Dituding Miring, Komdis PSSI Sebut Sanksi Arema Sesuai dengan Peraturan

Komdis PSSI belum lama ini mengeluarkan sanksi terhadap sejumlah klub Liga 1. Arema FC mendapat sanksi paling besar, yakni total Rp300 juta.Selain denda uang, Arema juga mendapat hukuman penutupan tribune timur Stadion Kanjuruhan saat menjamu Persipura Jayapura (27/4/2018) dan PSM Makassar (13/5/2018).Banyak pihak menilai sanksi kepada Arema masih dalam kategori ringan. Musim lalu Persib Bandung didenda Rp45 juta dan pelarangan bobotoh memakai atribut akibat invasi ke lapangan saat laga kontra Bhayangkara FC.[suggestedarticle=3]Lalu ada pula PSM Makassar yang mendapat sanksi tanpa penonton karena sempat terjadi kericuhan saat laga kontra Bali United.Ketua Komdis PSSI, Asep Edwin angkat bicara terkait dengan pembicaraan publik. Pihaknya menyebut keputusan sanksi Arema sudah diambil dengan peraturan yang berlaku."Dalam rapat yang telah digelar, kami, lima anggota Komdis, sudah memutuskannya. Termasuk juga didalamnya mempertimbangkan kasus-kasus yang telah terjadi sebelumnya," ujar Asep."Kalau kasus (hukuman) Persib, hukuman yang sudah dijatuhkan merupakan akumulasi dari kasus-kasus mereka sebelumnya yang hampir sama dilakukan oleh suporternya, jadi karena akumulasi, makanya berat."Asep menyatakan terkait putusan yang telah dijatuhkan, pihaknya juga sudah berkirim surat kepada Arema. Dalam surat itu disebutkan jika Arema dan suporternya melakukan kesalahan lagi dalam pertandingan ke depan, sanksi lebih berat akan diberikan."Itu berlaku untuk semua peserta (klub). Agar ada efek jera bagi klub," tandasnya.

Belajar dari Insiden Choirul Huda, PT LIB dan PSSI Lakukan Perbaikan

Insiden Choirul Huda menjadi pembelajaran berharga untuk aspek medikal di kompetisi sepak bola di Indonesia. Agar tidak terulang, PT LIB kini memberikan tiga hal baru di bidang aspek medikal.Setelah mendapat teguran keras dari FIFA, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru akhirnya berusaha memperbaiki aspek yang berkaitan dengan keselamatan pemain di lapangan. Dilansir dari akun Instagram klub PSPS, berikut ini tiga aspek yang diperbarui oleh PSSI dan PT. LIB.[suggestedarticle=3]1. Menggelar workshop medical untuk semua Dokter Tim yg nantinya akan terdaftar yg sudah dilakukan beberapa bulan yg lalu di Jakarta. 2. Saat pertandingan, alat pacu jantung portable wajib diletakkan di meja wasit cadangan ditepi lapangan. Klub tuan rumah/Panpel yang lalai, lupa dll akan langsung dihukum kalah 0-3 tanpa bertanding. 3. Setiap klub wajib melampirkan dokumen Asuransi dan Pre-Competition Medical Assessment (PCMA) pada dokumen pandaftaran pemain.   PSSI dan PT. Liga Indonesia baru mendapat teguran keras dari FIFA perihal aspek medical setelah musim lalu terjadi insiden alm. Choirul Huda dalam lanjutan kompetisi profesional Indonesia. Tahun ini ada untuk memperbaiki aspek medical yang lebih baik. Kami melihat ada 3 hal baru yg dilakukan PT. LIB selaku operator Liga. Pertama, menggelar workshop medical untuk semua Dokter Tim yg nantinya akan terdaftar yg sudah dilakukan beberapa bulan yg lalu di Jakarta. Kedua, pada laga match Alat Pacu Jantung Portable yg selama ini diletakkan pada mobil Ambulance wajib diletakkan di meja wasit cadangan ditepi lapangan. Klub tuan rumah / Panpel yang lalai, lupa dll akan langsung dihukum kalah 0-3 tanpa bertanding. Dan ketiga adalah wajibnya setiap klub melampirkan dokumen Asuransi dan Pre-Competition Medical Assessment (PCMA) pada dokumen pandaftaran pemain. Untuk itu, seluruh para pemain PSPS Riau sudah melakukan medical tsb dan hasilnya akan dilampirkan pada pendaftaran pemain ke PT. Liga. @pssi__fai #PSPS #PSPSRiau #AskarBertuah #Liga2Indonesia A post shared by PSPS Riau Official (@pspsriauofficial) on Apr 17, 2018 at 1:17pm PDT Tiga hal tersebut diharapkan bisa diterapkan dengan baik oleh pihak klub untuk menghindarkan kejadian yang menimpa Choirul Huda. Kiper Persela tersebut harus meregang nyawa karena gagal mendapat pertolongan yang layak saat kondisi kritis.

