Buntut Pro Duta FC Mundur dari Liga 2, PSMS Medan Kecewa dan Alami Kerugian

Buntut dari mundurnya klub Pro Duta FC secara mendadak dari Kompetisi Liga 2 Indonesia 2017, membuat manajemen PSMS Medan merasa kecewa dan mengalami kerugian.Sedianya mereka bertanding pada Minggu (30/7) di Stadion Cendrawasih, Tangerang. Pihak PSMS Medan pun sudah memesan tiket pesawat dan penginapan di seputar stadion.Dengan batalnya pertandinga tersebut pihak PSMS Medan mengalami kerugian finansial. "Pastikah kami rugi. Kerena kami sudah membooking tiket pesawat dan penginapan ke Cengkareng," ungkap Kisharianto, Ketua Harian PSMS Medan kepada wartawan, Selasa (25/7).Kisharianto juga menyayangkan sikap Pro Duta yang memilih mundur saat kompetisi telah berjalan lebih dari setengah. Menurutnya, keputusan itu akan merugikan para pemain Pro Duta."Dampaknya kan pasti kepada para pemain. Mereka harus terhenti bermain padahal kompetisi masih berjalan. Mau pindah ke klub lain juga tak mudah," jelas Kisharianto.Ia mengaku tetap menunggu putusan akhir dari PSSI terkait sah atau tidaknya tim Pro Duta berhenti melanjutkan kompetisi termasuk pembatalan laga tersebut."Sampai sekarang kan PSSI belum juga memutuskan nasib tim Persih Tembilahan yang sempat mogok tanding di dua laga termasuk saat laga kontra PSMS," kata Kisharianto."Padahal dari awal PSSI sudah verifikasi kesiapan tim mengikuti kompetisi tahun ini. Saya rasa memang klubnya yang kurang siap. Kalau bisa ke depan dicari formula yang benar-benar, seperti adanya jaminan dari setiap tim yang ikut," kata Kisharianto.

PSSI Telah 'Rumahkan' 23 Wasit dari Liga 1 dan Liga 2

Sampai pertengahan Juli 2017, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah memberhentikan 23 wasit Liga 1 dan Liga 2 Indonesia selama musim 2017.Pada bulan Mei 2017, PSSI memutuskan untuk memberhentikan sementara 18 perangkat pertandingan. Ini merupakan keputusan usai melakukan pertemuan dengan operator kompetisi resmi sepakbola Tanah Air, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan Liga 1 dan 2.Wakil Ketua Umum (Waketum) PSSI, Joko Driyono, saat itu tdak mau membeberkan nama-nama dari 18 perangkat pertandingan yang diberhentikan sementara tersebut. Namun, ia hanya mengungkapkan bahwa 18 perangkat pertandingan yang dimaksud terdiri dari delapan wasit dan 10 asisten wasit.“Mereka diberhentikan sementara sejak keputusan dibuat sampai batas waktu yang nantinya ditentukan oleh Komite Wasit. Sanksi tersebut berdasarkan kinerja yang dipantau di lapangan,” ujar Joko.Menurut Joko, langkah ini bertujuan ingin melindungi integritas kompetisi dan integritas wasit. "Jumlah (pengganti) wasit dan asisten wasit masih cukup untuk menjalankan pertandingan. Sampai hari ini Mei, PSSI sudah menerima 17 protes mengenai wasit dari klub-klub Liga 1 dan Liga 2.”Apa yang dikatakan Joko Driyono memang tidak bisa dipungkiri. Berbagai klub Liga 1 dan 2 melakukan laporan protes terhadap wasit-wasit yang memimpin jalannya pertandingan.Terakhir pada 15 Juli 2017, Sekjen PSSI Ratu Tisha mengumumkan, PSSI memberhentikan empat wasit Liga 1 dan satu wasit dari Liga 2. Dengan demikian, telah 23 wasit dan hakim garis yang diberhentikan PSSI pada musim kompetisi yang berjalan ini.

Gawat! Daya Tahan Wasit Indonesia Cuma 75 Menit, Selebihnya?

Manuel Pellegrini, mantan pelatih Manchester City pernah mengatakan, masa yang paling krusial adalah 15 menit terakhir pertandingan. Karena baik pemain maupun wasit sudah hampir habis kesegarannya. Artinya mereka berpotensi melakukan kesalahan yang membuat terjadinya gol lawan, bisa juga wasit salah dalam mengambil keputusan.Hal ini ternyata klop dengan temuan konsultan wasit asal Skotlandia yang didatangkan PSSI, George Cumming yang mengatakan bahwa wasit yang memimpin Liga 1 dan Liga 2 hanya mampu bertahan 75 menit. Artinya, selepas menit tersebut, konsentrasi wasit berkurang jauh, sehingga sering salah dalam mengambil keputusan. Tentunya, hal ini bisa mempengaruhi jalannya permainan dan memunculkan keributan.Temuan Cumming menjadi jawaban soal keluhan klub-klub Liga 1 dan Liga 2 terhadap kepemimpinan wasit yang kurang bagus. Kericuhan pertandingan di Liga 2 juga sering kali terjadi jelang akhir pertandingan, seperti yang muncul saat Persiba Bantul lawan PPSM Magelang."Kalau mau memperbaiki semua masalah yang ada, memang tidak mudah. Tapi, saya punya sejumlah strategi. Yakni, memperbaiki cara komunikasi wasit, pelatihan kepada wasit, dan menugaskan tim pengawas wasit," jelas Cumming.Sementara Wakil Ketum PSSI Joko Driyono menyatakan, dia sudah mendengar semua masukan dan evaluasi yang disampaikan Cumming. Tapi itu belum bisa menjadikan bahan kesimpulan kualitas wasit yang selama ini ditugaskan di Liga 1 dan Liga 2."Kami belum bisa mengambil kesimpulan. Sebab, informasi yang disampaikan Cumming juga bersifat sementara," ujar Joko."Tapi, kehadiran sosok seperti George Cumming untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja wasit tanah air ini patut diapresiasi. Mengingat reputasi dan jam terbang di dunia wasit internasional sudah sangat tinggi," lanjut Joko.
1501032601734 false