkan APOEL FC, Yunani yang sedang berlaga di Europa League demi timnas Indonesia itu mondar-mandir sendirian menyiapkan alat di bawah guyuran hujan deras. Mendekati jam 7, dia bergegas menuju ke Hotel Yasmin untuk mengikuti sarapan bersama. [suggestedarticle]Saat sesi seleksi berlangsung, seluruh tim pelatih terlihat berada di lapangan tanpa kesan menghindari hujan membasahi tubuh mereka. Tak terlihat juga mereka memakai penutup kepala yang biasa dipakai jika hujan. Kebersamaan dibangun bukan hanya saat makan, tetapi pertama-tama ditunjukkan di dalam aktivitas nyata di lapangan.
27 Feb 2017

Ini Alasan Luis Milla Memilih 25 Pemain di Seleksi Kedua

Luis Milla telah mengumumkan 25 nama pemain yang berhak ikut seleksi tahap kedua, 28 Februari - 2 Maret 2017, di lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang.Mengutip pernyataan Direktur Media dan Hubungan Internasional PSSI, Hanif Thamrin, ada 3 kriteria yang dipakai tim pelatih untuk pemanggilan kali ini. "Sebanyak 25 pemain yang dipanggil menjalani seleksi tahap kedua ada tiga unsur, yakni pemain yang dipastikan lolos seleksi tahap pertama, pemain yang dalam status abu-abu, dan pemain baru," ungkap Hanif.[suggestedarticle]Khusus untuk tim yang lolos ke semifinal Piala Presiden 2017, para pemainnya tidak diundang untuk ikut seleksi tahap kedua."Nama-nama pemain ini adalah pilihan saya dan semua dari tim yang tidak lolos ke babak semifinal Piala Presiden. Untuk pemain yang timnya lolos ke babak semifinal, saya belum panggil dulu karena saya ingin mereka mendapat pengalaman bagus dengan bermain di semifinal turnamen tersebut," kata Pelatih Timnas U-22, Luis Milla seperti dikutip dari laman resmi PSSI.Dari daftar 25 pemain yang dipanggil seleksi tahap kedua, ada 10 pemain dari seleksi tahap pertama yang tidak dipanggil ulang. Ada dua kategori untuk pemain yang tidak dipanggil ini.Pertama, pemain yang klubnya tidak lolos ke semifinal Piala Presiden 2017 dan kemungkinan tidak lolos seleksi, yaitu:1. Rully Destrian [Bhayangkara FC]2. Muhammad Riyandi [Barito Putera]3. Moch Zaenuri [Perseru Serui]4. Yabes Roni [Bali United]5. Marinus Marianto [Persipura Jayapura][suggestedarticle]Kategori kedua adalah pemain yang tidak dipanggil karena klubnya lolos ke semifinal Piala Presiden 2017. Mereka adalah:1. Bagas Adi Nugroho [Arema FC]2. Hanif Abdurauf Sjahbandi [ARema FC]3. Gian Zola [Persib Bandung]4. Febri Hariyadi [Persib Bandung]5. Nasir [Arema FC]Tapi belum ada kepastian bahwa kelima pemain kategori kedua itu lolos seleksi.
27 Feb 2017

