PSSI: Guyana Tidak 'Seribet' Suriah

PSSI dikabarkan harus menggelontorkan dana besar ketika mendatangkan Suriah U-23 untuk menjalani laga uji coba dengan timnas Indonesia senior dan U-23 pekan lalu.Memang nominal uang untuk mendatangkan Suriah tak dirilis oleh PSSI, namun selain uang negara yang tengah dilanda konflik itu juga memiliki banyak permintaan khusus. Mulai dari lapangan latihan, penginapan, minuman hingga makanan selama mereka berada di Indonesia."Yang pasti (Guyana) tidak seperti Suriah kemarin, karena Guyana kan masih selevel sama kita peringkatnya. Kalau itu Suriah kita untuk datangkan mereka saja sulit setengah mati, mahalnya setengah mati, mainnya juga harus di lapangan yang baik, bahkan sebelum ke sini mereka sudah kirim orang duluan untuk cek kondisi lapangan," ujar Sekjen PSSI, Ratu Tisha.Suriah sendiri sukses memenangi dua laga melawan timnas dalam laga yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Suriah U-23 unggul 3-2 dan 1-0 dalam dua laga itu.[suggestedarticle]Selanjutnya negara asal Afrika yakni Guyana akan menjadi lawan tanding timnas pada akhir pekan ini di Stadion Patriot, Bekasi."Kalau Guyana datang mulai besok (hari ini-red) tapi secara bergelombang, ada yang duluan dan ada yang menyusul. Ada pemain yang duluan kemudian ada official, medis, dan sebagainya, mungkin lengkap dalam satu dua hari nanti," ujar Ratu Tisha."Guyana permintaannya juga lumayan ada berbagai macam permintaan mulai dari nanti latihan di mana sebelum uji coba di Stadion Patriot, terus untuk minuman isotonik, es untuk keperluan recovery dan sebagainya. Dan untuk latihan mereka akan kita arahkan latihan di lapangan lain di Bekasi tapi bukan Patriot," tuturnya.Indonesia dan Guyana berada di ranking FIFA yang sama yakni 165 per Oktober 2017.
1511262300749 false