Odemwingie Tak Sabar Jumpa Essien

Madura United akan menjamu Persib Bandung dalam lanjutan Liga 1 pekan ke-13, pada Minggu tanggal 9 Juli 2017 di Stadion Gelora Bangkalan Madura.Dalam laga ini dua marquee player dari kedua tim akan saling jumpa. Peter Odemwingie di kubu Madura United dengan Michael Essien dari Persib.Kedua tim pernah main di kancah Liga Primer Inggris beberapa musim silam, dan Odemwingie mengaku tak sabar untuk bertemu dengan Essien dalam laga ini.“Kami sudah sering bertemu di Premier League ketika dia bersama Chelsea. Begitu juga dengan pertandingan persahabatan [antarnegara], dan Piala Afrika saat Nigeria bertemu Ghana,” tutur Peter Odemwingie.“Kami kadang saling mengirim pesan, dia teman yang baik. Saya tidak sabar bertemu dia, dan bertanding lawan dia,” lanjutnya.[suggestedarticle]Odemwingie pun memuji kualitas Essien selama berkarir di dunia sepakbola. Jika pemain asal Nigeria itu pernah membela Stoke City dan West Bromwich Albion, berbeda dengan Essien yang hanya membela Chelsea selama berkarir di Inggris.“Michael Essien pemain berkualitas. Sebagai gelandang, dia melakukan tugasnya. Ketika Anda menyebutnya sebagai marquee player, banyak orang di sini menganggap pemain itu harus mencetak gol,” kata Peter Odemwingie.“Tapi tugas dia bukan mencetak gol. Dia mengorganisasi [permainan tim], dia seorang pemimpin, dia bagus melepaskan umpan, dan kadang mencetak gol. Dia seorang pemain besar di sepakbola.”Peter Odemwingie pun bertekad mengalahkan Persib Bandung di laga nanti. “Paling penting fokus kepada permainan sendiri, karena kami bermain di kandang. Kami harus adaptasi dengan permainan kami, dan fokus dengan kekuatan kami untuk mencoba meraih kemenangan,” ucapnya.

Buruknya Penampilan Cole dan Essien Menjadi Sorotan Media Asing

Di awal pergelaran Liga 1, klub asal Kota Kembang, Persib Bandung sukses mengejutkan persepakbolaan tanah air. Bagaimana tidak, tim besutan Djajang Nurjaman tersebut berhasil mendaratkan dua bintang pesepakbola yang pernah berkiprah di Premier League, Carlton Cole dan Michael Essien.Namun, Cole dan Essien belum menunjukkan penampilan terbaiknya selama bergulirnya Liga 1 bersama tim Maung Bandung. Sudah memasuki pekan ke-11, Atep dan kawan-kawan masih tercecer di posisi ke-12 klasemen sementara dengan 16 poin.[suggestedarticle]Gagalnya Cole dan Essien mendongkrak performa Persib menjadi sorotan media asing, yakni Fox Sport Asian dan ESPN. Fox Sports Asia menulis laporan yang berjudul 'PSM Makassar still top of Indonesia's Liga 1', dalam artikelnya mengomentari penampilan Cole dan Essien yang dinilai kalah saing dengan penyerang Madura United, Peter Odemwingie. Bahkan, mantan penyerang Stoke City itu sudah melesakkan sembilan gol di Liga 1, setara dengan gol Persib saat ini. Sementara ESPN menulis judul 'Peter Odemwinge Shine in Indonesia as Zokora and Carlton Cloe flop' juga memberikan penilaian buruk kepada Cole dan Essien. Essien dan Cole mendapatkan Nilai F, nilai tersebut merupakan yang paling rendah dari sejumlah deretan pemain top dunia yang merumput di Indonesia.ESPN memberikan nila A kepada Peter Odemwingie yang sudah membukukan sembilan gol bersama tim kebanggaan kota Madura tersebut. Mohamed Sissoko yang memperkuat Mitra Kukar, menempati peringkat kedua dengan nilai B+, sementara Shane Smeltz, penyerang Borneo FC itu mendapat nilai C+.

