Daftar 21 Klub Peserta Liga 3 DKI Jakarta, Ada Persitara dan Persija Muda

Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DKI Jakarta siap menggelar Liga 3 pada 20 Juli mendatang. Sebanyak 21 klub akan turun bertanding di kompetisi level amatir itu.Beberapa klub terdengar tak asing bagi publik sepak bola nasional. Nama-nama seperti Persitara Jakarta Utara, Jakarta Timur FC, Persija Muda, sampai PSJS Jakarta Selatan berburu juara Liga 3 DKI Jakarta.Persitara seperti diketahui pernah bermain di kasta atas sepak bola Indonesia. Laskar Si Pitung pernah bermain selama empat musim di Divisi Utama Liga Indonesia.[suggestedarticle=3]Begitu juga dengan Jakarta Timur FC atau yang dulu dikenal sebagai Persijatim Jakarta Timur. Nama Persijatim memang sudah dijual ke Pemkot Palembang dan berganti menjadi Sriwijaya FC. Tapi para stakeholder sepak bola di Jakarta Timur pun menghidupkan lagi embrio Persijatim dengan nama Jakarta Timur FC.Jakarta Timur FC dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun mampu melahirkan pemain muda untuk timnas. Muhammad Riyandi dan Muhammad Luthfi yang kini jadi bagian Timnas Indonesia U-19 lahir dari pembinaan klub berjuluk Laskar Betawi itu.Lain lagi dengan Persija Muda. Klub satelit dari Persija Jakarta itu pernah mewakili DKI Jakarta di kompetisi Liga Nusantara nasional. Pemain muda yang pernah mengemban ilmu sepak bola di Feyenoord, Irvin Museng pun pernah membela klub tersebut.[pagebreak]Persaingan sengit di Liga 3 DKI[/pagebreak]Persaingan klub di ranah sepak bola Ibu Kota akan semakin seru dengan format baru. Asprov DKI ingin nantinya klub punya 12 kali pertandingan atau lebih banyak dibanding dengan tahun lalu.Ketua Komite Pemberdayaan Sepak Bola Usia Muda Asprov DKI Jakarta, Rinci Gustiawan, menjamin penyelenggaraan kompetisi kali ini akan berjalan lebih baik dibanding musim lalu. Perbaikan juga menyangkut kualitas kompetisi yang direncanakan akan lebih panjang."Sesuai dengan instruksi dari PSSI pusat, bagaimana setiap tim bisa melakukan 12 kali pertandingan. Memang agak padat tapi mau tidak mau kita akan lakukan," ujar Rinci saat dihubungi Bolalob, Rabu (20/6/2018)."Kalau tahun lalu kan terkesan dipaksakan. Tapi tahu ini kita buat tidak jauh dari regulasi PSSI Pusat, yaitu 12 tim bisa lakukan pertandingan sampai final," tambahnya. Nantinya Liga 3 akan digelar di beberapa lapangan. Saat ini Asprov DKI Jakarta berupaya menggelar pertadingan di lapangan milik TNI dan Kepolisian RI. Termasuk juga Lapangan Banteng, Jakarta Pusat yang dikelola oleh Disorda DKI Jakarta.Berikut 21 klub peserta Liga 3 DKI Jakarta1. MC Utama2. Persija Muda3. Betawi FC4. Bina Mutiara5. Trisakti FC6. Laskar Muda7. Kompak FC8. Villa 20009. Bintang Kranggan10. ABC Wirayudha11. Pemuda Jaya12. Urakan FC13. Jakarta Timur FC14. Putra Citra Muda15. Batavia FC16. Persitara Jakarta Utara17. Taruna Persada18. Bintang Kota19. Pro Direct20. PS Jakarta Barat21. PSJS Jakarta Selatan

