25 Apr 2017

22 Pelatih Top Indonesia Kursus Instruktur di Depok

Sebanyak 22 pelatih papan atas Indonesia tengah mengikuti kursus instruktur pelatih atau MA Coaching Instructors Course 2017 di National Youth Training Centre (NYTC), Depok, 24 April-5 Mei 2017.Berdasarkan keterangan resmi PSSI yang diterima di Jakarta, Senin (24/4), kursus itu dipimpin oleh Vincent Subramaniam dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan salah satu tujuan kegiatan itu adalah untuk mengejar ketertinggalan sepak bola Indonesia."Kursus ini upaya PSSI mengejar ketinggalan, dan membangun kompetensi kolektif. Dalam kursus ini, 22 pelatih terbaik di Indonesia dilatih untuk menjadi instruktur yang bisa melahirkan pelatih-pelatih baru di Indonesia," kata Wakil Ketua Umum sekaligus Plt Sekjen PSSI Joko Driyono.Joko melanjutkan, PSSI berharap para instruktur-instruktur ini nantinya dapat turut serta merancang dan melaksanakan program atau kurikulum kepelatihan nasional dengan filosofi dan visi yang seragam di seluruh Indonesia.Sementara Direktur Teknik PSSI Danurwindo menambahkan, kegiatan tersebut baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia dan semua pesertanya adalah pelatih dengan lisensi A AFC."Jadi para peserta merupakan para pelatih elite di Indonesia. Mereka diberikan materi teori dan praktik dari pagi hingga sore hari," ujar Danurwindo.Ada beberapa nama tenar yang ikut dalam kursus ini seperti pelatih tim nasional U-19 Indra Sjafri, pelatih timnas U-16 Fakhri Husaini, mantan asisten pelatih timnas senior Wolfgang Pikal dan mantan pelatih Sriwijaya FC Widodo Cahyono Putro.Berikut 22 pelatih yang ikut kursus instruktur pelatih: 1. Mustaqim2. Mundari Karya3. Sutan Harhara4. Satia Bagdja Ijatna5. Kibnu Harto Slamet6. Danan Jaya7. M Nasir8. Safei Pylly9. Wolfgang Pikal10. Hanafing11. Ibnu Grahan12. Maman Suryaman13. Robby Maruanaya14. Indra Sjafri15. Yudi Suryata16. Deny Syamsudin17. Syafrianto18. Fakhri Husaini19. Widodo Cahyono Putro20. Jessie Mustamu21. Eddy Simon Badawi22. Bambang Nurdiansyah.
19 Apr 2017

PSSI Siap Selesaikan Polemik KITAS pada Imigrasi dan BOPI

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) baru saja merilis 11 nama klub Liga 1 2017 yang pemain asingnya tidak memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).KITAS diperlukan untuk pemain asing dan menjadi syarat mereka untuk berlaga di Liga 1 musim ini.Namun beberapa pemain asing termasuk duo bintang dunia Michael Essien dan Carlton Cole sudah bermain dengan tanpa KITAS pada pekan pertama Liga 1. Hal ini pun dipermasalahkan oleh BOPI, namun PSSI siap menjelaskan masalah ini pada Imigrasi serta Kemenaker."Intinya hari Jumat (21/4) akan ada pertemuan dengan Imigrasi, lalu Kemenaker di kantor PSSI jam 2 siang. Ini untuk memfinalisasi sebuah rancangan yang kita sudah usulkan. Kami ingin selesaikan masalah ini sebelum kick-off week kedua," kata direktur status dan transfer pemain PSSI, Marco Paulo di kantor Kemenpora, Selasa (18/4), seperti dilansir oleh Goal.com"Pada dasarnya kami sudah sesuai ritme yang sama, tinggal kita pastikan balik ke koridor yang baik karena kita ingin menikmati sepakbola yang baik. Sebenarnya, harus bisa dimengerti juga di sini ada beberapa pihak, ada operator, regulator, Imigrasi, Kemenaker, ini komunikasinya yang masih kurang pakem." "Ini yang buru-buru kami selesaikan, karena kemarin operator harus mengambil kebijakan terkait itu [mengasih izin pemain tanpa KITAS]. Tetap kami tidak ingin sengaja melanggar aturan. Intinya kami sudah balik kepemahaman yang sama tinggal mekanisme itu seperti apa," tambahnya.[suggestedarticle]Sebelumnya PT Liga Indonesia Baru memberikan dispensasi kepada setiap klub untuk mengurus masalah KITAS pemain asing selama satu bulan, namun tetap bisa memainkan mereka."Kesepakatannya seperti ini, saat pemain sudah dalam proses pembuatan, kami memberikan keringanan kepada tim-tim Liga 1 agar menyelesaikan masalah KITAS sampai 15 Mei. Jika tidak, ya nanti akan ada sanksi," ujar CEO PT Liga Indonesia Baru (LIB), operator Liga 1, Risha Adi Widjaya.
18 Apr 2017