Bintang Persib Ramaikan Strategi Transfer MU dan Jose Mourinho

Status sebagai eks pemain bintang bakal terus terbawa kemanapun sang pemain pergi. Meski sudah mundur dari percaturan elite sepakbola Eropa, dan kini memperkuat Persib Bandung, Michael Essien ternyata masih dianggap cukup kredibel sebagai nara sumber.Metro.co.uk, situs berbasis di Inggris, merasa perlu bertanya pada Essien soal panasnya perburuan Romelu Lukaku, striker muda yang tengah jadi rebutan dua klub besar, Chelsea dan Manchester United.[suggestedarticle]Seharusnya, sesuai perjanjian, awal musim depan Lukaku yang musim lalu mencetak 25 gol bakal kembali ke Chelsea setelah 3 musim membela Everton. Namun kabarnya The Blues keberatan memenuhi nilai kontraks ebesar 79 juta pounds yang diajukannya.Di saat itulah muncul kabar bahwa Manchester United membidik Lukaku sebagai alternatif jika buruan utama mereka, Alvaro Morata dan Antoine Griezman, gagal direkrut. Banyak yang menduga rencana itu bakal sulit terwujud karena Lukaku pernah dibuang Jose Mourinho semasa mereka sama-sama berada di Chelsea.Dari Bandung, Michael Essien mengutarakan pendapatnya soal kemungkinan kerja sama Jose Mourinho dan Romelu Lukaku."Mengapa tidak?" jawab Essien yang tahu persis karakter Jose Mourinho ketika menjadi anak didiknya di Chelsea dan Real Madrid. "Jika Jose menginginkannya dan ia ingin bermain untuk Jose, ya mereka pasti bisa bekerja sama," tambahnya seperti dikutip dari Metro.co.uk.[suggestedarticle]"Mereka memiliki keinginan bekerja sama. Untuk mewujudkannya diperlukan sebuah keinginan kuat, selanjutnya mereka pasti bisa bekerja sama," tutup Essien.Entah didengarkan atau tidak, tetapi Michael Essien masih dianggap cukup penting untuk berbicara soal strategi transfer eks mentornya.

Bergaji Sangat Mahal, Ini Marquee Player yang Gagal Bersinar di Liga 1

Kompetisi Liga 1 memang masih memasuki putaran pertama, tapi beberapa tim sudah mengeluhkan kontribusi marquee player.Regulasi atau kebijakan marquee player dimaksudkan untuk meningkatkan daya jual kompetisi. Kualitas klub dan pemain diharapkan pun bisa meningkat dengan hadirnya pemain bintang kelas dunia.Namun, tak semua klub merasakan dampak marquee player. Memang tak semua klub merasa rugi membeli marquee player, tapi beberapa klub mengeluhkan marquee player yang tak bisa cepat beradaptasi.Mahalnya gaji dan fasilitas menjadi faktor mengapa klub ingin marquee player segera beradaptasi dengan baik. Berikut deretan marquee player yang bisa dibilang gagal di klubnya.Michael Essien (Persib Bandung)Essien awalnya datang dengan diiringi ekspetasi tinggi oleh bobotoh Persib. Dalam laga awal, Essien kerap menjadi penyeimbang permainan tim. Namun belakangan, namanya selalu masuk dalam bangku cadangan pelatih Djadjang Nurdjaman.Mantan pemain Chelsea, Real Madrid, dan AC Milan itu bermasalah dengan kebugarannya. Sang pemain belum mencapai level kebugaran yang baik, sehingga lebih banyak memulai pertandingan dari bangku cadangan.Jika tidak segera dibereskan masalah kebugara, bisa dipastikan Essien bakal terlempar dari Persib bersama dengan Carlton Cole. Terlebih bobotoh sudah gerah dengan torehan Persib yang memburuk di kompetisi Liga 1.Juan Pablo Pino (Arema FC)Kedatangan Pino awalnya memberikan harapan besar bakal ganasnya skuat Singo Edan. Berbekal mantan pemain AS Monaco dan Olympiakos, Aremania dan jajaran staf pelatih berharap besar kepadanya. Namun, hampir sama dengan Essien, Pino bermasalah dengan kebugaran. Hal itu membuatnya tampil kerap tak maksimal. Tentu saja, menurunnya stamina Pino berimbas kepada permainan tim.Pelatih Aji Santoso pun membuat kebijakan yang ekstrem dengan tak mencantumkan Pino di susunan pemain, bahkan untuk pemain cadangan sekalipun. Memang beralasan Aji tak mencantumkan nama Pino. Dari statistik yang ada, Pino belum sekalipun mencetak gol dan assist dari lima pertandingan yang ia jalani.Jose Manuel Barbosa Coelho (Persela Lamongan)Jose Manuel Barbosa Alves alias Coelho sangat antusias bermain di Indonesia. Melalui teman-temanya di Brasil, ia mengetahui bagaimanan kerasnya dan fanatiknya kompetisi sepak bola di Indonesia. Sayangnya debut eks Inter Milan dan Benfica ini berjalan tak menyenangkan. Persela kalah 1-3 dari PSM Makassar di pekan perdana Liga 1. Ragunya pelatih Herry Kiswanto kepada Coelho terjadi ketika timnya dikalahkan PS TNI dengan skor 2-3 pada pekan ketujuh. Coelho gagal memberikan kontribusi yang positif terhadap tim.Kini Coelho lebih banyak berada di bangku cadangan. Pelatih Herry Kiswanto lebih banyak memakai Eka Ramdani atau Kosuke Yamazaki Uchida di lini tengah. Torehan Coelho pun tak terlalu fantastis, hanya satu assist dan nihil gol.
1496957402071 false