Asprov DKI Jakarta Gulirkan Liga 3 Mulai 20 Juli 2018

Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DKI Jakarta akan menggelar Liga 3. Kompetisi amatir tingkat provinsi itu akan digelar pada 20 Juli mendatang dan diikuti 21 klub.Nantinya format kompetisi dan waktu bermain klub Liga 3 zona DKI Jakarta itu akan lebih panjang dibanding dengan tahun lalu. Jika tahun lalu minimum klub bermain sebanyak tiga sampai empat kali, kali ini Asprov berupaya memberikan jumlah bermain 12 kali.[suggestedarticle=3]Ketua Komite Pemberdayaan Usia Muda Asprov DKI Jakarta, Rinci Gustiawan menjelaskan bahwa jumlah pertandingan tersebut seusai dengan regulasi dari Pengurus Besar PSSI Pusat. Selain itu, Rinci juga mengatakan format kompetisi nanti akan berbeda dengan tahun kemarin."Sesuai dengan instruksi dari PSSI pusat, bagaimana setiap tim bisa melakukan 12 kali pertandingan. Memang agak padat tapi mau tidak mau kita akan lakukan," ujar Rinci saat dihubungi Bolalob, Rabu (20/6/2018)."Kalau tahun lalu kan terkesan dipaksakan. Tapi tahu ini kita buat tidak jauh dari regulasi PSSI Pusat, yaitu 12 tim bisa lakukan pertandingan sampai final," tambahnya. [pagebreak]Format baru Liga 3 DKI Jakarta[/pagebreak]Asprov DKI Jakarta sudah menyiapkan format kompetisi penuh dengan membagi empat grup. Masing-masing grup nantinya akan diisi oleh lima tim yang memperebutkan tiket menuju final.Juara dari Liga 3 DKI Jakarta akan otomatis lolos mewakili provinsi di kompetisi Liga 3 Nasional. "Seperti tahun lalu ya, ada dua klub yang mewakili DKI Jakarta di level nasional. Tahun ini juga sama, yakni ada dua klub," tandasnya.

Kepala Staf Presiden, Moeldoko: Piala Dunia Harus Jadi Contoh Pembenahan Sepakbola Nasional

Moeldoko, Kepala Staf Presiden, menilai Piala Dunia 2018 di Rusia akan memberikan dampak positif terhadap suatu organisasi sepakbola, bukan hanya bagi yang jadi peserta tapi pada setiap negara termasuk persepakbolaan di Tanah Air.Menurut mantan panglima TNI yang pernah bertarung dalam bursa kepemimpinan PSSI ini, persepakbolaan Indonesia selayaknya berkaca dan menjadikan pehelatan Piala Dunia contoh bagi pembenahan sepak bola, baik bagi persepak bolanya maupun penggiatnya."Dulu sempat mau pimpin PSSI, sempat berencana untuk memperbaiki kultur dan pengelolaan pada organisasi PSSI yang jelek," kata Moeldoko, di Jakarta, Minggu (17/6).[suggestedarticle=3]Mantan jenderal bintang empat itu mengaku, trenyuh dengan budaya dan sistem pengelolaan pada tubuh PSSI yang waktu itu sempat menunjukkan berbagai hal yang tidak baik, seperti terjadi praktik suap dan minimnya perhatian kepada pemain. "Saya pernah ngomong kalau pendekatan pidana jangan main-main," ujar Moeldoko seperti dikutip antaranews.com.Moeldoko menceritakan niat dan tujuan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI waktu itu, untuk memperbaiki. Dan diharapkan, dengan dukungan karakter yang sudah terbangun maka akan memunculkan prestasi karena ia yakin di negara yang besar ini banyak talenta sepakbola yang mumpuni, dan bisa diasah ke level lebih tinggi."Sebenarnya Indonesia memiliki potensi dari sisi sumber daya manusia yang dapat dioptimalkan untuk membentuk tim nasional sepakbola yang berkualitas," kata penggemar penyerang Persija, Bambang Pamungkas itu.