Rabu (19/4) Ultah PSSI ke-87, Dukungan Apa yang Bisa Anda Berikan?

Tak terasa, Rabu (19/4) adalah hari ulang tahun Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang ke-87, lebih tua dari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tapi, apa prestasi 30 tahun terakhir yang bisa kita banggakan dari timnas Indonesia?Jelas belum banyak. Yang mungkin mudah diingat, sukses meraih medali emas SEA Games 1987 Jakarta dan SEA Games 1991 Filipina. Miris memang, tapi harapan untuk lebih baik tetap ada.Secara kasat mata, PSSI di bawah Ketua Umum ke-16 Edy Rahmayadi memang memberikan harapan besar. Liga 1 dan Liga 2 mulai diputar. Khusus untuk Liga 2, akan dimulai tepat pada HUT PSSI ke-87 dengan menggelar PSS Sleman versus PSCS Cilacap di Sleman.Kemeriahan kompetisi Liga 2 pun terlihat jelas dengan diikuti oleh 61 klub. Ini menandakan antusiasme sepak bola di daerah sangat tinggi, meski fasilitas mereka belum memadai.[suggestedarticle]Liga 1 yang menjadi kasta paling mentereng, sudah lebih awal digelar pada Sabtu (15/4). Berbekal sponsor besar Gojek dan Traveloka, sebanyak 18 klub sudah siap bertarung.Warna pembaharuan pun dihembuskan PSSI. Yakni, lewat penyertaan pemain muda (U-23) ke dalam tim inti tiap klub Liga 1, serta penggunaan marquee player, pemain bintang asing yang pernah memperkuat timnas. Klub kian bergairah lantaran siraman subsidi Rp 7,5 miliar dari operator Liga 1 (PT Liga Indonesia Baru).Pada jajaran tim nasional, PSSI mengambil langkah berani dengan mendatangkan pelatih asal Spanyol Luis Milla untuk merangkai Timnas U-22 yang akan diterjunkan untuk mengejar target juara SEA Games 2017 Malaysia, lalu terjun ke ajang Asian Games 2018 yang kebetulan digelar di Indonesia. Sementara pelatih Indra Sjafri yang pernah membawa Timnas U-19 juara Piala AFF U-19 pada 2013 kembali diberi tempat PSSI untuk menangani timnas muda tersebut.Langkah-langkah kongret PSSI ini memang tidak serta-merta bisa menaikkan tinggi rangking Indonesia di FIFA yang kini bertengger di peringkat 175 (April 2017), namun paling tidak harapan kepada perbaikan iklim sepak bola nasional mulai dijalani.Sebagai pecinta sepak bola tentu ingin hasil cepat atau prestasi langsung terlihat, tapi perlu kita maknai bahwa proses itu kini tengah dirajut oleh PSSI. Lantas, fans yang bertindak sebagai pecinta sepak bola tanah air, bisa bertanya sendiri, dukungan apa yang bisa Anda berikan untuk kemajuan sepak bola negeri ini?
1492506488751 false