Pesan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria untuk Perempuan Indonesia

Ratu Tisha Destria menciptakan sejarah dengan menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI. Tisha merupakan perempuan pertama yang menduduki jabatan Sekjen di organisasi sepak bola tanah air tersebut.Tisha terpilih menjadi Sekjen PSSI pada tanggal 8 Juli 2017. Ia ditunjuk oleh PSSI setelah melewati serangkaian tes mulai dari tes tertulis hingga tes wawancara.Tisha sendiri sudah lama berkecimpung di dunia sepak bola. Setelah menjadi manajer tim sepak bola SMA dan Kuliah, Tisha sempat mengikuti program FIFA Master pada tahun 2013. Tisha termasuk dalam 28 orang yang lolos seleksi FIFA dari 6400 pendaftar dari penjuru dunia.[suggestedarticle=3]"Kita, khususnya perempuan tidak boleh merasa berbeda di dalam hal pemikiran, aksi, kapasitan inteligensi, kemampuan manajerial, dan kemampuan teknis," ucap Tisha kepada Bolalob."Hal-hal seperti itu, sekali kita merasa diri kita berbeda dibanding yang lain maka itu malah akan mengurangi kompetensi kita yang sebenarnya nggak akan membangkitkan kepercayaan diri kita," lanjut Tisha.Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April, Tisha pun mengirim pesan kepada seluruh perempuan Indonesia. Menurutnya perempuan tidak boleh merasa berbeda di bidang apapun."Jadi menurut saya jangan pernah merasa berbeda, karena sebetulnya di sekeliling kita masyarakat Indonesia secara umum sudah menerima bahwa bisa ada perempuan yang memang berkompetensi dan juga berkapasitas di posisi-posisi strategis. Jadi tinggal bagaimana perempuan itu sendiri membawa dirinya di dalam komunitas," jelas perempuan kelahiran Jakarta ini.Pesan Tisha untuk perempuan Indonesia dapat pembaca Bolalob saksikan dalam video di bawah ini:

Dapat Sanksi Komdis, Bhayangkara FC Protes Keras tentang Wasit

Bhayangkara FC mendapat sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi dijatuhkan untuk manajer tim AKBP Sumardji dan pelatih Simon McMenemy.Keduanya mendapat sanksi dari Komdis usai protes berlebihan pada saat laga kontra Perseru Serui, di Stadion Marora, 14 April lalu. Sanksi tersebut masing-masing Rp25 juta.Sumarji berikan komentarnya terhadap sanksi tersebut. Menurutnya, protes berlebihan dirinya dan Simon karena keputusan wasit yang merugikan timnya.[suggestedarticle=3]"Saya baru tahu ini. Tolong ini warning juga buat wasit, jadi jangan wasit itu memimpin pertandingan berpihak ke salah satu klub. Itu yang utama," ujar Sumardji saat dihubungi Bolalob, Jumat (20/4/2018)."Wasit itu harus berani ambil keputusan. Kenapa saya protes seperti ini? Karena harusnya pemain Perseru mendapat kartu kuning dan kita dapat penalti. Makanya wasit jangan takut sama tuan rumah," tambahnya.[pagebreak]Tak ajukan banding[/pagebreak]Meski demikian, Sumardji tak ingin lakukan banding ke PSSI. Ia akan membayar denda yang ditujukan kepada personel Bhayangkara FC."Kita bayar dendanya. Ini harus jadi bentuk perbaikan sistem. Kita protes berlebihan karena tidak sekali saja ini terjadi, tapi sudah berulang," tandasnya.Protes Sumardji dan Simon McMenemy berawal dari terjadi handsball di area kotak penalti lawan. Sepakan Paulo Sergio mengenai tangan Boman Bi Arie dan Kunihiro Yamashita, namun wasit tak memberik hukuman apapun kepada The Guardian. Hal tersebut membuat Simon McMenemy protes keras dengan menendang botol di pinggir lapangan yang berujung dengan sanksi Komdis PSSI.

