20 Feb 2017

Segera! PSSI Seleksi 12 Pemain dari 4 Negara untuk Dinaturalisasi

Pada tahun 2017 ini, PSSI bersama dengan Kemenpora gencar mencari pemain yang siap untuk dinaturalisasi demi kepentingan tim nasional Indonesia.Nantinya pemain naturalisasi itu akan difokuskan untuk membela timnas U-19 dan juga U-22.Melalui Sekjen PSSI, Ade Wellington, dirinya mengaku telah mengirimkan surat undangan kepada para pemain untuk melakukan seleksi di Indonesia."Jadi yang mau datang kami terus undang untuk bergabung. Kami sudah mengirim undangan untuk pemain tersebut agar bisa mengikuti seleksi Timnas U-19 dan Timnas U-22. Kurang lebih akan ada 12 pemain," ujar Ade di kantor PSSI, Jakarta, Minggu (19/2), seperti dilansir dari Kumparan.Sejauh ini baru ada nama Ezra Walian, bomber Jong Ajax yang memiliki darah Indonesia melalui sang ayah.Dua nama lain yakni Andri Syahputra yang berkarier di Qatar serta Emil Audero yang berkarier bersama raksasa Italia, Juventus, masih terus diikuti oleh PSSI.[suggestedarticle]Namun para pemain yang diundang lebih dulu akan menjalani seleksi, tidak langsung dinaturalisasi."Yang kami undang adalah untuk proses seleksi dulu, tidak langsung dinaturalisasi. Mereka lebih banyak untuk diseleksi bersama Timnas U-19. Ada dari Spanyol, Belanda, Qatar, Italia. Mereka sangat antusias. Diharapkan pertengahan Maret mereka datang untuk naturalisasi," ujarnya.Jika sudah rampung proses seleksi dan naturalisasinya, para pemain naturalisasi yang berusia di atas 18 tahun direncanakan menjadi bagian skuat Timnas untuk uji coba kontra Singapura, akhir Maret mendatang."Tanggal pemanggilannya belum kami tentukan. Nanti yang lawan Singapura pemain yang dipanggil adalah hasil dari dua seleksi awal ini," tutup Ade.
19 Feb 2017

PSSI Belum Siap, Kick Off Liga 1 Diperkirakan Mundur

Liga 1 yang diproyeksikan menjadi kompetisi sepak bola tertinggi di Indonesia, semula bakal digelar pada 26 Maret 2017. Tapi, diperkirakan mundur sebulan lantaran PSSI harus melakukan finalisasi mulai persiapan operator hingga jadwal pertandingan."Hingga saat ini masih finalisasi. Kick off belum ditentukan. Tanggal 26 Maret juga belum pasti. Jika benar mundur, bakal tidak lebih dari satu bulan," kata Sekjen PSSI Ade Wellington di sela pertemuan dengan perwakilan FIFA di Kantor PSSI Kuningan, Jakarta, Minggu (19/2).Kick of Liga I sebenarnya telah diputuskan pada kongres PSSI di Bandung, Jawa Barat beberapa waktu yang lalu. Dengan belum adanya kepastian ini diperkirakan akan berdampak yang cukup besar terutama untuk pelaksanaan liga-liga dibawahnya yaitu Liga II dan Liga III.[suggestedarticle]Namun, Ade Wellington menambahkan, jika Liga I dan Liga II berpeluang digelar bersamaan. Liga II atau sebelumnya dikenal dengan Divisi Utama ini rencana awalnya akan digulirkan satu bulan setelah kompetisi tertinggi di Tanah Air yang sebelumnya bernama Indonesia Super League (ISL) digelar."Kami memang merancang Liga I dan Liga II akan digulirkan bersama," kata Ade Wellington menambahkan.Meski kick off Liga I belum diputuskan, tim calon peserta saat ini sudah getol melakukan persiapan. Bahkan, untuk menguji pemain yang telah dikontrak maupun masih menjalani seleksi, semua tim peserta Liga I turun pada pertandingan pra-musim, Piala Presiden 2017.
19 Feb 2017

