PSSI Incar Tim Timur Tengah untuk Uji Coba Timnas U-19

PSSI sedang mencarikan lawan uji coba untuk Timnas Indonesia U-19. Negara Timur Tengah menjadi opsi untuk lawan Egy Maulana Vikri dan kolega.Sekretaris Jenderap (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria mengatakan pihaknya mencari Timur Tengah karena kebutuhan untuk Piala Asia. Setidaknya ada dua lawan dari Timur Tengah di Piala Asia yang menjadi lawan timnas U-19, yakni Qatar dan Uni Emirat Arab.Sebelumnya, timnas U-19 dikabarkan akan beruji coba melawan Iran. Namun, Tisha belum memberikan info pasti kapan laga tersebut akan berlangsung.[suggestedarticle=3]"Kami mencari opsi negara lain untuk menjadi lawan uji coba Timnas U-19. Negara yang kami jajaki adalah wilayah Timur Tengah. Kita tahu lawan timnas U-19 nanti ada dari wilayah tersebut," ujar Ratu Tisha.[pagebreak]Jika mepet, klub lokal jadi pilihan[/pagebreak]Tapi, jika rencana PSSI itu tak terlaksana, timnas U-19 akan kembali melakukan uji coba dengan klub lokal. Mepetnya waktu menjadi pertimbangan pemilihan klub lokal."Jika gagal, kemungkinan kami akan menjajaki uji coba dengan tim lokal. Karena waktu sudah agak mepet persiapan ke Piala AFF U-18," tambahnya.Skuat Garuda Nusantara akan mengikuti Piala AFF U-18 di Sidoarjo pada 4-14 Juli 2018. Setelah itu, timnas U-19 akan mengikuti Piala Asia U-19, 18 Oktober hingga 4 November 2018.Anak asuh Indra Sjafri itu tergabung bersama dengan Thailnad, Singapura, Filipina, Vietnan, dan Laos. Sedangkan dalam Piala Asia U-19 Indonesia tergabung di Grup A. Mereka akan berhadapan dengan Qatar, Tiongkok, dan Uni Emirat Arab.

PSSI Tak Masalah Pakai Apparel Jersey Lain di Asian Games 2018

PSSI menunggu komunikasi langsung dengan INASGOC terkait dengan penggunaan apparel untuk Asian Games 2018.Sebelumnya, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir mengatakan bahwa apparel untuk kontingan Indonesia untuk Asian Games 2018 akan seragam. Sejauh ini, KOI sudah menjalin kerja sama dengan Li-Ning untuk Asian Games 2018."Seragam bertanding semua Li-Ning. Pastinya multievent, bukan single event. Kalau single event, setiap PB (Pengurus Besar) cabor mau pakai baju dengan sponsor berbeda juga boleh. Tapi kalau multievent, doktrinnya ada, UU-nya ada. Peraturan dari Olimpiade dan OCA juga ada," ujar Erick beberapa hari yang lalu.[suggestedarticle=3]Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum (PSSI) Ratu Tisha mengatakan pihaknya tak masalah. Apalagi Asian Games merupakan ajang multievent yang sudah ada regulasinya.Seperti diketahui, PSSI menjalin kontrak dengan apparel asal Amerika Serikat, Nike. Federasi sepak bola Indonesia itu sudah menggunakan Nike sejak Piala Asia 2007. Saat ini PSSI sudah menjalin kontrak baru dengan Nike untuk tiga tahun."Itu hak komersial yang kita penuhi. Kalau sifatnya single event seperti Piala Asia, itu pakai regulasi AFC. Komersialnya tidak terpusat," ujar Ratu Tisha saat ditemui di Lapangan PTIK, Jakarta, Kamis (31/5/2018)."Pada dasarnya PSSI ikut aturan event yang dilaksanakan. Kalau itu multievent kami akan patuh dengan aturan tersebut," tambahnya.[pagebreak]Belum terima briefing dari INASGOC[/pagebreak]Meski demikian, sejauh ini PSSI belum mendapat surat langsung dari KOI. PSSI masih menunggu briefing langsung dari KOI terkait dengan kebijakan apparel Asian Games 2018."Kita tunggu briefing secara langsung saja. Setiap event itu ada aturannya. Untuk jersey itu sangat biasa dalam perhelatan olahraga,""Single event dibebaskan pada negara apparelmya tapi multievent seperti Olimpiade dan Asian Games itu terpusat di OCA (Olympic Council of Asia) sebagai dewan olahraga Asia," tandasnya.

