PSSI Akan Cicil Hutang pada La Nyalla

Federasi sepakbola Indonesia atau PSSI berjanji akan segera menyelesaikan masalah hutang kepada ketua umum terdahulu La Nyalla Matalitti.Melalui Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria mengatakan pihaknya sudah mengirimkan surat resmi kepada La Nyalla sejak 27 Juli 2017. Hal itu merupakan bagian dari upaya beritikad baik dalam penyelesaian utang PSSI.Audit pun sudah dilakukan oleh PSSI di awal 2017, tercatat angka total Rp13,9 miliar. Sedangkan di Liga Indonesia tercatat 700 ribu dollar AS. Angka tersebut tertulis dalam surat pengakuan utang yang diterbitkan PSSI, pada 22 November 2017, ditandatangani sekjen Ratu Tisha. Sedangkan surat pengakuan utang oleh Liga Indonesia, tertanggal 30 September 2016, ditandatangani Joko Driyono selaku direktur.“Kami tetap memiliki itikad baik dan akan menyelesaikan utang dari kepengurusan PSSI yang sebelumnya. Kami juga menawarkan solusi penyelesaian yang kami harapkan bisa dipahami dan diterima dengan baik dan sportif oleh relasi kami yang merupakan masyarakat dari komunitas sepak bola Indonesia,” kata Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria, seperti dilansir situs resmi PSSI.“Kami sudah menyampaikan hal ini kepada Bapak La Nyalla melalui surat resmi tertanggal 27 Juli 2017. Namun, sejak surat itu kami sampaikan tidak ada respons balik,” jelasnya.[suggestedarticle]PSSI menawarkan solusi penyelesaian dengan pembayaran melalui empat tahap, yang setiap tahapannya jumlah yang dibayarkan sebesar 25 persen dari total utang. Dalam rencana PSSI, pembayaran utang tahap pertama akan dimulai pada bulan Oktober 2018, dilanjutkan pada bulan Desember 2018, Oktober 2019 dan Desember 2019.“Jika kondisi keuangan organisasi semakin membaik, kami akan melihat kemungkinan untuk mempercepat penyelesaian tahap tiga dan empat. Jadi, kami tidak pernah lepas tangan terhadap masalah ini. Kami sudah merespons dan menawarkan solusinya. Kami akan senang jika pak La Nyalla bisa memahami situasi ini dan menyelesaikan persoalan ini dengan mempertimbangkan itikad baik kami,” kata Tisha.

PSSI Tunggu Renovasi Venue untuk Pastikan Test Event Asian Games 2018

Test event Asian Games 2018 cabang olahraga sepak bola belum menemui jadwal pasti. PSSI pun terus berkoordinasi dengan INASGOC selaku pantia Asian Games di Indonesia.Kabar yang berhembus bahwa test event untuk sepak bola dipastikan batal digelar dari jadwal yang ditetapkan oleh INASGOC, yakni 10-18 Februari 2018. Sempat ada opsi sepak bola digelar pada 18-23 Februari, namun jadwal tersebut dipastikan batal.Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha mengatakan bahwa batalnya rencana tersebut karena venue yang akan diuji masih sedang dalam renovasi. Kemungkinan jadwal test event sepak bola pun alami kemunduran dari jadwal semual[suggestedarticle=3]"PSSI dan INASGOC tengah berkoordinasi untuk memutuskan kapan waktu yang tepat diselenggarakan tes event-nya. Karena kita tahu test event itu utamanya adalah testing venue untuk Asian Games 2018," ujar Ratu Tisha usai pertemuan dengan INASGOC di Kantor PSSI, Jakarta, Senin (22/1/2018).Venue cabor sepak bola seperti Stadion Patriot (Bekasi), Stadion Wibawa Mukti (Kabupaten Bekasi), Stadion Pakansari (Kabupaten Bogor), Stadion Gelora Bandung Lautan Api (Bandung) dan Stadion Si Jalak Harupat (Bandung) sedang jalani renvoasi dan baru selesai pada bulan Juni.[suggestedarticle=3]Dalam dua hari ke depan, PSSI pun akan melakukan rapat dengan kementrian terkait, seperti Kemenpora dan Kmentrian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) untuk mendapatkan kepastian jadwal penggunaan venue tersebut."PSSI dan INASGOC posisinya menunggu koordinasi dengan pemerintah terkait waktu selesai renovasi dan mengikuti jadwal pemerintah,""Apabila waktunya mepet dengan Asian Games, maka INASGOC kembali memutuskan apakah digelar ditempat yang berbeda dengan artian berarti itu tidak mencapai objektif sebegai test venue dan hanya untuk sporting side," imbuhnya.Ratu Tisha pun mengatakan bisa saja test event tidak digelar jika memang renovasi selesai menjelang Asian Games. Ia menilai, PSSI mengutamakan ajang multi event tersebut dengan mengikuti jadwal renovasi venue."Bisa saja tidak digelar sama sekali. Jadi sebenarnya kendala yang saat ini terjadi adalah kita harus mengutamakan yang pertama yaitu Asian Games yang membutuhkan renovasi. Saat ini kami juga sedang berkomunikasi dengan AFC," tandasnya.

Berikut Komposisi Peserta Liga 2 dan Liga 3 Musim 2018

Jika Liga 1 dipastikan akan diikuti oleh 18 tim pada musim 2018, berbeda dengan dua liga dibawahnya.Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI baru saja selesai menyusun regulasi baru bagi pelaksanaan liga amatir untuk musim 2018 dan 2019. Salah satu caranya adalah memperbaiki regulasi di Liga 2 dan 3 untuk musim ini dan musim depan.Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria mengatakan Liga 2 2018 hanya akan mempertandingkan 24 tim."Liga 3 2018 akan terdiri atas dua fase. Ada fase provinsi dan fase nasional. Fase nasional terdiri atas 64 besar. Sebanyak 40 klub yang terdegradasi dari Liga 2 2017 akan menunggu di fase nasional, tidak perlu merumput dari bawah," ujar Ratu, sesaat setelah menghadiri Kongres PSSI 2018, di Tangerang, pada Sabtu, 13 Januari 2018.Adapun sisa 24 klub yang akan bertanding di Liga 3 2018, kata Ratu, akan diisi oleh klub amatir yang terdaftar di asosiasi provinsi. "Tahap itu merupakan transisi nomor satu bagi Liga 3 2018," katanya.[suggestedarticle]Untuk Liga 3 2019 bakal mempertandingkan 32 tim untuk fase nasional. Dari 32 tim tersebut, sebanyak 16 tim merupakan yang terbaik dari Liga 3 di tahun sebelumnya. Adapun posisi 16 tim sisanya akan diperebutkan klub amatir lain.Dengan adanya sistem tersebut, Ratu berharap, pada musim kompetisi 2020, sistem kompetisi bagi liga amatir sudah tertata dengan baik. "Tidak ada fase menunggu lagi."Ratu menambahkan, pengaturan sistem bagi liga amatir menjadi penting karena 85 persen pemain sepak bola di Indonesia bermain untuk liga amatir. Ratu berujar, hingga kini, terdapat 778 klub amatir dan profesional yang terdaftar di PSSI. "Belum lagi ditambah dengan usia muda dan lain-lain," tuturnya."Fokus kita akan memperbaiki sepak bola amatir dulu, karena dari situ akar rumput yang sebenarnya," ujar Ratu Tisha.
1515654001730 false