4 Wasit Asing dari 4 Negara Ini, Pimpin Partai Krusial Liga 1 2017

Untuk menjaga kualitas pertandingan, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) mendatangkan empat wasit asing dari empat negara guna memimpin pertandingan krusial Liga 1 2017.Hal ini diungkapkan Direktur Operasional PT LIB Tigor Shalomboboy. Tigor mengungkapkan, empat perangkat pertandingan impor tersebut berasal dari Kyrgyzstan, Iran, Australia dan Jepang."Mereka akan memimpin pertandingan penting yang melibatkan tim-tim papan atas," ujar Tigor, Senin.Perebutan juara Go-Jek Traveloka Liga 1 memang sangat ketat di mana sampai Senin (30/10), lima tim teratas cuma dipisahkan jarak lima poin dan semuanya masih berpeluang menjadi juara.BACA JUGA: Memasuki Fase Krusial, PSSI Harapkan Klub Tetap SportifAdapun lima klub tersebut adalah Balu United berada di puncak klasemen sementara dengan 62 poin dari 32 laga, PSM Makassar dan Bhayangkara FC dengan 62 poin dari 31 laga, Persipura Jayapura dengan 59 poin dari 32 laga, Bali United 59 poin dari 31 laga dan Madura United 57 poin dari 31 laga.Mengingat persaingan untuk memperebutkan juara masih sangat ketat, dengan sejumlah tim memiliki kesempatan yang sama, maka pada pekan terakhir atau pekan 34 PT LIB akan segera menggelar pertandingan penentuan."Tidak ada alasan bagi tim untuk menolak keputusan tersebut," kata Tigor.Sementara terkait kepemimpinan wasit asing, PT LIB mengimbau agar para pemain yang tampil di lapangan khususnya kapten untuk lebih lancar berdialog dalam Bahasa Inggris."Hanya kapten yang bisa berkomunikasi dengan wasit dan jika dipimpin wasit asing maka harus dilakukan dengan Bahasa Inggris. Laws of The Game FIFA juga kan menggunakan Bahasa Inggris. Kami rasa ini menjadi pekerjaan rumah masing-masing pemain," tutur Tigor.

Wasit Asing Bawa Alat Tugas Komunikasi Sendiri dari Negaranya

Memang harus diakui, soal detail wasit asing lebih baik dibanding wasit lokal. Tengok, saat wasit asing asal Australia bertugas mereka menggunakan alat komunikasi di lapangan antaralain microphone dan earphone.Mengagetkannya, alat tersebut mereka bawa sendiri dari negaranya, karena pihak PT.Liga Indonesia Baru (PT.LIB) tak melengkapi alat bantu bertugas tersebut kepada mereka.Alat ini cukup efektif mereka gunakan saat memimpin partai Persib Bandung kontra PS TNI di Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (5/8).[suggestedarticle]Meski sempat diprotes wasit lokal, performa mereka memberikan pelajaran kepada sepak bola Indonesia tentang pentingnya totalitas dalam memimpin laga, termasuk alat bantu yang harus digunakan untuk kelancaran tugas.Padahal, alat komunikasi seperti itu sudah biasa digunakan dalam pertandingan internasional dan liga-liga Eropa dan beberapa negara maju di Asia.Namun untuk di kompetisi Indonesia, hal tersebut merupakan yang pertama kali. Yang membuat kagum adalah wasit-wasit tersebut ternyata membawa sendiri alat itu dari negara asalnya.Shaun Robert Evans, wasit tengah dalam laga tersebut menjelaskan bahwa alat komunikasi itu sengaja dibawa karena dan dua rekannya yang lain, berinisiatif membawa perlengkapan wasit modern tersebut."Kami semua sudah terbiasa menggunakan alat komunikasi ini pada level kompetisi internasional, Asia dan liga domestik," katanya kepada awak media di Bandung. Selain Evans dua orang asisten yang lain adalah Wilson Kenneth Brown dan George Lankrindis.Wasit asing ini setidaknya mengajarkan pentingnya memodernisasi perlengkapan untuk memimpin pertandingan. Padahal seharusnya kelengkapan tugas berupa alat seperti ini disediakan oleh pengelola kompetisi.
1502256602312 false