Hasil Sidang Komdis PSSI Terbaru: Arema FC dan Bhayangkara FC Banjir Hukuman

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berat kepada Arema FC terkait dengan adanya kerusuhan laga kontra Persib, pekan lalu. Selain itu Bhayangkara FC juga mendapat dua sanksi dari Komdis.Panpel Arema FC menerima dua sanksi. Pertama adalah masuknya penonton yang menimbulkan kericuhan dan kedua adalah gagalnya Arema berikan rasa aman kepada tim Persib.[suggestedarticle=3]Denda untuk hukuman pertama adalah Rp250 juta, sedangkan denda kedua adalah Rp50 juta. Total Singo Edan mendapatkan denda sebesar Rp300 juta.Selain Arema, Bhayangkara FC juga terkena sanksi secara personal. Pertama adalah manajer tim Sumarji yang berperilaku tak sportif dan didenda sebesar Rp25 juta.Lalu yang kedua untuk pelatih Simon McMenemy. Pelatih asal Skotlandia itu melakukan protes berlebihan dengan menendang botol. Atas perilakunya itu, Komdis PSSI menjatuhkan denda sebesar Rp25 juta.Selain Arema FC dan Bhayangkara FC, tim Persebaya juga mendapatkan denda. Bajul Ijo dinilai tak mampu mengontrol suporter yang sempat masuk ke lapangan.[pagebreak]Hasil Sidang Komdis PSSI, Rabu 18 April[/pagebreak]Berikut hasil Sidang Komite Disiplin, Rabu 18 April 2018: 1. Manager Bhayangkara FC Sdr. Sumardji- Nama kompetisi: Go-Jek Liga 1 2018- Pertandingan: Perseru Serui vs Bhayangkara FC- Tanggal kejadian: 14 April 2018- Jenis pelanggaran: Protes berlebihan dengan melanggar azas fair play dan melakukan tindakan tidak sportif- Hukuman: Sanksi denda Rp. 25.000.000 2. Pelatih Bhayangkara FC Sdr. Simon McMenemy- Nama kompetisi: Go-Jek Liga 1 2018- Pertandingan: Perseru Serui vs Bhayangkara FC- Tanggal kejadian: 14 April 2018- Jenis pelanggaran: Protes berlebihan dengan cara menendang botol dan memainkan bola yang seharusnya lemparan ke dalam untuk pemain Perseru- Hukuman: Sanksi denda Rp. 25.000.000 3. Panitia Pelaksana Pertandingan PS TIRA- Nama kompetisi: Go-Jek Liga 1 2018- Pertandingan: PS TIRA vs Persebaya Surabaya- Tanggal kejadian: 13 April 2018- Jenis pelanggaran: Gagal memberikan rasa aman dan nyaman karena suporterPersebaya Surabaya memasuki area field of play- Hukuman: Sanksi denda Rp. 20.000.000 4. Persebaya Surabaya- Nama kompetisi: Go-Jek Liga 1 2018- Pertandingan: PS TIRA vs Persebaya Surabaya- Tanggal kejadian: 13 April 2018- Jenis pelanggaran: Suporter Persebaya Surabaya memasuki area lapangan- Hukuman: Sanksi denda Rp. 20.000.000 5. Arema FC- Nama kompetisi: Go-Jek Liga 1 2018- Pertandingan: Arema FC vs Persib Bandung- Tanggal kejadian: 15 April 2018- Jenis pelanggaran: Tingkah laku buruk penonton yang melakukan pelemparan botol dan sepatu ke area lapangan yang mengakibatkan pelatih Persib Bandung terluka, menyalakan flare, masuk ke area lapangan.- Hukuman: Sanksi denda Rp. 250.000.000 6. Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC- Nama kompetisi: Go-Jek Liga 1 2018- Pertandingan: Arema FC vs Persib Bandung- Tanggal kejadian: 15 April 2018- Jenis pelanggaran: Gagal memberikan rasa aman dan nyaman untuk kedua tim serta perangkat pertandingan.- Hukuman: Sanksi penutupan sebagian stadion pada bagian timur selama 2 (dua) pertandingan dan denda Rp. 50.000.000