Bentrok Timnas U-23, Persija Vs Persebaya Teracam Tak di Pakansari

Pertandingan Timnas Indonesia U-23 kontra Thailand dipastikan bentrok dengan laga Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya. Kedua laga tersebut dijadwalkan 3 Juni di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.Persija berpotensi menggunakan Stadion Pakansari saat ladeni Persebaya. Namun, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha mengatakan bahwa sudah disepakati stadion untuk Asian Games pemakaiannya diprioritaskan untuk Timnas Indonesia. [suggestedarticle=3]“Ketika ada kunjungan technical director AFC dua bulan lalu, sudah disepakati bahwa stadion untuk Asian Games hanya bisa digunakan untuk timnas. Pengelola Pakansari mengizinkan untuk pertandingan Timnas Indonesia,” ujar Ratu Tisha di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (23/5/2018).Meski demikian, PSSI tetap membantu Persija mencari stadion untuk pertandingan kandang. Macan Kemayoran harus tergusur sementara dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang disiapkan untuk pembukaan Asian Games.“PSSI akan membantu dan berkomunikasi dengan Persija untuk pertandingan ini (melawan Persebaya) dan laga selanjutnya. Karena itu harus juga dipikirkan setelah Asian Games dan Asian Para Games,” tandasnya.Sejauh ini Persija sudah bermain empat kali di SUGBK dalam kompetisi Liga 1. Sampai saat ini, Persija belum mengajukan stadion yang akan digunakan untuk pertandingan melawan Persebaya.Menilik dari pernyataan Sekjen PSSI. Besari kemungkinan manajemen Macan Kemayoran harus mencari stadion lain untuk menjamu Persebaya.

Alasan PSSI Pilih Laga Uji Coba Thailand di Stadion PTIK

Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Thailand dalam laga uji coba pada 31 Mei dan 3 Juni. Pertandingan akan digelar di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta dan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.Khusus untuk laga 31 Mei, pertandingan akan digelar di Stadion PTIK. Kepastian tersebut dilontarkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha. Menurutnya, PSSI dalam uji coba tersebut ingin menggunakan stadion yang digunakan sebagai tempat penyelenggara Asian Games 2018. [suggestedarticle=3]Stadion Pakansari sudah menjadi venue uji coba kontra Thailand pada 3 Mei. Sedangkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Stadion Patriot Candrabhaga masih dalam tahap renovasi lanjutan. Pemilihan PTIK sebagai tempat uji coba internasional melawan Thailand juga terkait dengan renovasi dua  stadion tersebut“PSSI harapkan renovasi Patriot cepat selesai. Kalau menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Bandung kita terlalu jauh,” jelas Ratu Tisha di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (23/5/2018).Meski stadion yang juga kandang Bhayangkara FC itu mendapat kritikan dari PS Tira dan Mitra Kukar soal kerasnya lapangan, PSSI menilai kualitas PTIK menjadi salah satu yang terbaik selama SUGBK dan Patriot jalani renovasi.“Banyak lapangan latihan yang kualitasnya di bawah PTIK. Pilihan satu-satunya keluar dari Jakarta dan itu memiliki waktu tempuh yang lebih banyak. Tapi itu opsi yang saat ini kita punya,” lanjutnya.Nantinya, laga timnas U-23 kontra Thailand akan dilakukan secara tertutup. “Jadi uji cobanya dua kali yang pertama (31 Mei) sifatnya close training. Tapi untuk tanggal 31 Mei tetap disiarkan secara langsung,” tandasnya.
1526770802532 false