Departemen Wasit PSSI: Pemain Liga Indonesia Tak Menghormati Wasit Lokal

Peristiwa kekerasan terhadap wasit lokal oleh pemain di Indonesia sangat tinggi. Tak cuma terjadi di Liga 2 dan Liga 3, namun sampai juga ke Liga 1 yang merupakan kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.Pendeknya, pemain di Indonesia tak menghormati wasit lokal, sebaliknya mereka hanya respek terhadap wasit asing, meski wasit tersebut melakukan kesalahan besar.Hal ini diungkapkan Ngadimin Asri dari Departemen Wasit PSSI. Menurut Ngadimin, pemain Indonesia lebih berani kepada wasit lokal ketimbang wasit asing. Hal ini dikatakan Ngadiman dengan bertolak pada kejadian kontroversial pada laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung.BACA JUGA: Komdis PSSI Rilis Hasil Sidang ke-24 dan 25, Ini Sanksi untuk Persib dan Umuh Muchtar"Soal keputusan kontroversial itu saya tidak bisa berkomentar banyak, namun yang perlu digaris bawahi ketika laga panas dipimpin oleh wasit lokal dan terjadi keputusan kontroversial, maka kami (para wasit) akan habis babak belur, namun Anda lihat sendiri pada laga kemarin (Persija vs Persib) tidak terjadi kan," terang Ngadiman seperti dikutip TopSkor.id.Lebih lanjut Ngadiman mengatakan, bila memang keputusan wasit Shoun Evans salah maka akan dikembalikan kepada negaranya dan dibuatkan surat."Ya kalo mereka salah, ya kita kembalikan ke negaranya dan kita buatkan surat," tambah Ngadiman. Terakhir Ngadiman juga bersyukur laga panas Persija vs Persib dipimpin oleh wasit asing."Di balik banyaknya masalah setelah laga, saya bersyukur bahwa pertandingan kemarin dipimpin oleh wasit asing, karena apa, wasit asing lebih dihargai di Indonesia, para pemain lebih respek kepada mereka daripada kita (wasit lokal). Jadi kalau pertandingan kemarin kita yang pimpin mungkin wasit yang pimpin sudah babak belur," tuturnya."Saya harap ke depan pemain dapat sedikit lebih sopan kepada wasit lokal, kesalahan kecil dimaafkan jangan langsung dipoles, semua itu ada prosesnya," harap Ngadiman.

4 Wasit Asing dari 4 Negara Ini, Pimpin Partai Krusial Liga 1 2017

Untuk menjaga kualitas pertandingan, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) mendatangkan empat wasit asing dari empat negara guna memimpin pertandingan krusial Liga 1 2017.Hal ini diungkapkan Direktur Operasional PT LIB Tigor Shalomboboy. Tigor mengungkapkan, empat perangkat pertandingan impor tersebut berasal dari Kyrgyzstan, Iran, Australia dan Jepang."Mereka akan memimpin pertandingan penting yang melibatkan tim-tim papan atas," ujar Tigor, Senin.Perebutan juara Go-Jek Traveloka Liga 1 memang sangat ketat di mana sampai Senin (30/10), lima tim teratas cuma dipisahkan jarak lima poin dan semuanya masih berpeluang menjadi juara.BACA JUGA: Memasuki Fase Krusial, PSSI Harapkan Klub Tetap SportifAdapun lima klub tersebut adalah Balu United berada di puncak klasemen sementara dengan 62 poin dari 32 laga, PSM Makassar dan Bhayangkara FC dengan 62 poin dari 31 laga, Persipura Jayapura dengan 59 poin dari 32 laga, Bali United 59 poin dari 31 laga dan Madura United 57 poin dari 31 laga.Mengingat persaingan untuk memperebutkan juara masih sangat ketat, dengan sejumlah tim memiliki kesempatan yang sama, maka pada pekan terakhir atau pekan 34 PT LIB akan segera menggelar pertandingan penentuan."Tidak ada alasan bagi tim untuk menolak keputusan tersebut," kata Tigor.Sementara terkait kepemimpinan wasit asing, PT LIB mengimbau agar para pemain yang tampil di lapangan khususnya kapten untuk lebih lancar berdialog dalam Bahasa Inggris."Hanya kapten yang bisa berkomunikasi dengan wasit dan jika dipimpin wasit asing maka harus dilakukan dengan Bahasa Inggris. Laws of The Game FIFA juga kan menggunakan Bahasa Inggris. Kami rasa ini menjadi pekerjaan rumah masing-masing pemain," tutur Tigor.