Luis Milla Panggil 25 Pemain untuk Seleksi Tahap Kedua, Ini Daftarnya

PSSI bersama dengan pelatih Luis Milla kembali memanggil sebanyak 25 pemain untuk mengikuti proses seleksi timnas Indonesia U-22 Tahap kedua. PSSI pun sudah mengumumkan daftar para pemain yang akan ambil bagian pada seleksi yang digelar pada 28 hingga 2 Maret di Lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH), Tangerang."Nama-nama pemain ini adalah pilihan saya dan semua dari tim yang tidak lolos ke babak semifinal Piala Presiden. Untuk pemain yang timnya lolos ke babak semifinal, saya belum panggil dulu karena saya ingin mereka mendapat pengalaman bagus dengan bermain di semifinal turnamen tersebut," kata Pelatih Timnas U-22, Luis Milla seperti dikutip dari laman resmi PSSI.[suggestedarticle]Beberapa nama yang mengikuti seleksi tahap pertama kembali ada yang dipanggil. Mereka adalah pemain yang tidak bermain di babak 8 besar dan juga semifinal Piala Presiden 2017.Sebut saja, Paulo Oktavianus Sitanggang, Hansamu Yama, Saddil Ramdani, Ricky Fajrin hingga Evan Dimas.Dan nama baru juga mendominasi di seleksi tahap kedua ini, seperti Yanto Basna, Septian David hingga Osvaldo Ardiles Haay.Selain nama - nama itu Milla tidak lagi memanggil Rully Destrian [Bhayangkara FC], Muhammad Riyandi [Barito Putera], Moch Zaenuri [Perseru Serui], Yabes Roni [Bali United] dan Marinus Marianto [Persipura Jayapura].[suggestedarticle]Berikut 25 Pemain Seleksi Timnas Indonesia U-22 Gelombang KeduaKiper:1. Mochamad Dicky Indrayana, Bali United2. Satria Tama Hardianto, Persegres Gresik United3. Ravi Murdianto, PS TNI4. Kurniawan Kartika Ajie, Persiba BalikpapanBek:5. Ricky Fajrin Saputra, Bali United6. Hansamu Yama Pranata, Barito Putera 7. Nazar Nurzadin, Barito Putera8. Putu Gede Juni Antara, Bhayangkara FC9. Zalnando, Sriwijaya FC10. Osvaldo Ardiles Haay, Persipura Jayapura11. Rudolf Yanto Basna, Sriwijaya FC12. Ryuji Utomo, Persija JakartaGelandang13. Paulo Oktavianus Sitanggang, Barito Putera14. Miftahul Hamdi, Bali United15. Saddil Ramdani, Persela Lamongan16. Evan Dimas, Bhayangkara FC17. Muhammad Hargianto, Bhayangkara FC18. Bobby Wirawan, Persela Lamongan19. Rizky Dwi Feriyanto, Madura United20. Arsyad Yusgiantoro, Persegres Gresik United21. Septian David Maulana, Mitra Kukar22. Asnawi Mangkualam Bahar, PSM Makassar23. Yogi Rahadian, Mitra KukarDepan:24. Ahmad Nur Hardianto, Persela Lamongan25. Mohammad Dimas Drajad, PS TNI*Yang dicetak tebal adalah pemain yang mengikuti seleksi tahap pertama
26 Feb 2017

Luis Milla Mencium Bau Spanyol di Timnas U-22

Timnas Indonesia mirip dengan timnas Spanyol? Hmm... dari nyaris segala sisi tampaknya pertanyaan itu bakal dijawab dengan satu kata tegas, tidak!Tapi, jika pernyataan itu keluar dari seorang Luis Milla yang sangat memahami sepakbola Spanyol, mungkin kesamaan itu benar-benar ada.Mari kita bedah apa persamaan antara timnas Indonesia yang sedang bermimpi merajut prestasi di kawasan Asia Tenggara, dengan timnas Spanyol yang sudah diakui sebagai salah satu tim terbaik dunia. Temuan yang disampaikan Luis Milla melalui penerjemahnya, Bayu Eka Sari Teguh.[suggestedarticle]Pertama, Postur tubuh. Sebenarnya hal ini agak dipaksakan karena secara kasat mata tinggi rata-rata orang Spanyol jauh di atas orang Indonesia. Namun, memang, jika mencermati skuad Spanyol tidak semuanya berpostur tinggi tegap. Pemain-pemain kunci justru berpostur tidak terlalu tinggi, tetapi memiliki visi bermain dan skill di atas rata-rata. Kedua, pola permainan cepat. Berkali-kali Luis Milla menegaskan keinginannya menerapkan pola permainan cepat di timnas Indonesia. Kebetulan jika menilik 25 pemain yang dipanggil ikut seleksi tahap pertama, ada sejumlah pemain yang menonjol dalam hal kecepatan. Dengan usia yang masih belia, para pemain tentu tak terlalu sulit diajak bermain cepat seperti keinginan sang allenatore.Ketiga, umpan pendek. Sejalan dengan permainan cepat, maka umpan-umpan pendek diyakini Luis Milla akan lebih efektif bagi tim asuhannya. Dalam sesi seleksi sudah terlihat keinginan mantan pemain Barcelona dan Real Madrid ini menerapkan game play yang berbeda. Misalnya, sepak pojok tak lagi langsung diangkat ke depan gawang lawan, tapi memberi umpan terlebih dahulu ke rekan satu tim sembari melihat situasi di kotak penalti lawan.[suggestedarticle]Keempat, pola 4-3-3. Pola ini memang sudah diterapkan di timnas Indonesia era sebelumnya. Baik itu saat diasuh oleh Indra Sjafri, Alfred Riedl maupun Ivan Kolev. Perlu dinanti bagaimana skema ini dijalankan di era Luis Milla.Empat poin kemiripan yang sebagian besar masih merupakan keinginan Luis Milla. Semoga saja perubahan signifikan yang ingin diterapkan di timnas Indonesia juga segera berbuah dengan prestasi sesungguhnya di lapangan pertandingan.
1488123656267 false