Timnas Indonesia Bukan Tujuan Awal Beto Jadi Pemain Naturalisasi

Pada 8 Februari 2018 lalu striker asal Brasil, Alberto Goncalves resmi diambil sumpahnya sebagai warga negara Indonesia melalui proses naturalisasi.Melalui bantuan dari klubnya Sriwijaya FC, Beto akhirnya bisa mendapatkan identitas sebagai warga Indonesia. Selain dirinya ada juga nama Esteban Viscarra dan Bio Pauline yang mendapat status serupa, sehingga tak mengganggu kuota pemain asing di Laskar Wong Kito.Penampilan konsistennya membuat ia masuk ke dalam skuat Tim Nasional Indonesia, arahan Luis Milla untuk dua laga uji coba melawan Thailand U-23.Beto sudah lebih dari sepuluh tahun tinggal di Indonesia sejak pertama kali tiba tahun 2007. Beto juga menikahi wanita Indonesia, dan kedua anaknya pun dilahirkan di negara ini.[suggestedarticle=3]Tentu membantu Sriwijaya FC meraih gelar Liga 1 musim ini menjadi tujuan utama Beto untuk mendapatkan status WNI. Sebelumnya panggilan timnas tak ada dalam bayangan Beto, dimana usia dirinya sudah menginjak 36 tahun saat ini.[pagebreak]El Loco Lebih Dulu[/pagebreak]"Ada beberapa tim yang kontak, namun saya sudah janji dengan pengurus Sriwijaya FC untuk mengurus proses menjadi WNI supaya bisa bertahan di Palembang. Saat ini semua surat-surat tengah dilengkapi, dan saya berharap semuanya lancar,” jelas Beto, beberapa waktu lalu dikutip dari Goal.“Dulu saat masih di Persipura, saya sebenarnya sudah ditawari bersama Christian Gonzales. Namun ketika itu saya cedera, dan harus kembali untuk pemulihan. Saat balik ke Indonesia ternyata Gonzales sudah WNI. Kini saya berharap bisa menyusulnya.”Timnas U-23 saat ini memang sedang kekurangan seorang juru gedor, dimana nama pemain naturalisasi lainnya seperti Ilija Spasojevic tak bisa diharapkan dalam beberapa laga sebelumnya.Begitu juga dengan striker lokal yang sudah dicoba seperti Lerby Eliandry, semuanya tak bisa menjadi pemecah kebutuan timnas.Milla sendiri nampak sudah pasti akan menempatkan dua dari tiga pemain senior untuk posisi kiper dan striker dalam ajang Asian Games 2018 mendatang.

Pemain Sriwijaya FC Esteban Vizcarra Resmi Jadi WNI

Pemain Sriwijaya FC asal Argentina, Esteban Vizcarra, Jumat (16/3/2018), resmi menjadi Warga Negara Indonesia setelah menuntaskan sejumlah proses di Dirjen Keimigrasian. Manajer Sriwijaya FC Ucok Hidayat di Palembang, mengatakan, surat yang menyatakan jika Vizcarra resmi jadi WNI itu diterima manajemen pada hari ini. "Semua proses sudah selesai dan Vizcarra resmi menjadi WNI," kata Ucok, seperti dikutip antaranews.com.Ia mengatakan, dengan beralih status kewarganegaraan Vizcarra membuat Sriwijaya FC tidak lagi dipusingkan dengan kondisi kelebihan pemain asing. Saat ini dari total 29 pemain yang ada, SFC mempunyai empat orang pemain asing yang sesuai regulasi.[suggestedarticle=3]Empat pemain itu, Mahamamadou N`Diaye (Mali), Makan Konate (Mali), Manuchekhr Dzhalilov (Tajikistan) dan Yu Hyun Koo (Korea Selatan)."Jadi tinggal pelatih yang mengotak-atiknya karena saat ini sudah banyak pilihan untuk pemain lokal," kata pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumsel ini.Pelatih Rahmad Darmawan tentu akan terbantu dengan status baru Vizcarra. Bila saat turnamen Piala Presiden, RD harus menyimpan salah satu pemain asing, seperti Vizcarra karena kelebihan kuota, tapi kini dia bisa menurunkan semuanya.Ucok pun mengaku, sangat senang karena proses naturalisasi Vizcarra juga terbilang cepat karena target manajemen untuk menyelesaikan naturalisasi Vizcarra selesai sebelum Liga 1 bergulir tercapai."Kita harapkan Vizcarra bisa memberikan yang terbaik bagi SFC," ujar dia.Vizcarra sebelumnya ingin menjadi WNI sejak masih berseragam Arema FC. Selama dua musim bersama Singo Edan, proses naturalisasinya tak kunjung selesai.Pada 2018, Vizcarra berlabuh ke Sriwijaya FC. Sejak awal bergabung, ia meminta manajemen klub untuk membantu dirinya melepaskan kewarganegaraan Argentina untuk menjadi WNI.