PSSI Menanti Wasit dari Jepang dan Korsel

PSSI tetap melanjutkan program penggunaan wasit asing untuk pertandingan Liga 1 Indonesia 2017. Setelah yang datang dari Australia, Kyrgyzstan dan Iran, kini PSSI masih menunggu wasit dari Jepang dan Korea Selatan.Menurut Sekjen Ratu Tisha Destria, tidak ada penghentian program ini, yang ada hanya penjadwalan sesuai kebutuhan. "Tidak ada penundaan program wasit asing. Yang kami lakukan adalah penyesuaian waktu dengan proses penyelesaian administrasi," ujar Ratu Tisha seperti dikutip dari laman PSSI, Jakarta, Rabu (30/8).PSSI sendiri kini masih menunggu kesediaan wasit dari Jepang, Korea Selatan, Uzbekistan, Australia, Iran dan Kyrgyzstan untuk memimpin laga Liga 1.BACA JUGA: Pemain Bali United Ini Batal Dipanggil Timnas IndonesiaSelain memimpin pertandingan, wasit-wasit asing ini juga berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan wasit lokal dalam sebuah kegiatan khusus yang difasilitasi oleh PSSI.Tak cuma mendatangkan wasit asing, PSSI nantinya juga mengirim beberapa wasit nasional untuk memimpin pertandingan dan berbagi pengalaman dan pengetahuan di luar negeri.Sementara terkait perizinan kerja wasit asing di Indonesia, PSSI telah melakukan koordinasi dan bergerak sesuai arahan arahan dari Kementerian Ketenagakerjaan dan pihak Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM.Adapun prosedur perizinan tenaga kerja asing di sepak bola dan beberapa olahraga lain, telah disepakati dalam rapat yang digelar pada Senin (28/8) yang melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan, Ditjen Imigrasi, Kementerian Pemuda dan Olahraga, BOPI, PSSI, PBVSI dan PERBASI.Dalam rapat itu diputuskan bahwa wasit asing yang memimpin liga harus berada di Indonesia maksimal selama dua pekan. Wasit asing itu akan melakukan uji coba memimpin pertandingan yang penyelenggaraannya di bawah naungan PSSI. Penugasan wasit tersebut berdasarkan mandat dari federasi tempat asalnya dan sebagai bentuk kerja sama dalam ruang lingkup Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).Adapun di sektor sepak bola setidaknya ada tiga subyek yang dipekerjakan sebagai tenaga kerja asing (TKA) yaitu pemain, pelatih atau ofisial dan wasit.Secara umum prosedur perizinan tenaga kerja asing dibagi dalam beberapa tahap. Khusus untuk pemain, prosedur awalnya adalah pengajuan rencana penggunaan pemain asing oleh klub kepada PSSI untuk administrasi melalui Transfer Matching System (TMS).Sementara pelatih atau ofisial dan wasit, langsung mengajukan permohonan pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) kepada Kementerian Tenaga Kerja. Permohonan RPTKA ini yang mengajukan adalah pihak yang memberi kerja TKA. Untuk perekrutan pemain, bagi klub yang sudah memenuhi TMS maka harus melanjutkan ke tahap permohonan RPTKA ini.Prosedur selanjutnya adalah pengajuan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) kepada Kementerian Tenaga Kerja. Pengajuan IMTA ini tentunya setelah RPTKA sudah disah
1502290801796 false