Resmi! PSSI Gagal Bujuk Kiper Ketiga Juventus Bela Indonesia

Teka-teki upaya naturalisasi Emil Audero Mulyadi terjawab sudah. PSSI menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pendekatan melalui sejumlah cara untuk membujuk kiper ketiga Juventus itu bersedia mengenakan kostum timnas Indonesia. Namun, tampaknya pilihan kiper yang masih berumur 20 tahun itu sudah bulat tetap memilih Italia sebagai negara yang akan dibelanya. "Kami sudah coba kontak lewat Bapaknya dan melakukan pembicaraan juga. Tapi, kami juga tidak bisa memaksa keputusan itu. Mungkin Emil memang punya pertimbangan sendiri," kata Hanif Thamrin, Direktur Media PSSI.Edy Mulyadi, bapak Emil Audero Mulyadi, sebelumnya sudah memberi penjelasan bahwa anaknya sudah berstatus warga negara Italia dan mantap menunggu panggilan tim senior Gli Azzurri. Bahkan, dia mengaku belum ada pendekatan sama sekali dari PSSI.[suggestedarticle]"Kalau akhirnya Emil pilih Italia, kami no heart feeling. Lagipula selain punya kemampuan bagus, kami juga mencari pemain yang memiliki jiwa nasionalis tinggi dan rela menumpahkan darah untuk negara," lanjut Hanif.Unggahan foto Emil Mulyadi bersama timnas U-21 Italia di akun Instagram pribadinya beberapa hari lalu dibaca sebagai jawaban Emil di tengah isu naturalisasi yang tengah gencar dibicarakan masyarakat dan media di Indonesia. Dalam unggahannya, Emil menambahkan emoticon bendera Italia, lambang jempol dan emoji tersenyum lebar.Sayangnya, banyak netizen yang justru mem-bully Emil dengan mengisi kolom komentar dengan pernyataan pedas, sinis dan bahkan kasar. Semoga pernyataan PSSI yang legowo melepas Emil ini bisa menghentikan bully-an terhadap Emil yang seharusnya memang tidak pada tempatnya kita lakukan.Good luck, Emil!
18 Feb 2017

Sedih! Akhirnya Emil Mulyadi Pilih Coblos Timnas Italia

Emil Audero Mulyadi memang tidak ikut Pilkada. Meski mengalir darah Indonesia dari Bapaknya, Edy Mulyadi; kiper ketiga Juventus itu tak punya hak suara. Tapi, karena namanya belakangan disebut-sebut sebagai salah satu prioritas yang akan dinaturalisasi oleh PSSI, Emil tiba-tiba diberi dua kartu suara yang harus dipilih: Gli Azzurri Italia atau Tim Garuda Indonesia![suggestedarticle]Berbeda dengan Pilkada Serentak 2017 yang harus dilaksanakan pada 15 Februari 2017, kartu suara milik Emil tak memiliki batas waktu. Sampai kapanpun - sebelum dia memperkuat Timnas Italia Senior, maka kiper kelahiran Mataram ini masih bisa memilih Indonesia sebagai negara yang akan dibelanya di pentas internasional.Dan, sesungguhnya sampai hari ini belum ada keputusan resmi maupun pernyataan jelas dari Emil negara mana yang akan dibelanya. Satu-satunya keterangan yang bisa didapatkan adalah melalui Bapaknya, Edy Mulyadi, yang saat ini tinggal di Praya, Lombok.Beberapa hari lalu Lombok Post, menaikkan berita mengenai pernyataan Edy Mulyadi mengenai status anaknya. Intinya, Emil ternyata sudah memiliki kewarganegaraan Italia![suggestedarticle]"Sebentar lagi dia akan membela Timnas Italia U-18 pada Olimpiade di Jepang," kata Edy yang menikah dengan Antonela Audero yang berdarah Italia - ibu Emil.Edy sekaligus memberi konfirmasi bahwa belum ada satu pun komunikasi dari Indonesia perihal keinginan PSSI menaturalisasi anak keduanya itu. "Saya sudah telpon (Emil). Tapi sampai saat ini belum ada konfirmasi dari pihak PSSI untuk mengajaknya bergabung," jelasnya.Edy juga mengatakan Emil sudah merasa nyaman di Italia. Anaknya yang masih sering menelponnya itu mengatakan masa depannya di Juventus dan timnas Italia sangat cerah. Tinggal menanti kesempatan bermain di tim senior. Apalagi, menurut Edy, Emil sangat dekat dengan Gianluigi Buffon yang sudah dianggapnya sebagai mentor sekaligus kakak. Mengenai kabar Emil juga memiliki paspor Indonesia, Edy mengatakan sama sekali tidak tahu mengenai hal itu. Emil tidak pernah cerita hal itu kepadanya. Tapi, masih menurut Edy, mungkin saja Emil punya dua paspur karena di Italia hal itu dimungkinkan. Beda dengan Indonesia yang hanya boleh memegang satu paspor. Berita Emil menolak Indonesia beredar sangat cepat. Buntutnya, akun Instagram sang pemain muda yang baru berumur 20 tahun itu diserbu komentar negatif netizen asal Indonesia yang tak terima dengan keputusannya.[suggestedarticle]Emil mungkin sedang shock membaca komentar-komentar miring dan sinis di akunnya... Reaksi negatif yang berasal dari tanah kelahirannya sendiri akibat menggunakan hak pilihnya memilih negara mana yang akan dia bela...
1487381407624 false