OK John Jadi WNI, Madura Punya Empat Pemain Naturalisasi

Masuknya Onoriode Kughegbe (OK) John menjadi Warga Negara Indonesia membuat Madura United memiliki empat pemain naturalisasi. Artinya, klub Sape Kerrab ini menjadi yang terbanya punya pemain naturalisasi.Senin (26/2/2018) maam, Manajemen Madura United melalui rilisnya mengonfirmasi, OK John telah disahkan sebagai WNI. Dengan demikian, OK John akan mengisi slot pemain lokal di tim Madura United.Kepastian itu tertuang melalui Surat Keputusan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) nomor AHU.AH.10.02 - 38 tahun 2019. Surat tersebut menegaskan Onoriode Kughegbe (OK) John disahkan sebagai Warga Negara Indonesia.[suggestedarticle=3]"Saya berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah memberikan kepastian hukum saya, dan keluarga saya. Kami menyambut dengan sangat bahagia karena status kewarganegaraan anak-anak kami menjadi jelas," tutur OK John."Saat ini saya sedang menyelesailan KTP dan lainnya sehingga belum berhabung dengan Madura United. Kepada suporter Madura United, terima kasih karena mau berteman baik dengan saya," tambah mantan pemain Persiwa Wamena itu.Sebelum OK John yang disahkan menjadi WNI pada 19 Februari 2018, Madura United sudah mendapatkan tiga pemain naturalisasi lainnya, yakni Greg Nwokolo, Christian Gonzales, dan Raphael Maitimo."Madura di Liga 1 memang mengopsikan OK John sebagai pemain lokal, bukan sebagai pemain asing. Selamat atas status WNI dan itu berarti kontrak OK John berlanjut untuk musim ini," jelas Haruna Soemitro, Manajer Madura United .Setelah Madura United, Bali United memiliki pemain naturalisasi terbanyak kedua dengan tiga pemain, yakni Stefano Lilipaly, Irfan Bachdim, dan Ilija Spasojevic.