Bukan Cuma PSSI yang Dapat Kado dari FIFA, Ini Daftarnya

FIFA menjatuhkan sanksi denda kepada PSSI sebesar 3000 franc Swiss atau sekitar Rp 427 juta, pada Kamis (19/4/2018) atau tepat pada hari ulang tahun PSSI ke-88. Sanksi itu dijatuhkan karena PSSI dinilai tidak menjatuhkan sanksi pengurangan poin kepada enam klub Indonesia yang dinilai melakukan pelanggaran, sesuai yang diamanatkan FIFA. Pelanggaran yang dilakukan enam klub tersebut berkaitan dengan pasal 64 Kode Disiplin FIFA.Pada saat bersamaan, FIFA juga menjatuhkan sanksi kepada sejumlah lembaga sepak bola. Berikut ini adalah daftar lembaga sepak bola yang dihukum FIFA, sesuai pengumuman yang dilansir FIFA pada situs resminya, Kamis (19/4/2018).[suggestedarticle=3]1. Federasi Sepak Bola Qatar (QFA)Qatar dihukum denda 187.500 franc Swiss (sekitar Rp 2,669 miliar) karena terlibat dalam sejumlah kontrak yang memungkinkan pihak ketiga memengaruhi independensi klub. QFA juga dinilai gagal memasukkan informasi yang benar dan yang diwajibkan ke dalam sistem transfer internasional berkaitan dengan transfer tujuh pemain.2. Sporting CP Klub Portugal Sporting CP dikenai denda 110.000 franc Swiss (sekitar Rp 1,5 miliar) karena terlibat dalam dua kontrak yang memungkinkan pihak ketiga memengaruhi independensi klub dan gagal mendokumentasikan kesepakatan kepemilikan pihak ketiga dalam sistem transfer internasional. Sporting CP juga dinilai tidak menjalankan instruksi dan memasukkan informasi yang benar pada sistem transfer internasional.[pagebreak]SL Benfica[/pagebreak]3. SL BenficaKlub Portugal Benfica dikenai sanksi 150.000 franc Swiss (sekitar Rp 2,1 miliar) karena terlibat dalam dua kontrak yang memungkinkan pihak ketiga memengaruhi independensi klub.4. Rayo VallecanoKlub Spanyol Rayo Vallecano dikenai denda 55.000 franc Swiss (sekitar Rp 783 juta) karena terlibat dalam sejumlah kontrak yang memungkinkan pihak ketiga memengaruhi independensi klub. Rayo Vallecano juga dinilai tidak mendokumentasikan kesepakatan kepemilikan pihak ketiga dan tidak memasukkan informasi yang benar dan yang diwajibkan ke dalam sistem transfer internasional.5. Celta VigoKlub Spanyol Celta Vigo dikenai sanksi denda 65.000 franc Swiss (sekitar Rp 925 juta) karena terlibat dalam kontrak yang memungkinkan Benfica memengaruhi independensi klub (Regulasi Status dan Transfer Pemain, Edisi 2012) dan karena menggunakan dengan tidak benar sistem transfer internasional sebagai alat negosiasi.Sebagai catatan, mengacu pada kontrak yang melibatkan Celta Vigo, FIFA mencabut semua gugatan terhadap Benfica berkaitan dengan pelanggaran pada pasal 18bis RSTP (pengaruh pihak ketiga terhadap klub) karena Benfica tidak memberikan Celta Vigo kekuatan untuk memengaruhi independensinya dalam penerapan hal-hal yang berkaitan dengan transfer. Namun, Benfica dihukum dengan denda 15.000 franc Swiss (sekitar Rp 213 juta) karena menyalahgunakan sistem transfer internasional sebagai alat negosiasi.
1524202201644 false