Indonesia Bantu AS Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026

Amerika Serikat kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia. Sebelumnya AS pernah menjadi tuan rumah pada tahun 1994. Tapi kali ini Negeri Paman Sam bersama Meksiko dan Kanada akan menggelar Piala Dunia 2026.Ketiga negara Amerika Tengah itu memakai nama Unted 2026 dan bersaing dengan Maroko yang juga berhasrat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.Sebanyak 211 anggota FIFA, minus empat negara bidding melakukan voting. Hasilnya, United 2026 menang voting dengan 134 suara, sementara Maroko memperoleh 65 suara.[suggestedarticle=3]Menariknya lagi, Piala Dunia akan alami lonjakan peserta dari 32 negara menjadi 48 negara.Indonesia melalui PSSI punya peran menjadikan Amerika Serikat sebagai tuan rumah. FIFA memang mengundang semua perwakilan anggotanya untuk melakukan voting tuan rumah event empat tahunan ini.Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha menjadi wakil Indonesia dalam voting sekaligus Kongres FIFA."Kami rasa pada 2026 akan menjadi tantangan baru Piala Dunia, dengan jumlah peserta 48 yang sebelumnya 32. FIFA dan seluruh peserta Kongres, penuh kehati-hatian akan hal ini, agar sukses pelaksanaan Piala Dunia terus terjaga," kata Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono dilansir situs resmi PSSI, Kamis (14/6/2018). [pagebreak]Pilih AS setelah analisis[/pagebreak]PSSI pun sangat mengapresiasi mekanisme voting terbuka yang dilakukan FIFA. Lebih lanjut, Joko Driyono melihat United 2026 dan Maroko sudah mempersiapkan dengan baik segala macan saran menuju Piala Dunia."Usaha yang luar biasa yang dilakukan Maroko dan United 2026. Pilihan yang kita ambil akhirnya ke United 2026 dan akhirnya menjadi pilihan mayoritas," kata Joko. "Hal ini mengindikasikan ada pertimbangan atau analisis rasional yang terukur. Aspek sepak bola menjadi titik fokus. Kita pelajari betul skoring akhir FIFA (bidang Evaluation Task Force, serta di website FIFA.com). Sebelum voting kita ambil," tandasnya.

Soal Sriwijaya Lawan Klub Malaysia, PSSI Kena Denda

Komisi Disiplin AFC menggelar sidang kode etik pada 31 Mei hingga 1 Juni 2018. Dari sidang itu, muncul sejumlah keputusan, termasuk soal sanksi untuk Persija Jakarta dan PSSI.Persija dinilai melakukan lima jenis pelanggaran, berkaitan dengan pertandingan Piala AFC 2018. Satu pelanggaran terjadi pada laga melawan Johor Darul Ta'zim pada 10 April 2018 dan empat pelanggaran pada laga melawan Home United 15 Mei 2018.[suggestedarticle=3]Untuk pelanggaran ketika melawan JDT, Persija dihukum denda 5.000 dollar AS atau sekitar Rp 69 juta, karena suporter melemparkan kertas ke lapangan saat laga berlangsung.Pada laga melawan Home United, Persija didenda karena ada dua pelanggaran yang dilakukan klub dan dua pelanggaran dilakukan individu, yaitu Daryono dan Ivan Carlos.Daryono dinilai melakukan pelanggaran serius yang membuatnya diganjar kartu merah karena memprotes ofisial keempat. Atas tindakan itu, Daryono diganjar sanksi larangan bertanding selama enam bulan, atau mulai 4 Juni 2018 hingga Desember 2018. Daryono juga didenda 5.000 dollar AS atau sekitar Rp 69 juta.Untuk Ivan Carlos, ia dihukum karena memprotes wasit dan ofisial keempat di lorong menuju kamar ganti. Carlos dihukum larangan tampil enam pertandingan dan denda 5.000 dollar AS. [pagebreak]Denda untuk Persija Jakarta[/pagebreak]Pelanggaran yang dibebankan kepada Persija sebagai klub adalah intimidasi yang dilakukan pemain kepada ofisial keempat dan tindakan Marko Simic menunjukkan pesan pribadi pada shinguards pada saat melakukan selebrasi. Untuk dua pelanggaran itu, Persija didenda 5.000 dan 2.000 dollar AS atau sekitar Rp 69 juta dan Rp 27 juta.Sementara itu, PSSI didenda 1.000 dollar AS atau sekitar Rp 14 juta karena tidak menyerahkan formulir laporan berkaitan dengan pertandingan persahabatan antara Sriwijaya FC dan Flecra pada 15 Maret 2018, mengacu pada Pasal 13 peraturan AFC. Formulir itu seharusnya diserahkan 48 jam sebelum pertandingan.PSSI diminta menyelesaikan kewajiban denda dalam waktu 30 hari sejak keputusan dikeluarkan. "Asosiasi Sepak Bola Indonesia diinformasikan bahwa pelanggaran berulang terhadap ketentuan ini akan diberikan hukuman lebih berat," demikian pernyataan AFC.
1528900202455 false