Stories of the Year

Mengalirnya Darah Indonesia di Timnas Malaysia

Ya, betul, ini bukan berita hoax. Tetapi ternyata memang ada seorang pemain nasional Indonesia yang membela Timnas Malaysia. Sang pemain bahkan pernah membobol gawang tim kampung halamannya sendiri pada tahun 2012 silam.Berita ini mencuat pada gelaran SEA Games 2017 yang berlangsung di Malaysia. Saat Timnas U-22 asuhan Luis Milla tengah berjibaku memenuhi target merebut emas dalam gelaran bergengsi itu, kemunculan nama Mahali bin Jasuli sempat menyita perhatian publik.Pemain timnas Malaysia ini memang dialiri darah asli Indonesia. Tepatnya putra asli Gresik, Jawa Timur, Indonesia. Darah Indonesia ia dapat dari kedua orang tuanya. Sang ayah, Jasuli dan ibunya bernama Masyura meruapakan orang asli Indonesia dari Pulau Bawean, Gresik.[suggestedarticle=3]Ketika Mahali lahir 28 tahun silam, kedua orangtuanya sedang bekerja di Negeri Jiran. Mahali memang lahir dan besar di Selayang, Selangor, Malaysia. Meski kedua orangtuanya kabarnya masih berstatus Warga Negara Indonesia, tak menghalangi Mahali bin Jasuli memantapkan hatinya memilih Malaysia sebagai status kebangsaannya.“Saya lahir dan besar di Malaysia. Karena itu saya memilih berkewarganegaraan Malaysia. Keluarga juga mendukung keputusan saya,” ujar Mahali.[pagebreak]Mendapat Rekomendasi Raja Selangor[/pagebreak]Rekomendasi Raja Selangor’’Raja Selangor memberikan rekomendasi untuknya. Karena itu, kami sama sekali tidak cemas dengan masa depannya,’’ kata sang ayah, Jasuli.Menurut sang nenek yang masih tinggal di Indonesia, warga kampung mengetahui jika cucunya menjadi Warga Negara Malaysia dan masuk timnas negeri itu. "Mahalli dari sejak kecil sudah gemar bermain sepakbola, bakatnya diturunkan dari ayahnya bukan ibunya," tutur Haji Fatma, nenek Jasuli. "Sudah 14 tahun Mahali Jasuli bergabung dalam klub olahraga di Malaysia, sekarang mencapai puncak prestasinya sebagai pemain Timnas Malaysia." [suggestedarticle=3]Nama Mahalli dahulu pernah ramai diperbincangkan publik Indonesia kala berhasil menjebol gawang Indonesia di pertandingan penyisihan Grup B Piala AFF 2012 yang berlangsung pada 1 Desember 2012 silam. Kala itu Indonesia kalah dari Malaysia dengan skor 0-2. Satu gol lainnya dicetak oleh Azamuddin Akil. Indonesia pun gagal melangkah ke babak semifinalDi tengah gencarnya upaya naturalisasi pemain asing atau yang berdarah Indonesia, fakta ada pemain berdarah asli Indonesia membela negeri lain memang cukup disayangkan.[Catatan Redaksi: Tulisan ini dimuat ulang sebagai bagian dari Rubrik Stories of the Year untuk membingkai artikel-artikel menonjol sepanjang tahun 2017.]

Ups! Spaso Bisa Perpanjang Mandulnya Striker Naturalisasi di Timnas Indonesia

Setiap kali ada berita pemain asing yang dinaturalisasi oleh pemerintah Indonesia, harapan menjulang selalu merasuki publik. Masyarakat kita sudah terlanjur percaya bahwa cara itu adalah langkah tercepat untuk menghadirkan prestasi membanggakan bagi Merah Putih.Bukan kebetulan jika dari 15 pemain asing yang sudah dinaturalisasi, didominasi oleh mereka yang berposisi sebagai striker. Terakhir ada nama Ilija Spasojevic, striker Bhayangkara FC.[suggestedarticle]Spaso, panggilan sang pemain, mengikuti jejak beberapa striker asing lainnya yang memilih menjadi WNI seperti Cristian Gonzales, Greg Nwokolo, Sergio van Dijk, Jhonny van Beukering, Ezra Walian atau Guy Junior.Masalanya, tidak banyak di antara nama-nama asing itu yang benar-benar sukses di Timnas Indonesia. Praktis hanya Cristian Gonzales yang bisa dikatakan tetap subur ketika memakai kostum merah putih.Sejak debut di Piala AFF 2010, striker keturunan Uruguay itu mampu menyumbang 11 gol dari 25 pertandingan. Terakhir striker Arema FC ini tampil di Piala AFF 2014. Meski belum menyatakan pensiun, belum ada tanda-tanda namanya dilirik Luis Milla. [suggestedarticle]Selain Cristian 'El Loco' Gonzales, tak ada nama lain yang cukup mencuat. Sergio van Dijk, Grew Nwokolo dan Ezra Walian (di timnas senior maupun U-22) sama-sama baru mencetak sebiji gol dari 6 caps. Jhonny van Beukering dan Guy Junior praktis belum pernah membela timnas. Bagaimana Ilija Spasojevic? Mampukah dia mengikuti jejak Cristian Gonzales menjadi striker subur Merah Putih? Atau menambah panjang daftar striker naturalisasi yang gagal mengharumkan nama negara barunya?
1507987801597 false